Kue Keju Jambu Mete


Yihaaaa sebelum puasa tiba, kita bikin kuker dulu.. Pemanasan sebelum puasa. Hihihi... Sebenarnya bikin kuker ini karena saya ikutan euforia ibu-ibu bakul kue yang posting list kue lebaran 2015. Saya ga ngebakul. Tapi tiap lebaran saya bikin kuker sendiri. Beda-beda pula yang dibikin tiap tahunnya. Yang wajib itu kue keju, tapi tiap tahun kue kejunya sengaja saya bikin berbeda. Beda rasa, beda resep, dan beda bentuk.

Karena Kirana sekarang lagi "nganggur", daripada ribut, tiap hari ada aja yang saya ikutkan. Entah pas masak atau bikin kue. Kirana senang tuh dilibatkan seperti itu. Misalnya pas bikin sayur bayam, Kirana yang bantu motong bayamnya. Motong ala Kirana gitu. Karena saya belum berani kasi pisau, jadi saya suruh potong pakai gunting. Jadi ada yang dipotong panjang, pendek, ya suka-suka Kirana lah. Nah tadi siang saya ajakin bikin kuker. Pas banget di rumah lampu padam. Dari pada bengong ga bisa nonton tv dan panas karena kipas angin ga bisa nyala, kita bikin kesibukan dengan bikin kuker.

Di kulkas ada stok keju gouda yang entah kapan itu dibelinya, untung masih belum expired. Masih ada sisa mentega lurpark yang entah kapan juga dibelinya. Jadi mari kita bikin kuker keju. Pas nyari-nyari buku resep, ketemu buku yang bisa bikin kuker tanpa mixer, kan pas banget itu dengan kondisi kami yang lampunya padam. Jadi kita bikin deh. Seperti biasa, kalau Kirana yang bantu ada saja kehebohan yang terjadi. Ngaduk ga genah, ngerolling juga ga bisa, nyetak lumayan lah, ngasi kuning telur belepotan kemana-mana, dan yang paling lumayan itu naruh kacang mente di atas kue. Jadi inilah kue Kirana.

Eh ya.. kalau buat saya, kue ini ngeju sekali, tapi agak asin, mungkin karena saya pake keju gouda kali ya, jadi asinnya lebih terasa. Dan kuenya ga bisa tahan lama nih. Malam ini ketika postingan ini diketik, kuenya tinggal 1/4 (padahal saya bikin 2 resep). Alhamdulilah laris manis..

Resep diambil dari bukunya Deddy Pamudji - Kue Kering Renyah Tanpa Mixer. Kue ini aslinya ga dicetak, cuma dilonjongin seperti buah jambu terus di bawahnya di bagian tengah ditancepin kacang mete utuh biar mirip dengan jambu monyet. Kalau saya mau bikin seperti itu rempong sodara-sodara, jadinya ya saya cetak aja dengan cutter jambu monyet biar agak sama dengan yang aslinya.

Bahan:
75 gram keju tua / edam, parut (saya pakai gouda)
100 gram tepung terigu protein rendah, misal kunci (saya pakai terigu serbaguna)
75 gram mentega
2 sdm kacang mete, cincang halus
50 gram kacang mete, belah dua
1 kuning telur, untuk mengoles

Cara Membuat:
- Dengan mempergunakan ujung jari, campur parutan keju dan tepung terigu hingga tercampur rata. Masukkan mentega dan kacang mete cincang sambil terus diaduk perlahan hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk. (saya gunakan spatula)
- Ambil 1/2 sdt adonan, bentuk menyerupai jambu mete lalu letakkan belahan kacang mete di atasnya. (saya rolling lalu cetak)
- Letakkan dan susun di dalam loyang yang telah diolesi dengan sedikit margarin. Olesi permukaannya dengan kuning telur hingga rata.
- Panggang di dalam oven dengan suhu 160 C selama 20 menit hingga matang. Angkat dan biarkan dingin. (saya susun di atas cooling rack)
- Simpan di dalam stoples kedap udara.

