Tampilkan postingan dengan label Daging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daging. Tampilkan semua postingan

Karmanaci


Pernah mendengar masakan bernama karmanaci? Karmanaci berasal dari Nusa Tenggara Timur. Jika dilihat sepintas mirip semur ya? Yup memang kembaran semur si karmanaci ini. Terus bedanya apa? Karmanaci ini bumbunya lebih variatif daripada semur. Salah satunya, karmanaci ini menggunakan adas manis. Kalau dari segi rasa dan aroma ya semur.

Bahagianya saya menjelajahi masakan-masakan Nusantara. Indonesia itu memang sangat menakjubkan. Karena Indonesia itu luas dan terdiri dari beragam suku dan budaya sehingga kuliner baik itu masakan atau kue-kue sangat bervariasi. Beda tempat bisa beda nama walau proses pembuatannya hampir sama. Ya termasuk karmanaci ini.

Buat yang suka memasak praktis, bisa mencoba karmanaci ini. Semua bumbu tinggal dimasukkan terus nyante-nyante deh sambil tunggu daging empuk. Pengalaman saya masak karmanaci ini, mengempukkan daging agak lama. Jadi selalu cek dan tambahkan air seperlunya ya.

Karmanaci ini harusnya menggunakan daging yang diiris tipis-tipis biar cepat empuk. Nah, saya itu pakai daging yang ada aja di freezer. Saya masih ada stok daging yang sudah saya potong. Rencana awal mau bikin rendang tapi belum kesampaian bikin rendang, males melanda. Jadi dagingnya saya ganti haluan jadi karmanaci ini.

Resep saya ambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan
500 gram daging sapi has
3 sdm kecap manis
1 sdt asam jawa dan 1 sdm air, larutkan
1 sdt garam
1/2 sdm gula pasir
2 cm jahe, memarkan
500 ml air
3 sdm minyak goreng

Bumbu Halus
10 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm lengkuas
2 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdt adas manis sangrai
1/2 sdt merica bubuk

Cara Memasak:
- Potong-potong daging has.
- Campur daging has, bumbu halus, kecap manis. Aduk rata.
- Tuang air asam, garam, gula pasir, jahe, dan air. Masak sampai matang dan meresap.
- Tambahkan minyak goreng. Aduk rata. Sajikan.

Tongseng


Menu kami hari ini adalah tongseng. Tongseng adalah salah satu masakan khas dari Jawa Tengah. Teman-teman mungkin sudah familiar dengan tongseng, tapi saya yang tinggal di Pontianak ga kenal dengan tongseng. Pertama kali tahu tongseng itu seingat saya di suatu siang di tahun 2007 ketika teman sekantor saya membawa bekal makan siangnya berupa tongseng. Teman saya itu asli Yogyakarta. Nah dihari itulah saya dengar, tahu, lihat dan mencicipi yang namanya tongseng. Pada waktu itu saya masih pada jaman dimana saya cuma bisa masak ikan goreng dan ayam goreng atau bikin masakan dengan bumbu instant.

Reaksi pertama kali dengar tongseng, apa itu tongseng? Saya masih ingat bagaimana teman kerja itu menjelaskan ke saya bahwa tongseng itu sebenarnya mirip dengan gulai. Bisa menggunakan kambing ataupun ayam. Segitu aja penjelasannya. Ternyata setelah sekian lama saya baru pelajari bahwa tongseng itu bisa bersantan dan bisa juga tanpa santan. Mirip gulai kah? Hmm beda kali ya. Saya ga pernah makan tongseng yang aslinya itu seperti apa. Jadi kali ini bikin tongseng pun hanya meraba-raba dan menggunakan resepnya Yasaboga.

Tongseng yang saya bikin ini tanpa santan. Bumbunya pun lebih minimalis ketimbang gulai. Kalau gulai kan komplit tuh. Semua bumbu dan rempah dimasukkan. Nah kalau tongseng yang saya bikin ini cuma menggunakan duo bawang, cabai, merica, dan kecap manis. Yang paling khas dari tongseng itu adalah kol, wajib pake kol, kalau tanpa kol ga jadi tongseng deh namanya.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
350 gram daging kambing, potong dadu 2 cm (saya pakai daging sapi)
5 lembar daun kol, buang tulang daun, potong 2x2 cm
5 buah bawang merah, iris tipis
5 siung bawang putih, iris tipis
3 buah cabai merah, iris tipis
1/2 sdt merica bubuk
3-4 sdm kecap manis
1-2 sdm air jeruk nipis
Garam dan gula sesuai selera

Cara Membuat:
Dengan 3 sdm minyak, tumis bawang putih sampai harum. Masukkan bawang merah dan cabai. Setelah layu, masukkan daging kambing. Aduk sampai kaku. Tuangkan 500 ml air, beri kecap manis, merica, garam, dan gula pasir. Masak dengan api kecil sampai asat dan daging lunak. Masukkan kol, aduk sampai matang, beri air jeruk nipis, angkat.

