Tampilkan postingan dengan label Kitchen Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitchen Blog. Tampilkan semua postingan

Pangsit Goreng (KB#4)

 
Haiyahhhh lupa kalo batas waktu kb dimsum itu tanggal 10. Sudah beberapa hari ini ga bisa online karena kesibukan (cie... padahal aslinya kalo malam lebih milih bobo cantik daripada ngeblog, beberapa hari ini cape soalnya). Jadi tetep saya setor ya ibu host Mba Ina yang cantik. Sekedar untuk memeriahkan saja.

Saya bikin pangsit goreng ini sudah beberapa hari yang lalu. Ukurannya ga normal nih, soalnya Ayah Kirana salah beli kulit. Kan saya baru tahu tuh kalau di Jalan Diponegoro Pontianak ada yang bikin homemade kulit lumpia, kulit pangsit, dll. Tempatnya nyempil diantara toko elektronik. Jadi saya minta tolong Ayah Kirana buat beli kulit pangsit disitu. Dan sampailah ayah kirana di rumah, pas saya lihat kulit pangsitnya, lho kok ukuranya kecil. Waduhhh... kacau... Mau dibuang sayang kan ya mubazir, akhirnya saya bikin juga pangsit goreng versi mini. Saya ga tahu juga disitu ada jual kulit pangsit ukuran besar ato ga. Kan saya beli 10 ribu tuh, isinya banyak sekali. Kayaknya ini memang untuk versi mini yang biasa untuk bikin lumpia ebi mini yang digulung itu.

Jangan tanya kenapa lipatannya kacau, saya ga ngerti cara ngebungkus pangsit kalau kulitnya sekecil itu. Dibuat model kantung seperti pangsit goreng pada umumnya ga bisa karena kulit terlalu kecil, akhirnya saya puntel puntel aja sekedarnya. Jadi penampakannya agak kacau gitu. Maap ya. Gue mah gitu orangnya.


Resep diambil dari bukunya Yeni Ismayani - Camilan Gurih Praktis

Bahan:
20 lembar kulit pangsit / kulit spring roll (karena saya pakai ukuran mini, ga hitung berapa banyak makenya)

Isi:
2 siung bawang putih, haluskan
250 gram udang cincang halus
100 gram ayam giling
2 batang daun bawang
1 buah wortel, potong dadu kecil, rebus sebentar
1 butir telur, kocok lepas
1 sdm tepung sagu
1 sdt minyak wijen
Garam dan merica bubuk secukupnya

Cara Membuat:
- Isi: campur semua bahan isi, aduk hingga tercampur rata.
- Ambil selembar kulit pangsit, letakkan satu sendok makan bahan isi di bagian tengahnya, lalu tarik ke bagian kulit ke atas hingga berbentuk sebuah pundi
- Ikat dengan tali, lakukan hal yang sama hingga bahan habis. Goreng dalam minyak panas sedang hingga matang dan kering, angkat dan tiriskan.

The Best Red Velvet Cupcakes (KB#3)


Akhirnya saya bikin juga PR dari Kitchen Blog. Di detik-detik terakhir baru dikumpulkan pula. Diketik di tengah malam buta. Entah kemana saya selama ini.


Ini red velvet percobaan saya yang agak lumayan benar saya bikinnya. Jaman dulu awal-awal baking pernah bikin red velvet juga. Tapi ya red velvet abal-abal gitu. Yang sekarang saya bikin benar-benar red velvet walau warnanya ya ga terlalu "red". Yang saya bikin ini malah berwarna kecoklatan. Mengapa jadi berwarna coklat? Karena saya pakai coklat bubuk elmer yang warnanya agak gelap dan saya pakai pewarna kupu-kupu merah cabe. Saya pun pakai pewarna merahnya agak sungkan. Kebayang kan kalau red velvet saya malah berwarna merah cerah saking banyaknya pewarna yang dipake. Dari referensi yang saya baca, untuk pewarna makanan yang paling bagus untuk red velvet itu keluaran wilton. Tapi.. di Pontianak kan ga ada pewarna merah merk wilton, jadi ya pakai yang ada di rumah saja.

Resep diambil dari bukunya Deborah Harroun - The Red Velvet Lover's Cookbook. Sebenarnya nama judul dari resep ini memang The Best Red Velvet Cupcakes. Bukan saya yang sengaja kasi nama seperti itu. Di buku ini menceritakan bahwa red velvet bisa divariasikan ke banyak cake. Ada pie, kukis, donat, dadar gulung vla, red velvet ala lava cake gitu juga ada. Awalnya mau bikin red velvet donat, tapi saya bayangkan kok kalau saya yang bikin donat berwarna merah, ntar setelah digoreng malah berubah jadi warna coklat. Akhirnya balik lagi ke red velvet klasik yaitu cupcake saja.