Bihun Goreng Udang


Bikin bihun goreng nih. Untuk makan siang saya, kirana, dan ayah. Ternyata bikin bihun goreng itu ada ilmunya ya. Dulu saya kalau bikin bihun goreng, kecapnya ditambahi pas ngegorengnya. Dan itu kadang suka ga kecampur rata dan lembab. Pas baca-baca resepnya demedia, saya baru ngeh ternyata cara saya bikin itu salah. Hoooo.... Bihun yang dibikin sesuai resep ini bagus hasilnya, ga lembab, kecapnya pun merata, dan ga kemanisan dari rasa kecapnya. Ah.. suka saya...

Oh ya, kalau bihun itu bagusnya cuma untuk sekali makan ya, soalnya bihun kan gampang basi. Jadi bihun memang ga bisa dipanaskan. Di resep menggunakan 300 gram, saya cuma gunakan 250 gram bihun jagung karena sekantong isinya cuma 250 gram, itupun hasil jadinya banyak sekali. Untuk kami bertiga, satu resep ini kebanyakan. Sampai masih bisa dibagiin ke tante.

Resep diambil dari bukunya Tim Dapur DeMedia - Aneka Masakan Mi, Bihun, & Kwetiau Populer

Bahan:
300 gram bihun kering (saya pakai 250 gram)
4 sdm kecap manis
200 gram udang peci, kupas
2 butir telur, kocok lepas
3 sdm minyak untuk menumis

Haluskan:
5 siung bawang putih
1 sdt merica butir (saya pakai merica bubuk)
3 butir kemiri
1 sdm ebi, seduh dengan air panas
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

100 ml air
1 ikat kecil caisim, potong-potong
Bawang goreng untuk taburan

Pelengkap:
Emping goreng (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Seduh bihun dengan air hangat sampai lunak. Angkat dan tiriskan sampai airnya benar-benar habis. Beri kecap manis, kemudian aduk sampai tercampur rata. Sisihkan.
- Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum dan matang. Masukkan udang peci dan telur kocok sambil diaduk sampai udang berubah warna dan telur matang. Tambahkan air dan caisim, biarkan mendidih.
- Masukkan bihun yang sudah diaduk bersama kecap. Aduk sampai bihun dan bumbu tercampur rata. Angkat. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan emping goreng.

Cake Cokelat


Pertama kali ngajakin Kirana baking nih. Ternyata rempong sodara-sodara. Untung aja kuenya jadi dan ga bantat. Cerita ngajakin Kirana baking ituh karena masih masa pemulihan dan belajar toilet training, jadi saya dan Kirana mendekam di rumah. Karena selama ini Kirana terbiasa di toko, jadi ketika di rumah dia uring-uringan dan bosan. Padahal udah disetelin Disney Junior, masih aja nguntit emaknya kemana-mana. Jadi kemaren siang saya ajakin Kirana bikin kue cokelat. Maksudnya biar Kirana ada kegiatan dan ga bosan. Tapi ya gitu deh.. pas ngocok pake mikser sih aman karena pake standing mikser, jadi miksernya cuma diliatin. Pas mulai masuk tahap berikutnya yang mulai masukin tepung dan bahan lain, kehebohan pun dimulai. Mulai dari tepung berceceran kemana-mana, adonan belepotan kemana-mana. Duhh saya yang selama ini terbiasa kerja rapi dan bersih kalau baking cuma urut dada sajah... Sabar ya ma..

Nyobain cetakan silikon lagi nih. Lucu ya bentuknya. Sukaa deh.. Tapi hasil kuenya jadi berlubang-lubang karena saya lupa menghentak-hentakkan adonan untuk membuang udara yang terperangkap di dalamnya. Maklum lah tetiba dapat asisten baru.