Bestik Lulur


Adakah yang pernah makan bestik lulur?

Bestik lulur adalah salah satu masakan dari kota Jepara. Bestik berasal dari bahasa Belanda 'Biefstuk' yang artinya daging sapi steak / stik dan kata lulur adalah bahasa Jawa yang artinya has dalam. Bestik adalah salah satu contoh makanan fusion Belanda dan Indonesia yang awalnya dibawa oleh noni-noni Belanda ke Indonesia dan akhirnya diadopsi oleh orang Indonesia.(sumber kecap bango).

Jadi sederhananya bestik lulur adalah steak yang dimasak ala semur. Rasanya enak sekali... Pemakaian kecap yang banyak menjadikan bestik lulur ini rasanya manis dan gurih. Tekstur daging empuk karena proses memasak yang cukup lama. Saya memasak dengan api kecil kurang lebih 1 jam hingga cairan di daging menjadi lebih asat.

Resep saya ambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan
500 gram daging sapi has dalam, potong-potong
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt cuka
5 butir bawang merah, iris
1 sdm margarin untuk menumis
4 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
800 ml air

Cara memasak
- Lumuri daging dengan garam, merica bubuk, dan cuka. Remas-remas. Sisihkan.
- Panaskan margarin. Tumis bawang merah sampai harum. Masukkan kecap manis, garam, merica bubuk, dan air. Aduk rata.
- Tambahkan daging. Aduk rata. Masak sampai meresap dan matang hingga kuah mengental.
- Jika daging belum lunak, tambahkan sedikit air.

Asam Padeh Gadang


Lama saya ga makan daging. Seringnya ya ayam atau ikan. Karena Kirana lebih suka ayam, jadi ayam doang yang sering saya posting disini karena mudah dimasak dengan berbagai masakan. Kalau ikan, Kirana lebih suka digoreng, ikan apapun itu. Jadi pas kebetulan beli daging, jadi bisa nyobain resep baru lagi.

Namanya asam padeh gadang. Namanya aja asam padeh, tapi ga asem kok. Padehnya aja yang sedap. Ternyata daging dimasak ala-ala gini enak juga lo. Saran saya, kalau mau dimasak seperti ini, gunakan wajan tebal atau yang anti lengket ya supaya bumbu ga hangus walau harus dimasak dengan waktu yang lama.


Resep diambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Aneka Masakan Padang

Bahan:
500 gram daging sapi bagian has dalam, dipotong kotak
1 sdm bawang goreng
1 liter air

Bumbu:
12 siung bawang merah
5 siung bawang putih
100 gram cabai merah keriting
3 cm lengkuas
2 batang serai, dimemarkan
3 lembar daun jeruk purut
1 lembar daun kunyit, dibuat simpul
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, dan garam.
- Campur bumbu yang dihaluskan dengan potongan daging, aduk rata.
- Tambahkan serai, daun jeruk purut, dan daun kunyit, masak dengan api kecil sambil dibalik-balik hingga daging berubah warna.
- Tuangkan air, masak kembali hinga daging empuk dan kuah mengental, angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Malbi Daging


Mari mengolah daging lagi. Kali ini nyobain malbi daging. Malbi ini masakan asli Palembang. Malbi biasa disantap bersama lontong atau ketupat pada saat kenduri atau hari raya. Kalo saya makan pake nasi tadi pagi.

Sekilas mirip semur daging kan ya? Malbi ini rasanya jauh lebih kaya karena ada penggunaan cengkih, pala, jahe, dan klabat. Di beberapa masakan Palembang yang pernah saya coba memang ada tambahan klabat. Klabat itu juga disebut fenugreek. Saya pakai yang bubuk botolan keluaran Jay's.

Oh iya... malbi ini juga ada tambahan kelapa parut yang disangrai. Jadi menambah cita rasa dari Malbi. Saran saya, gunakan wajan atau teflon anti lengket supaya ketika dikeringkan, bumbu tidak mudah hangus.

Resep diambil dari bukunya Primarasa – Hidangan Eksotik Nusantara

Bahan:
750 gram daging sapi has dalam
50 gram kelapa parut
3 sdm minyak goreng
1/4 biji buah pala
3 butir cengkih
5 sdm kecap manis
500 ml air
2 sdm air asam jawa
1-2 sdm bawang goreng, untuk taburan

Bumbu Halus:
8 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm jahe
1 sdt merica bubuk
1 1/2 sdt garam
1/4 sdt klabat

Cara Membuat:
- Potong daging mengikuti arah serat, ukuran 1x2x4 cm, sisihkan. Sangrai kelapa parut sampai kering dan kekuningan, angkat. Gerus halus kelapa parut sangrai hingga berminyak, sisihkan.
- Campur potongan daging bersama bumbu halus, tambahkan kelapa sangrai halus. Aduk hingga daging rata terbalut bumbu.
- Panaskan minyak dalam wajan, masukkan pala dan cengkih. Masukkan daging, aduk hingga daging kaku dan masakan berbau harum. Tambahkan kecap manis dan air, masak hingga mendidih, lalu kecilkan api.
- Masak terus hingga daging empuk dan cairannya berkurang (mengering), masukkan air asam jawa, aduk rata, angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Daging Masak Habang