Bahan:
2 1/4 cup tepung terigu serba guna (315 gram)
1 sdt garam
1 sdm bubuk coklat (pilih yang tidak berwarna gelap)
1 1/2 cup gula (225 gram, saya pakai 200 gram)
1 cup minyak sayur (236 ml)
2 telur
3 sdm pewarna makanan merah
1 cup buttermilk (236 ml, saya pakai yogurt plain)
1 1/2 sdt vanila
1 sdt cuka
1 sdt baking soda

Cara Membuat:
- Panaskan oven 190 C, siapkan loyang cupcake, alasi dengan papercup.
- Aduk rata terigu, garam, dan bubuk coklat hingga rata.
- Kocok gula dan minyak sayur dengan mixer. Tambahkan telur.satu persatu, kocok selama 30 detik. Tambahkan pewarna makanan, aduk balik dengan spatula.
- Tambahkan bahan kering dan buttermilk ke dalam adonan, aduk hingga tercampur rata. Tambahkan vanila, aduk rata. Campur cuka dan baking soda ke dalam mangkuk lain hingga berbusa. Tambahkan ke dalam adonan, aduk rata.
- Isi tiap papercup dengan adonan. Panggang selama 18 menit atau hingga matang . Lakukan tes tusuk untuk mengetahui kematangan kue. Keluarkan dari oven, taruh di rak pendingin.
- Apabila cupcake sudah dingin, tambahkan cream cheese frosting.

Cream Cheese Frosting:
12 ounces cream cheese, diamkan di suhu ruang (336 gram)
12 sdm mentega tawar, diamkan di suhu ruang
1 3/4 cup + 1 sdm gula halus (193 gram)
2 sdm sour cream
1/4 sdt vanila

Kocok cream cheese dan mentega di wadah besar hingga ringan. Tambahkan gula halus, kocok hingga tercampur rata. Tambahkan sour cream dan vanila, kocok hingga tercampur rata. Semprotkan di atas cupcake. Cream cheese frosting bisa disimpan di kulkas. Apabila mau digunakan, diamkan di suhu ruang dan kocok kembali sebelum digunakan.

Shepherd’s Pie (KB#2)

 
Tema PR di Kichen Blog kali ini adalah Casserole. Ada yang mengatakan wadah yang digunakan itu sebagai casserole (kalau di Indonesia kita bilangnya pinggan tahan panas). Ada juga yang mengatakan hidangannya itu sebagai casserole. Casserole juga identik sebagai makanan yang mudah untuk disiapkan. Jadi bikin bisa beberapa waktu sebelumnya, dimasukkan ke kulkas, kemudian ketika mau dimakan, baru dipanggang di dalam oven.

Untuk kali ini saya buat shepherd's pie. Saya bikin malam, kemudian wadah tahan panasnya saya wrapping dengan plastik putih, kemudian simpan di kulkas. Subuh keesokan harinya saya keluarkan dari kulkas, ketika sudah suhu ruang, baru saya panggang di dalam oven. Bikin sarapan pun menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Satu mangkuk pun sudah terasa sangat kenyang.

Ternyata shepherd’s pie itu rasanya manis. Pernah mencoba? Rasa manis didapat dari bawang bombay yang melimpah dan wortel yang cukup banyak. Jadi daging pun terasa manis.


Resep diambil dari bukunya Pungky Prakoso – Pai. Satu resep bias menghasilkan 4 buah remakin bulat ukuran 8 cm

Bahan Isian:
2 sdm minyak goring untuk menumis
3 buah bawang bombay, cincang (saya gunakan 2 buah bawang bombay ukuran besar)
2 buah wortel, potong dadu ½ cm
250 gram daging cincang (saya pakai daging giling)
1 blok kaldu sapi, larutkan dalam 50 ml air
2 sdm kecap inggris (saya pakai kecap asin)
1 sdm mustard (saya ga pake)
Garam dan merica secukupnya
1 sdm terigu
6 batang seledri, cincang halus
1 buah kuning telur, kocok

Bahan Pie:
50 gram mentega tawar (saya pake margarin)
1/2 sdt garam (karena pake margarin jadi saya tidak tambah garam lagi)
12 gram keju parut
1 butir kuning telur
90 gram tepung terigu protein sedang
1/2 sdt baking powder
1 sdm air
 
Cara Membuat:
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay sampai harum dan layu. Masukkan wortel, tumis sebentar. Masukkan daging cincang, tumis sampai berubah warna, masukkan kaldu blok yang telah dilarutkan, kecap inggris, mustard, garam, dan merica. Aduk rata.
- Tambahkan terigu, aduk rata sampai tumisan kental. Angkat. Masukkan seledri cincang, aduk rata. Tuang tumisan ke dalam loyang pai, ratakan.
- Kulit, aduk rata bahan kulit. Dinginkan 20 menit dalam lemari es.
- Gilas adonan kulit setebal 5 mm, tutup loyang dengan sebagian adonan kulit. Olesi dengan kuning telur kocok. Panggang selama 45-60 menit dengan suhu 200 C sampai pai matang dan kulit berwarna cokelat kekuningan.