Resep saya ambil dari bukunya Faiza Hermain - Cake Lapis Kukus. Aslinya cake ini bernama cake lapis cokelat, ada 2 layer, dilayer lagi pake adonan putih. Karena mau praktis, saya buat versi cokelatnya saja. Karena mulai mengurangi bahan tambahan pangan sintetis, jadi mulai memilah-milah resep. Resep yang ini tanpa emulsifier, jadi lebih aman. Konsekuensinya, cake jadi agak berat.

Bahan:
5 butir telur ayam
150 gram gula pasir (saya gunakan 100 gram)
50 gram tepung terigu
50 gram cokelat bubuk
75 gram margarin, cairkan

Cara Membuat:
- Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang, masukkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan margarin, kocok sampai tercampur rata, sisihkan.
- Siapkan loyang, alasi dengan kertas roti, masukkan adonan ke dalam loyang, kukus selama 20 menit hingga matang. Angkat, keluarkan, setelah dingin potong-potong.

Gangan Asam


Kemaren pas sakit, albumin Kirana sempat drop. Jadi harus tranfusi 200 cc albumin buatan. Jadi atas saran Dokter Nevita Sp.A, Kirana harus sering makan ikan gabus supaya albuminnya tetap stabil. Kendalanya adalah saya itu ga pernah sekalipun masak ikan gabus. Di Pontianak, yang namanya ikan gabus tidak mudah didapatkan. Setelah beberapa hari berburu, dapatlah ikan gabus ini di toke yang jual ikan di depan PDAM Jeruju. Alhamdulilah... Sekitar jam 1 saya telpon tokenya, rupanya pas ada. Jadi saya minta tolong ke ayah Kirana buat ambil ikannya. Di tempat toke cuma ada sekitar 10 ekor. Awalnya Ayah Kirana mau ambil banyak supaya dijadiin stok di freezer aja. Rupanya ga boleh sama tokenya. Setiap pembeli cuma boleh beli 2 ekor. Toke bilang karena ikan gabus ini biasa dimakan setelah orang-orang selesai operasi, makanya ga boleh beli banyak, satu orang hanya boleh beli 2 ekor aja biar bisa bagi-bagi. Tiap ekor beratnya kurleb 700 - 800 gram. Masih hidup pulak ikannya. Jadi pas diantar ke rumah, masih gerak-gerak tuh ikannya. Karena saya geli dengan ikan hidup, jadi saya tunggu Ayah Kirana pulang dari toko buat memutilasi ikan gabusnya

Sempat bingung sih ikan gabusnya mau dimasak apa. Untung saya ada buku resep yang oke banget dari Yasaboga. Buka-buka buku, langsung menemukan beberapa resep yang menggunakan ikan gabus. Baiklah.. saya coba Gangan Asam dulu. Gangan Asam ini masakan yang berasal dari Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin sendiri, ikan gabus ini dinamakan ikan haruan. Bisa dimakan segar, bisa juga dimakan dalam keadaan diasinkan. Jadi untuk beberapa minggu dan bulan ke depan, saya akan sering posting makanan dari ikan gabus kalau dapat ikan gabusnya. Jadi jangan bosan ya dengan postingan saya.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
1 ekor (kurleb 300 gram) ikan gabus, potong 3-4 (saya gunakan ikan 700 gram)
100 gram kangkung
10 batang kacang panjang, potong 3 cm
100 gram talas, potong 1x1x5 cm (untuk menghilangkan rasa gatal pada talas, cuci talas sebelum dikupas, kupas, potong-potong, rendam di air garam. Lendir pada talas itu yang bikin tangan rasanya gatal)
2 lembar daun salam
1 cm lengkuas, dimemarkan
4 sdm air asam yang kental
1 sdt gula merah

Bumbu Halus:
5 buah cabai merah tanpa biji (saya cuma pakai 2 biar ga pedas)
6 buah bawang merah
2 siung bawang putih
3 butir kemiri sangrai / goreng
1 sdt terasi
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Didihkan 1 liter air bersama bumbu halus, daun salam, dan lengkuas. Masukkan ikan setelah mendidih, kecilkan api. Masak 10 menit atau sampai bumbu meresap.
- Dengan api sedang masukkan berturut-turut: talas, kacang panjang, dan kangkung. Masukkan air asam, garam, dan gula. Didihkan kembali, setelah sayuran matang, matikan api.