Daging masak habang ini merupakan masakan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Habang itu artinya merah. Yang umum digunakan supaya masakannya berwarna merah adalah cabe kering. Cabe kering itu bisa bikin warna masakan menjadi merah alami tetapi tidak bikin pedas. Ayam masak habang yang pernah saya bikin ga bisa merah, daging masak habang yang kali ini saya bikin pun juga ga bisa terlalu merah. Saya rasa, waktu memasak bumbunya yang kurang lama. Harusnya lamaa sekali dengan api kecil hingga warna bumbu menjadi kemerahan.

Rasanya mirip rendang ya.. tapi yang ini tanpa santan. Kalau soal rasa, enak banget... lebih enak versi daging ketimbang ayam. Semua bahan sengaja saya haluskan dengan blender biar lebih halus dan berwarna lebih cantik, walau warnanya pun tidak terlalu cantik.

Saran saya, jika mau memasak bumbunya, gunakan pan atau wajan yang anti lengket ya. Karena daging masak habang ini harus asat, jadinya jika dimasak lama dengan pan atau wajan biasa, bawahnya mudah gosong. Jika dimasak dengan pan anti lengket, air bisa ditambahkan sedikit demi sedikit hingga daging empuk.

Resep saya ambil dari bukunya Primarasa - Hidangan Eksotik Nusantara

Bahan:
750 gram daging sengkel utuh, siap pakai
1 sdt garam
1 sdm air asam jawa
Minyak goreng
2 butir cengkih
2 cm kayu manis
750 ml air
2 sdt gula merah
2 buah tomat, potong-potong

Bumbu Halus:
20 buah cabai kering
12 butir bawang merah
6 siung bawang putih
2 cm jahe
1 sdt terasi bakar
3 butir kemiri sangrai
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Potong melintang daging setebal kurleb 1.5 cm. Lumuri dengan garam dan air asam jawa sambil diremas-remas, lalu diamkan selama 15 menit agar bumbu meresap.
- Panaskan minyak dalam wajan, masukkan bumbu halus, tumis hingga bumbu harum. Tambahkan cengkih dan kayu manis, aduk hingga bumbu matang.
- Masukkan potongan daging, masak terus sambil diaduk hingga daging berubah warna. Tuang air dan tambahkan gula, aduk. Tutup wajan, kecilkan api, dan teruskan memasak hingga daging empuk.
- Tambahkan tomat, masak terus hingga kuah mengental, angkat.

Pindang Sapi Kudus


Pindang sapi kudus ini baru pertama kali saya buat. Tapi sepertinya di masa lampau ketika saya kecil, saya pernah mencicipi makanan ini. Rasanya sudah lamaaa sekali dan betul-betul mirip. Deja vu?

Pindang sapi kudus ini enak sekali lo. Benar-benar enak. Recomended buat dicoba. Pindang sapi ini asli dari Kudus - Jawa Tengah. Ini pertama kali saya kenalan sama keluak. Di Pontianak, kami ga familiar dengan keluak. Langka yang namanya keluak. Pertama kali saya lihat keluak itu ada di Hypermart Pontianak. Pindang sapi kudus ini saya bikin dari keluak di Hypermart itu. Beli 5 buah, yang ada isinya cuma 3, 2 buahnya kosong. Ternyata memilih keluak itu mesti dikepoin lo. Digoyang-goyang keluaknya sambil dengar isinya ada atau kosong. Terus pecahkan cangkang keluaknya dengan cobek. Ambil isi keluak dengan sendok. Rendam isi keluak dengan air panas.

Oh ya, daun melinjonya saya ambil dari pohon sendiri di depan rumah lo. Pohon melinjo peninggalan Alm. Bapak walaupun sudah dipotong pohonnya, tetapi masih tumbuh dahan yang baru. Jadinya kami sering sekali panen daun melinjo muda. Alhamdulilah...

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
500 gram daging tetelan / sengkel / lemusir
1 L santan dari 1 butir kelapa usia sedang
200 gram daun melinjo yang muda, rebus
2 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
2 batang serai
5 lembar daun jeruk, sobek-sobek
1 sdt gula merah

Bumbu Halus:
5 buah keluak, rendam air panas, tiriskan
8 buah bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt jahe cincang
1 sdt ketumbar sangrai
1 1/2 sdt garam

Pelengkap:
Sambal rawit kecap manis, kerupuk putih

Cara Membuat:
- Rebus daging sampai sampai setengah empuk dan kaldu menyusut sebagian, angkat daging, potong-potong 1/2x3x4 cm.
- Dengan 3 sdm minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas, dan daun salam hingga harum. Kembalikan ke panci daging dan kaldu, masak dengan api kecil sampai daging empuk, kuah tersisa 200 ml.
- Masukkan santan dan gula merah. Didihkan sambil aduk, kecilkan api. Masak 10-15 menit sampai kuah terasa enak, sambil sesekali diaduk supaya santan tidak pecah. Masukkan daun melinjo. Aduk, angkat.