Lapis Legit Durian (KB # 1)


Ini pemanasan saya untuk bikin lapis ketika puasa nanti. Kali ini saya coba membuat lapis legit durian. Belum pernah bikin sih sebelumnya. Jadi ini coba-coba aja.

Lapis legit durian ini bikinnya gara-gara ngobrol di suatu senja dengan Tante Nursiah tentang lapis durian. Kalau lapis legit yang dikasi lempok durian (mirip lapis prunes, tapi menggunakan potongan lempok durian) saya sudah pernah bikin. Tapi kalau yang mencampurkan daging durian segar ke dalam adonan, saya belum pernah. Kebetulan di Hypermart Pontianak, kalau kita belanja di atas jam 8 malam, beberapa item termasuk durian montongnya diskon 50 %. Maka saya bisa coba bikin lapis legit durian.

Sedikit cerita tentang lapis legit pontianak. Lapis legit pontianak itu cukup terkenal. Bahkan menjadi salah satu oleh-oleh andalan khas pontianak. Jne pun juga menjadikan lapis legit sebagai salah satu dari item pesona (oleh-oleh dari 34 propinsi yang bisa kita beli dimana pun kita berada, jadi kita ga perlu mendatangi daerah tertentu untuk mencicipi oleh-olehnya, tetapi dari rumah pun kita bisa mencicipi oleh-oleh tersebut). Yang sangat membedakan dari lapis legit pontianak itu adalah tidak menggunakan terigu sama sekali. Ya, tidak ada terigunya, jadi kami mengganti terigu dengan susu bubuk, jumlahnya pun hanya sekedarnya. Makanya tekstur lapis legit pontianak itu sangat lembut dan berminyak.


Resepnya masih pake resep dasar lapis legit pontianak. Tapi saya tambahkan daging durian yang saya haluskan dan gula saya kurangkan. Cara membuatnya masih sama dengan lapis legit biasa. Saya bikin 1/2 resep aja. Resep di bawah ini untuk 1/2 resep untuk loyang 10x22x6 cm.

Bahan:
15 buah kuning telur
175 gram mentega berkualitas baik (karena untuk uji coba, yang saya bikin ini saya campur margarin dan mentega dengan perbandingan 1:1)
50 gram susu bubuk
100 gram daging durian yang dihaluskan
100 gram gula bubuk

Cara membuat:
- Kuning telur dipisah dengan putih telur. Cara terbaik untuk memisahkan putih telur dan kuning telur adalah dengan tangan. Telur dituang ke telapak tangan, maka kuning telur akan tetap di telapak tangan sedangkan putih telur akan mengalir lewat sela-sela jari. Dengan cara seperti ini yang didapat benar-benar utuh kuning telur. Apabila menggunakan egg separator, biasanya putih tetap bisa masuk. Jika putih telur masuk ke dalam adonan telur, maka lapis legitnya menjadi gampang berjamur.
- Kocok mentega hingga kembang, kemudian tambahkan daging durian dan kocok kembali hingga putih. Setelah mengkocok mentega, cuci mixer hingga bersih dan keringkan atau gunakan 2 mixer untuk mengkocok adonan telur.
- Kocok kuning telur beserta gula hingga kental. Kalo batang mixer bekas kocok mentega dicuci tidak bersih (masih ada adonan mentega yang menempel) atau batang mixer tidak dalam keadaan kering, maka adonan telur dan gula dipastikan tidak akan kental.
- Masukan adonan mentega yang sudah dikocok ke dalam adonan kuning telur dan gula yang sudah kembang, kocok dengan kecepatan rendah sebentar saja hingga tercampur rata.
- Masukan susu bubuk ke dalam adonan, aduk rata menggunakan spatula.
- Mulai proses pelapisan, gunakan api bawah. Bisa menggunakan gelas ukur, sendok sayur ataupun adonan ditimbang sebagai takaran supaya hasil tiap lapisnya sama.
- Masukan 1 takaran adonan ke dalam loyang, saya biasanya meratakan adonan dengan menggunakan dough scraper. Setelah bagian atas kering, tekan permukaan lapis dengan penekan lapis hingga permukaan lapis mulus dan tidak ada yang menggembung, biarkan hingga kecoklatan.
- Tuang lagi 1 takaran adonan ke dalam loyang, lakukan sama seperti di atas. Jika sudah 3 lapis, matikan api bawah dan gunakan api atas. Buat selapis demi selapis hingga adonan habis.