Oatmeal Pancake Mix


Suka dengan oatmeal atau havermuth? Saya ga suka. Saya itu paling emoh makan oatmeal. Padahal oatmeal itu sehat kan ya?

Jadi saya itu punya sekantung oatmeal yang saya pun lupa kapan dibelinya dan buat apa dibeli. Walau oatmeal dibikin cake, cupcake, atau cookies, tetap saja lidah itu merasa berkeping keping ketika menyantapnya.

Yang saya suka hanya satu, ketika oatmeal dijadikan pembersih wajah. Pernah coba? Jadi ketika mau mandi, ambil 1 sdm oatmeal, beri sedikit air, biarkan sebentar, kemudian mulai bersihkan wajah dengan gerakan memutar. Setelah wajah dan leher dibersihkan dengan oatmeal, biarkan sekitar 1 menit. Baru bilas. Membersihkan wajah seperti ini mantap banget. Komedo lenyap, wajah bersih cerah, aman dan murah pula. Sukaaa deh.

Oh ya, balik lg ke cerita oatmeal pancake, saya juga rupanya ga doyan. Jadi cukup makan sekeping aja. Sisanya dimakan sama kirana dan ayah. Kirana makan pake cokelat oles. Ayah makan pake madu. Oh ya, adonan oatmeal pancake ini kental karena ada tambahan oatmealnya, ga seperti adonan pancake pada umumnya. Jadi jangan kaget ya.

Kurang cakep nih fotonya.... Harusnya udah benar-benar siap baru tuang madu, jadi ada efek lelehan madu di pancakenya. Ini saya ambil gambarnya kelamaan. Jadinya ya lelehannya udah keburu turun ke piring.

Resep diambil dari bukunya Indriani - Pancake Klasik & Modern. Satu resep ini bisa dapat 10 keping pancake diameter 8 cm. Biar cepet dan praktis, saya bikin pake loyang martabak mini. Makanya bentuknya agak beda ya.

Bahan 1:
100 gram havermuth
80 gram tepung terigu protein rendah (saya gunakan tepung serbaguna - protein sedang)
5 sdm gula palem
240 ml susu nonfat (saya pakai susu full cream)
1 sdt kayu manis bubuk
1 sdt garam
1 sdt baking powder
1/2 sdt cream of tartar (saya ga pake)

Bahan 2:
2 butir telur
60 cc minyak zaitun (saya pakai minyak sayur)

Cara Membuat:
- Campur semua bahan 1 hingga tercampur rata. Simpan dalam kulkas dalam wadah tertutup.
- Kocok telur. Tambahkan minyak zaitun, kocok hingga rata.
- Ambil adonan bahan 1, masukkan ke dalam campuran telur dan minyak zaitun. Aduk hingga tercampur rata. Diamkan selama kurleb 30 menit.
- Olesi cetakan pancake dengan minyak, panaskan. Tuang 1 sendok sayur adonan ke dalam cetakan, masak hingga berlubang-lubang selama kurleb 2-3 menit. Balik. Masak hingga kedua sisi berwarna kecoklatan.
- Sajikan dengan ice cream dan coklat leleh.

Spaghetti Sausage With Saus Bolognaise


Pertama kali nih nyobain bikin saus bolognaise sendiri. Seringnya beli yang siap saji karena faktor M (Malas). Berbagai merek saus bolognaise sudah saya coba, kok ga pernah ada yang sreg di lidah saya. Makanya kalau yang namanya spaghetti seringnya saya masak aglio olio ketimbang dipakein saus. Nah.. yang suka kalau spaghetti dipakein saus bolognaise itu Ayah dan Kirana. Berhubung Kirana sudah mulai masuk terapi steroid untuk sindrom nefrotiknya dan tidak diperbolehkan makan apapun yang menggunakan bahan pengawet dan harus diet garam, jadi semua asupan Kirana harus homemade yang rendah garam. Tantangan buat mama nih untuk lebih sering rajin di dapur. Eh ga ding... tantangan sebenarnya itu membujuk Kirana untuk makan obat Prednison yang terkenal sangat pahit. Duhh pusing saya....