Soto Daging Madura

 
Selamat hari raya Idul Adha untuk semuanya. Alhamdulilah tahun ini saya dapat daging sapi kurban. Cukup banyak dapatnya. Jadi untuk yang pertama saya olah tadi pagi dengan membuat soto daging madura. Karena Kirana masih sakit, jadi tadi pagi minta dibikinin bubur. Terus dagingnya terserah mau diolah apa, yang penting jangan pake santan. Yo wess kita buat soto daging saja. Alhamdulilah… masih diberi nikmat makan.

Air rebusan daging yang saya gunakan sebagai kaldu ini agak keruh. Padahal sudah saya angkat lapisan atasnya dengan saringan hingga betul betul bersih. Sudah menggunakan api kecil. Dan saya masukkan daging dalam keadaan air sudah mendidih, tapi tetap saja masih keruh. Belum pandai saya bikin air rebusan daging yang bening. Karena buat makan sendiri, keruh pun ga masalah lah ya. Cuma kurang cantik saja jadinya.

Aslinya soto daging ini menggunakan jeroan sapi. Karena saya sudah rikuest dari panitia kurban untuk dapat daging dan tulang saja, jadinya soto daging ini tanpa jeroan, full daging.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
500 gram daging sandung lamur, rebus sampai empuk
1,5 liter kaldu daging
500 gram jeroan (hati, babat, paru, limpa)
100 gram udang kupas, sangrai, haluskan
2 batang serai, memarkan
3 cm jahe, memarkan
7 lembar daun jeruk purut
2 sdt garam
2 sdt kaldu sapi bubuk

Bumbu Halus:
6 buah bawang merah
5 siung bawang putih
3 butir kemiri, sangrai
3/4 sdt merica bulat, sangrai
2 cm kunyit, bakar
3 sdt gula pasir

Pelengkap:
Irisan daun bawang - seledri, bawang goreng, jeruk nipis, sambal rawit kukus

Cara Membuat:
- Rebus terpisah masing-masing jeroan sampai empuk.
- Tumis bumbu halus dengan udang sampai harum, masukkan ke kaldu bersama daging dan jeroan yang sudah dipotong-potong. Didihkan bersama jahe, jeruk purut, garam, dan kaldu bubuk. Masak dengan api kecil sampai kuah terasa sedap, tambahkan air panas bila perlu.

Singit


Singit adalah masakan khas dari Jepara. Mirip dengan semur tapi semurnya bersantan. Aslinya singit ini dagingnya dipotong besar-besar, tetapi karena Kirana masih pada tahap belajar makan daging sapi, maka singit ini saya potong kecil-kecil supaya lebih mudah dimakan oleh Kirana.

Saya itu tipe penyimpan makanan. Karena saya tidak bisa setiap saat ke pasar, maka setiap kali belanja pasti selalu banyak dan disimpan di freezer untuk produk yang mudah rusak, termasuk santan. Cukup merepotkan kalau saya tiap butuh santan harus turun ke pasar. Jadi saya akali dengan cara membeli santan 1 liter dan membaginya ke dalam 200 ml untuk santan kental. Untuk memasak, saya lebih suka menggunakan santan peras yang dibeli di pasar ketimbang santan instant. Beda kentalnya kalau pakai santan kental. Santan instant itu sekental apapun tetap akan lebih kental santan peras. Gurihnya juga beda. Santan peras jauh lebih gurih daripada santan instant. Santan instant itu relatif tawar. Coba cicipi deh kalau ga percaya.

Resep diambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan:
500 gram daging sapi sengkel, potong-potong
350 ml santan dari 1/2 kelapa
3 sdm kecap manis
1 1/4 sdt garam

Bumbu Halus:
3 buah cabai merah
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt gula merah

Cara Membuat:
- Campur daging dan bumbu halus. Aduk rata.
- Tuang santan. Aduk rata.
- Tambahkan kecap manis dan garam.
- Masak di atas api sedang sambil seskali diaduk sampai matang dan kuah mengental.

Besengek Daging


Besengek daging adalah salah satu masakan dari Jawa Timur. Besengek sangat populer dalam masakan Jawa Timur. Besengek bukan hanya bisa untuk daging, tetapi juga bisa untuk daging ayam, tahu, maupun tempe. Tingkat kepedasan pun bisa disesuaikan dengan selera.

Saya yang tinggal di Pontianak tentu tak pernah mengenal besengek. Bahkan mendengar namanya pun baru kali ini. Tapi sekarang kan sudah kenal ya. Jadi tambah deh ilmu variasi masakan lauknya. Betapa luar biasa kuliner Indonesia, sangat beragam.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
500 gram daging sapi (has luar/sengkel/paha belakang)
1 butir kelapa tua, buat 1 L santan encer dam 250 ml santan kental (saya beli santan kental bukan instant yang sudah siap olah di pasar)
1 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya
1/2 sdt asam jawa
1 sdm gula merah

Bumbu Halus:
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
7 buah cabai merah
3 butir kemiri, sangrai
2 sdt ketumbar, sangrai
1/4 sdt jintan, sangrai
1 sdm lengkuas, cincang/parut
1 sdt kunyit, cincang/parut
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Dengan 3 sdm minyak goreng, tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk purut sampai harum. Masukkan daging, aduk sampai kaku, tuangkan santan ecer, beri asam jawa dan gula merah. Didihkan sambil diaduk.
- Kecilkan api, masak sampai daging empuk. Masukkan santan kental, tetap aduk sampai kuah santan tinggal sedikit dan berminyak.

Sambal Goreng Printil


Duhh cabenya menggoda sekali. Saya suka nih dengan menu-menu pedas seperti ini. Yang namanya daging giling itu memang enak dibikin apa saja, salah satunya ya dibikin printil. Apalagi printil dibikin pedas gini. Langsung ngecess liur ngeliatnya. Alhamdulilah.. nikmat sekali dimakan dengan nasi hangat.

Di Pontianak itu memang ga familiar dengan printil. Kalau saya beli daging giling di supermarket, pasti suka ditanyain sama konsumen lain, bisa dibikin apa ya. Padahal daging giling itu bisa dibikin apa saja. Ya salah satunya si printil ini.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Koleksi 120 Resep Masakan Sapi

Bahan:
300 gram daging cincang
1 lembar roti tawar, rendam air, peras
1 butir putih telur
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
Petai / kapri sesuai selera (saya ga pake)
2 buah cabai merah, tanpa biji, iris tipis
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 batang serai dimemarkan
2 lembar daun salam
Garam dan gula sesuai selera

Bumbu Halus:
5 buah cabai merah
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri goreng
1/2 sdt terasi

Cara Membuat:
- Camput rata daging cincang, roti, putih telur, garam, dan merica. Bulatkan sebesar kelereng (printil). Goreng dengan sedikit minyak sampai berubah warna. Tiriskan.
- Tumis bumbu halus bersama salam, serai, dan lengkuas sampai harum. Masukkan daging printil, tambahkan 200 ml air, garam, dan gula, masak sampai kuah tinggal sedikit. Sebelum diangkat masukkan cabai iris, petai / kapri, aduk rata.

Daging Asam


Pertama kali nyobain bikin daging asam. Daging asam itu masakan khas Aceh. Klo di jawa mirip asam-asam daging. Bedanya, daging asam ini pake santan. Kalau asam-asam daging itu tanpa santan. Rasanya tentu saja nikmat walau buat saya ga terlalu asam rasanya. Entah karena belimbing sayurnya agak kecil atau belimbing sayur di samping kamar itu rasanya kurang asam.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
500 gram daging sengkel / has luar
3 buah kentang, potong sesuai selera
750 ml santan dari 1 butir kelapa tua
8 buah bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 buah kapulaga
1/2 buah pala
2 cm kayu manis
2 buah cengkih
1-2 sdm air asam jawa
5 buah belimbing sayur

Bumbu Halus:
1 sdm ketumbar
1/2 sdt jintan
1/2 sdt adas manis

Cara Membuat:
- Potong daging searah serat, tebal 1 cm. Remas bersama bumbu halus, diamkan 30 menit.
- Tumis bawang merah - putih dengan 3 sdm minyak. Masukkan daging bersama semua bumbu kering. Aduk sampai daging kaku, tuangkan santan. Kecilkan api, aduk sesekali.
- Setelah daging empuk, masukkan kentang, air asam, dan belimbing sayur. Angkat setelah kuah tersisa 1/4 bagian. Rasa masakan agak masam dan segar.

Daging Paprika Lada Hitam


Sudah sering kan bikin daging dengan bumbu lada hitam? Ada yang ditumis langsung dengan lada hitam, ada yang dibikin ala steak, terus ada juga yang dagingnya dibalurin telur dan tepung lalu digoreng dan ditumis dengan bumbu lada hitam. Semua pasti enak. Yang namanya lada hitam itu ada aroma khas yang kuat yang beda sekali dengan lada putih. Nah.. kali ini saya bagikan resep yang dagingnya ditumis, soalnya ini yang paling mudah, pemula di dunia masak pun pasti bisa membuatnya.

Oh ya, ketika membeli lada hitam bubuk itu hati-hati ya. Dulu saya pernah beli lada hitam bubuk di pasar tradisional yang diecer di kantong-kantong dengan kualitas ga bagus, ketika dipake aroma lada hitam ga ada, dan juga seperti berpasir gitu di dalam lada bubuknya. Jadi ketika dipake ampas lada bubuk yang berpasir itu malah mengendap di dasar pan. Pada waktu itu repot membuang ampas lada bubuk, sudah dimasak pula dagingnya dan sudah matang. akhirnya saya cuci berkali-kali daging yang sudah matang itu (mungkin lebih dari sepuluh kali) agar ampasnya keluar. Setelah perjuangan yang panjang, akhirnya dagingnya saya masak ulang dan bumbui ulang. Jadi belilah lada bubuk itu lada putih dan lada hitam yang bagus kualitasnya.