Kali ini saya bikin spaghettinya ditusuk pake sosis. Mungkin sudah banyak ya para food blogger yang nyobain makan spaghettinya diginiin. Saya aja yang baru nyoba. Huhuhu... kemana aja dirimu Rika. Sosisnya saya pakein sosis ayam, spaghettinya pake yang whole wheat, makanya warnanya kecoklatan. Ternyata spaghetti whole wheat itu agak keras yak daripada spaghetti biasa.

Oh ya, udah pada tahu kan caranya bikin spaghetti sausage seperti ini? Jadi sosis dipotong dua atau tiga bagian, terus ditusuk menggunakan beberapa spaghetti yang masih mentah. Rebus sosis bersama spaghetti dan sedikit minyak hingga lunak, tiriskan. Kalau saya lebih memilih membuat saus bolognaisenya terlebih dahulu daripada merebus spaghetti. Jadi ketika dimakan, spaghetti masih dalam keadaan hangat. Hmm... Kalo mau jujur, saya lebih suka sosis yang digoreng daripada sosis yang direbus seperti ini.

Resep saus bolognaise saya ambil dari bukunya Yasaboga - Koleksi 120 Resep Masakan Sapi.

Bahan:
250 gram daging cincang (saya pakai ayam cincang)
1 buah bawang bombai cincang
1 siung bawang putih, dimemarkan
300 gram tomat, seduh air mendidih, kupas, cincang
1 buah wortel dicincang halus
2 sdm tomat pasta
1/2 sdt basil kering (saya ga pake)
1/2 sdt oregano kering (saya ga pake)
1/2 sdt garam
1 sdt gula
1 bungkus pasta, rebus sesuai petunjuk kemasan (saya pake spaghetti whole wheat + sosis)
Keju parmesan untuk taburan (saya ga pake)
 
Cara Membuat:
- Tumis bawang bombai dan bawang putih dengan 3 sdm minyak zaitun / margarin sampai layu, masukkan tomat, wortel, aduk. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna.
- Tuangkan 200 ml air, masukkan pasta tomat. Masak sampai matang dan saus mengental. Bubuhkan garam dan gula, terakhir basil dan oregano. Hidangkan dengan pasta rebus, taburi keju parmesan.

Sambal Goreng Printil


Duhh cabenya menggoda sekali. Ayah suka nih dengan menu-menu pedas seperti ini. Yang namanya daging giling itu memang enak dibikin apa saja, salah satunya ya dibikin printil. Apalagi printil dibikin pedas gini. Langsung ngecess liur ngeliatnya. Alhamdulilah.. nikmat sekali dimakan dengan nasi hangat.

Di Pontianak itu memang ga familiar dengan printil. Kalau saya beli daging giling di supermarket, pasti suka ditanyain sama konsumen lain, bisa dibikin apa ya. Padahal daging giling itu bisa dibikin apa saja. Ya salah satunya si printil ini.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Koleksi 120 Resep Masakan Sapi

Bahan:
300 gram daging cincang
1 lembar roti tawar, rendam air, peras
1 butir putih telur
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
Petai / kapri sesuai selera (saya ga pake)
2 buah cabai merah, tanpa biji, iris tipis
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 batang serai dimemarkan
2 lembar daun salam
Garam dan gula sesuai selera

Bumbu Halus:
5 buah cabai merah
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri goreng
1/2 sdt terasi

Cara Membuat:
- Camput rata daging cincang, roti, putih telur, garam, dan merica. Bulatkan sebesar kelereng (printil). Goreng dengan sedikit minyak sampai berubah warna. Tiriskan.
- Tumis bumbu halus bersama salam, serai, dan lengkuas sampai harum. Masukkan daging printil, tambahkan 200 ml air, garam, dan gula, masak sampai kuah tinggal sedikit. Sebelum diangkat masukkan cabai iris, petai / kapri, aduk rata.