Resep saya ambil dari bukunya Sufi S Y - Menu Lezat & Praktis 30 Hari

Bahan:
500 gram daging khas dalam
50 gram bawang bombai, cincang halus (saya iris)
4 siung bawang putih, cincang halus (saya iris)
1 ruas jari jahe, cincang halus (saya iris)
100 gram paprika merah, potong-potong (saya pakai paprika hijau)
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt merica bubuk hitam
1/2 sdt merica hitam utuh
1/2 sdt paprika merah bubuk (saya ga pake)
2 sdm kecap manis
2 sdm saus steak (saya pakai saus barbeque)
1 sdm saus inggris
2 sdm minyak goreng
1 sdm mentega
1 sdm minyak selada (saya pakai minyak goreng)
Garam secukupnya
Gula pasir halus secukupnya

Cara Membuat:
- Iris daging melebar, lalu potong-potong.
- Campur daging dengan kedua merica bubuk, paprika merah bubuk, kecap manis, saus steak, saus inggris, dan garam, aduk rata. Tambahkan minyak selada, aduk rata. Simpan dalam lemari es sekitar 2 jam.
- Panaskan minyak goreng dan mentega, tumis bawang putih, jahe cincang, dan bawang bombai hingga harum.
- Masukkan daging berbumbu, aduk dan masak hingga daging matang dan bumbu meresap. Tambahkan merica hitam bulat dan paprika merah, aduk rata, angkat.

Karang Binaci


Pernah dengar? Karang binaci ini adalah salah satu masakan khas dari Madura. Aslinya menggunakan daging kambing. Tapi karena saya ga terlalu doyan kambing, maka saya ganti dengan daging sapi. Mudah-mudahan ga merubah pakemnya karang binaci ya.

Di buku, warna karang binaci lebih cerah. Yang saya bikin ini lebih gelap warnanya. Mengapa? Karena stok cabe segar saya ga banyak, jadi saya tambahkan cabe keriting kering yang saya rendam lalu saya rebus sebentar aja. Bumbu halus pun tidak saya haluskan dengan blender melainkan dengan chopper, makanya warnanya jadi gelap, ya karena si cabe kering itu.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
500 gram daging kambing bagian rusuk, potong sesuai selera (saya gunakan daging sapi)
1-2 sdm kecap manis
1 sdt cuka

Bumbu Halus:
5 buah cabai merah (saya gunakan 2 buah cabai merah dan 8 buah cabai keriting kering)
8 buah bawang merah
4 siung bawang putih
1 sdt merica bulat
1 sdm jahe cincang
1/2 sdt garam

Cara Membuat:
Remas-remas daging dengan bumbu halus, diamkan kurleb 10 menit. Dengan 3 sdm minyak goreng, tumis daging berbumbu sampai kaku. Tuangi 1 liter air, kecap manis, dan cuka, didihkan. Kecilkan api, masak sampai asat dan daging empuk.

Beef Kofta


Beef kofta yang saya bikin ini benar-benar acak adut. Entah mengapa daging cincangnya ada beberapa yang lepas atau patah dari tusukan sate. Permasalahannya ketika dipanggang. Saya menggunakan pemanggang gas yang ada jari-jarinya. Ketika dipanggang, kebanyakan tusukan daging pada lengket di pemanggangnya, kalau pun ga lengket ya patah ketika dibalik. Saran saya, jika mau buat beef kofta yang lebih mudah, gunakan saja teflon anti lengket supaya lebih mudah proses memanggangnya.

Dagi segi rasa tidak mengecewakan, yang mengecewakan hanyalah bentuknya yang kacau. Mungkin juga harusnya pakai tusukan yang lebih besar seperti bambu atau bilah besi supaya lebih lebar dan lebih mudah dibalik.

Beef kofta ini mempunyai cerita tersendiri bagi saya. Saya ingat saya dulu pernah makan beef kofta ketika haji dengan Alm. Bapak pada tahun 2010 lalu. Di dekat hotel saya di daerah Jarwal ada restaurant arab. Salah satu menu yang disajikan adalah beef kofta ini. Dulu saya kira sate karena mirip sate, rupanya bukan sate. Tetapi ya, saya makan saja. Sekarang ini saya baru tahu yang dulu saya makan itu namanya beef kofta.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Koleksi 120 Resep Makanan Sapi.

Bahan:
500 gr daging cincang tanpa lemak
1/2 bh bawang bombai, cincang
1 butir putih telur
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
100 gr keju cheddar
3 sdm daun ketumbar cincang (saya ga pake)
1 sdt ketumbar sangrai dihaluskan
1/4 sdt jintan sangrai dihaluskan
1/2 sdt cabai bubuk
1 sdt paprika bubuk (kalau ada)
1/2 sdt kunyit bubuk
1/8 sdt kayu manis bubuk
10 buah tusuk sate besi / bambu yang pipih

Pelengkap:
Sayuran segar
Mayones siap beli
Daun ketumbar bila suka
Roti pita

Cara Membuat:
Campur semua bahan jadi satu, aduk rata. Bagi menjadi 10 bagian, masing-masing dibalutkan pada tusuk sate sambil dipadatkan berbentuk lonjong. Panggang di atas bara api hingga matang sambil dioles dengan minyak goreng, hidangkan dengan roti pita / masi, serta pelengkapnya.

Green Curry Beef


Pernah cobain bumbu kari hijau? Di thailand itu, bumbu karinya terbagi tiga, ada muslim curry paste, green curry paste, dan red curry paste. Apa beda ketiga bumbu kari tersebut? Kalau muslim curry paste itu yang saya kenal sebagai yellow curry paste ada tambahan kunyit. Green curry paste menggunakan cabe hijau, sedangkan red curry paste menggunakan cabe merah. Kita yang tinggal di Indonesia menggenal kari ya hanya kari yang pakai kunyit dan cabe merah. Jadi untuk kali ini saya coba kari yang menggunakan cabe hijau.

Resep diambil dari bukunya JB Fairfax - Easy Thai Cooking. Saya dapat buku ini sebagai hadiah juara 3 NCC Brownies Week. Alhamdulilah... koleksi buku masak yang berbahasa inggris saya bertambah. Di buku ini sebenarnya hanya resep pastanya saja yang dicantumkan sebagai bumbu halusnya. Jadi kalau mau pakai daging sapi atau ayam boleh saja, atau ditambah kentang pun oke.

Bahan:
10 buah cabe hijau
6 siung bawang putih
1 buah bawang bombay
2 lembar daun ketumbar,cincang halus (saya ga pake)
2 cm jahe, haluskan
1 buah jeruk nipis atau 1/2 buah lemon, ambil parutan kulitnya (saya pakai kulit dan air jeruk nipisnya)
1 sdt pasta udang (saya ga pakai)
1 sdt ketumbar bubuk
2 sdt kunyit bubuk
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk

Cara Membuat:
Masukkan semua bahan menggunakan food processor atau blender hingga halus.
 
Penyelesaian:
- Panaskan minyak dengan bumbu halus hingga harum.
- Masukkan daging (saya pakai 400 gram) ke dalam bumbu tumisan, tambah santan cair (saya pakai 700 ml) hingga semua daging terendam, masak dengan api kecil hingga empuk.
- Tambah santan kental (saya pakai 500 ml), aduk rata. Tambahkan kentang yang dipotong (saya pakai 2 buah kentang ukuran besar). Masak dengan api kecil hingga matang. Lakukan tes rasa, tambah garam dan merica secukupnya.
- Sajikan.

Bistik Cincang


Uplodan hari ketiga untuk food challenge.

Tadi pagi saya bikin bistik cincang. Buat saya pecinta daging giling, apapun olahan yang ada daging gilingnya pasti enak. Nah.. di kulkas kebetulan ada stok daging cincang, mari kita buat olahan lauk. Alhamdulilah kirana suka dengan bistiknya. Laris manis banget bistik cincang ini di rumah.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Koleksi 120 Resep Makanan Sapi. Oh ya.. aslinya satu resep ini cuma untuk 4 bulatan. Karena 4 bulatan itu buat saya terlalu besar, jadi saya timbang saja tiap bulatan sebesar 80 gram. Hasil jadi ada 7 bulatan. Itupun sudah cukup besar buat saya. Yang agak trik itu ketika proses diberi tepung panir, dagingnya lengket dan lembek, agak sulit mau dipanir, jadi pelan-pelan saya ketika mau dipanir.

Bahan:
500 gram daging cincan
1 butir telur, kocok lepas
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 butir telur kocok lepas (saya pakai putih telur)
tepung panir secukupnya.

Saus:
1 buah bawang bombai diiris tipis
1 sdm tepung terigu
3 sdm kecap manis
3 sdm kecap inggris (saya pakai kecap asin)
1 sdm saus tomat
350 ml air + 1 sdt kaldu sapi bubuk
1/4 sdt merica
1/2 sdt garam
1 sdt gula

Pelengkap:
daun selada, ketimun, tomat segar, kacang polong rebus

Cara Membuat:
- Campur daging, telur, garam, dan merica, aduk rata. Bentuk 4 bulatan pipih, celupkan telur kocok, gulingkan dalam telur panir, goreng dengan minyak panas sedang sampai matang. Pindahkan ke piring saji.
- Tumis bawang bombai dengan 2 sdm margarin sampai layu, masukkan terigu, aduk cepat sambil tuang air kaldu sedikit-sedikit. Tetap dengan api kecil, masukkan semua sisa bahan. Aduk, didihkan sampai kental. Sajikan bersama bistik daging.