Cake Zebra Pelangi


Jiahhh ini cake zebra yang ga ngezebra. Ceritanya tuh mo nyobain loyang silikon yang baru dibeli. Satu loyang ada 6 hole yang model tulban mini gini. Jadi dibikinlah cake zebra pake loyang tulban. Pas bikin kirain motifnya bakalan tipis kayak cake zebra yang pake cetakan bulat. Ternyata zebranya jadi gede-gede. Padahal tiap warna saya tuang 1 sdm. Karena loyangnya kecil kali yak jadinya motifnya ga zebra. Malah mirip motif sapi pelangi. Huhuhu....

Tapi saya suka kok dengan hasilnya. Cuantek. Saya suka juga dengan loyang silikonnya. Cuakeppp

Saran saya, patuhlah pada instruksi resep. Kalau di resep bilang loyang bulat, pakelah loyang bulat. Jangan seperti saya yang suka-suka pake loyang apapun. Maklum juragan loyang, loyang yang mau diuji coba kan banyak.


Resep saya ambil dari bukunya Dapoer Elisa - Cake Tanpa Oven : 30 Variasi Cake Kukus. Satu resep ini bisa jadi 6 loyang tulban silikon diameter 12 cm. Ehh ga jadi 6 loyang sih, masih ada sisa adonan sedikit, sisa adonan tuang aja di loyang cupcake.

Bahan:
6 butir kuning telur
3 butir putih telur
125 gram gula pasir (saya pakai 100 gram)
1 sdt sp
75 gram tepung terigu
25 gram tepung maizena
2 sdm susu bubuk
50 gram margarin, cairkan
25 ml minyak goreng
Pewarna makanan merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu.

Cara Membuat:
- Kocok semua telur, gula, dan sp hingga putih dan mengembang.
- Masukkan campuran terigu, maizena, dan susu bubuk perlahan sambil diaduk dengan spatula. Tuang margarin dan minyak, aduk kembali hingga rata.
- Bagi adonan menjadi 6 bagian, tambahkan pewarna makanan merah, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu di tiap bagian berbeda.
- Tuang 1 sdm adonan secara berseling di loyang bulat diameter 14 cm beralas plastik dan beroles minyak. (saya gunakan loyang tulban silikon tanpa diolesi apapun)
- Kukus dalam pengukus yang sudah dipanaskan hingga matang kurleb 15 menit. Angkat, potong-potong, dan sajikan.

Daging Asam


Pertama kali nyobain bikin daging asam. Daging asam itu masakan khas Aceh. Klo di jawa mirip asam-asam daging. Bedanya, daging asam ini pake santan. Kalau asam-asam daging itu tanpa santan. Rasanya tentu saja nikmat walau buat saya ga terlalu asam rasanya. Entah karena belimbing sayurnya agak kecil atau belimbing sayur di samping kamar itu rasanya kurang asam.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
500 gram daging sengkel / has luar
3 buah kentang, potong sesuai selera
750 ml santan dari 1 butir kelapa tua
8 buah bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 buah kapulaga
1/2 buah pala
2 cm kayu manis
2 buah cengkih
1-2 sdm air asam jawa
5 buah belimbing sayur

Bumbu Halus:
1 sdm ketumbar
1/2 sdt jintan
1/2 sdt adas manis

Cara Membuat:
- Potong daging searah serat, tebal 1 cm. Remas bersama bumbu halus, diamkan 30 menit.
- Tumis bawang merah - putih dengan 3 sdm minyak. Masukkan daging bersama semua bumbu kering. Aduk sampai daging kaku, tuangkan santan. Kecilkan api, aduk sesekali.
- Setelah daging empuk, masukkan kentang, air asam, dan belimbing sayur. Angkat setelah kuah tersisa 1/4 bagian. Rasa masakan agak masam dan segar.