Semur Frikadel


Pernah mencoba semur frikadel? Buat saya daging cincang yang diolah apa aja itu pasti enak dan mantap. Seperti juga yang satu ini.

Semur frikadel ini aslinya pake telur puyuh. Karena saya mau supaya lebih hemat, jadi saya ganti telur puyuh dengan telur ayam yang ukurannya kecil. Satu resep ini bisa dapet 7 bulatan jika menggunakan telur ayam. Tapi lapisan daging gilingnya ga bisa terlalu tebal. Kalau pake telur puyuh bisa tebal lapisan dagingnya. Lain kali saya akan coba pakai telur puyuh.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga – Koleksi 120 Resep Makanan Sapi

Bahan Frikadel:
300 gram daging cincang
2 potong roti tawar, rendam, peras
1 butir putih telur
1 sdm bawang goreng dihaluskan
¼ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk
¼ sdt garam
10 butir telur puyuh rebus, kupas (saya gunakan 7 buah telur ayam ukuran kecil)
3 sdm tepung terigu

Saus:
4 sdm kecap manis
1 buah bawang bombai, iris tipis
2 buah tomat potong-potong
1 sdt kaldu bubuk sapi
½ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk
1 sdt garam
1 sdt gula

Cara Membuat:
- Kecuali tepung terigu, aduk rata daging cincang dengan semua bahan. Bulatkan menjadi 10 buah, diisi dengan telur puyuh. Gulingkan satu per satu dalam tepung terigu, goreng dengan margarine atau minyak hingga kecoklatan, sisihkan.
- Saring sisa margarine untuk menumis bawang bombai hingga layu, masukkan tomat dan kecap. Aduk sampai agak mendidih, masukkan 750 ml air, bumbu dan bulatan daging telur. Angkat sesudah mendidih kembali.

Buncis Muda Daging Cincang


Buat yang sering makan di restoran jepang, pasti kenal dengan sayuran yang satu ini. Saya kenal pertama kali waktu ditraktir di Red Suki. Buncisnya enak sekali dipadukan dengan gurihnya daging cincang. Buncisnya sih ya tetep rasa buncis, yang bikin nendang itu si daging cincang. Mantepp sekali.

Pas buka-buka bukunya Yasaboga, malah nemu resep si buncis penggoda yang pernah saya makan itu. Uihh tadi pagi langsung dicoba.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga – Koleksi 120 Resep Makanan Sapi

Bahan:
250 gram buncis muda utuh / kacang panjang, potong 6-8 cm
100 gram daging cincang
2 siung bawang putih cincang
3 buah cabai merah tanpa biji, cincang kasar
3 sdm saus tiram
1/4 sdt gula pasir
100 ml air
1/2 sdt merica bubuk

Cara Membuat:
- Panaskan 4 sdm minyak di wajan cekung (saya pakai teflon), siram-siraman minyak membasahi bagian dalam wajan. Masukkan buncis, aduk cepat sampai berubah warna. Beri 1/2 sdt garam, aduk, angkat, pindahkan ke piring saji.
- Bersihkan wajan dengan tisu dapur, panaskan2 sdm minyak untuk menggoreng bawang putih sampai kuning, dan matang. Angkat, sisihkan.
- Tambahkan 1-2 sdm minyak, masukkan daging cincang, aduk-aduk sambil masukkan semua sisa bahan. Angkat setelah mendidih dan kental. Tuang ke atas buncis, taburkan bawang putih goreng.

Beef Vindaloo


Biar di rumah ga bosen, maka lauknya mesti sering dimasak dengan sesuatu yang beda. Kali ini saya cobain yang namanya beef vindaloo. Makanan ini merupakan khas dari india. Boleh dong ya kita coba...

Resep diambil dari Tabloid Bintang Edisi 692.

Bahan:
1 kg daging has dalam, potong dadu 1,5 cm
125 ml pasta bumbu kari siap pakai (saya pakai red curry pasta)
1/2 sdt pala bubuk
1/2 sdt ketumbar bubuk
1 bh bawang bombay, cincang halus
3 siung bawang putih, cincang halus
2 sdt jahe cincang
1 sdm cabai halus
Garam secukupnya
1/2 sdt merica bubuk
500 ml kaldu daging
1 sdm pasta tomat
50 gram daun ketumbar cincang (ga pake, di pontianak ga ada yang jual)

Pelengkap:
Nasi basmati, masak hingga matang (saya pakai nasi dari beras pandan wangi)

Cara Membuat:
- Campur daging, pasta bumbu kari, pala bubuk, ketumbar bubuk, bawang bombay, bawang putih, jahe, cabai halus, garam, dan merica, aduk hingga rata. Diamkan selama 2-3 jam. Panaskan dalam wajan selama 5 menit hingga berubah warna. Tuang kaldu daging dan pasta tomat, aduk rata. Masak hingga airnya mengering, dan sesaat akan diangkat masukkan daun ketumbar, masak hingga matang lalu angkat.
- Siapkan nasi dalam mangkuk saji, susun daging di atasnya dan sajikan hangat.