Lumpur Surga


Kenapa ya dinamakan lumpur surga?

Dulu yang saya tahu dan pernah coba itu lumpur surganya Pak Sahak Pribadi yang mantep. Jadi kali ini saya mau cobain resep lumpur surga yang lain. Yang ini sama mantepnya kok. Saya bikin lumpur surga ini untuk acaranya Tante Ango, Alhamdulilah.. tamu pada suka. Banyak yang tanya ini kue apa. Mungkin mereka belum familiar dengan kue lumpur. Di Pontianak memang ga banyak yang kenal dengan kue lumpur.


Resep saya ambil dari bukunya Albertin Hoesni - Pedoman Memasak Terampil Kue Basah Yang Paling Diminati. Satu resep ini bisa dapat 27 buah kue lumpur diameter 6.1 cm.

Bahan:
5 kuning telur
2 putih telur
1/2 sdt garam
175 gram gula pasir (saya pake 150 gram)
1/2 sdt vanila bubuk
150 gram tepung terigu
250 gram kentang, kukus, dan haluskan (saya gunakan 75 gram kentang flakes yang ditambah air panas hingga beratnya menjadi 250 gram, aduk rata)
500 ml santan dari 1 butir kelapa (saya pakai santan instant yang dicairkan)
1 lembar daun pandan (karena pake santan kental, jadi ga pake daun pandan)
50 gram margarin, cairkan
Kelapa muda dan kismis secukupnya (saya cuma pake kismis kuning)

Cara Membuat:
- Kocok telur, garam, gula, dan vanila hingga berbusa.
- Campur tepung terigu dengan kentang halus, aduk, dan uleni hingga tercampur rata.
- Masak santan dan daun pandan sambil diaduk hingga mendidih dan biarkan dingin.
- Masukkan santan ke dalam telur, kocok dengan kecepatan rendah. Tambahkan campuran kentang, terigu sambil dikocok hingga rata dan lembut. Terakhir masukkan margarin cair, aduk rata. Saring adonan. (saya ga saring, males)
- Tuang adonan ini ke dalam cetakan kue lumpur sebanyak 3/4 penuh yang telah dipanaskan dan diolesi margarin terlebih dahulu. Tutup dan panggang hingga 1/2 matang. Beri kismis dan kelapa muda. Tutup kembali dan panggang hingga matang.
- Keluarkan dari cetakan dan hidangkan.

Vanila Genoise Cake


Jelek ya fotonya... lagi no idea dan bad mood pas moto. Jadinya begini deh hasilnya.

Iseng-iseng pengen nyobain bikin vanila cake, karena katanya vanila cake yang pake vanila susunya L'arome itu mantep harumnya. Sebenarnya pengen nyobain bikin cake pake vanila bean sih. Tapi kok ya mahal banget harganya. Ntar kapan-kapan pengen juga dicobain. Biar tahu aja perbandingannya.

Cara bikin vanila genoise cake ini mirip deluxe brownies yang pernah saya bikin. Telur dan gula dikocok di atas air mendidih supaya cepat kental. Jadi tanpa emulsifier pun telur dan gula akan kental berjejak dengan cantik.

Resep diambil dari bukunya Ambarini - Cake Cokelat Populer. Satu resep ini saya menggunakan 2 buah loyang ukuran 10x22x6 cm.

Bahan:
6 butir telur
150 gram gula pasir halus
2 sdt vanili ekstrak atau 1/2 sdt vanili bubuk
60 gram mentega tawar, lelehkan
140 gram terigu protein rendah, ayak (saya pakai protein sedang)

Cara Membuat:
- Siapkan loyang ukuran 24 cm x 24 cm x 5 c, alasi dengan kertas roti, olesi dengan margarin. Panaskan oven hingga bersuhu 175 c. Rebus air setinggi 2 cm dalam panci hingga mendidih.
- Siapkan wadah tahan panas berbentuk mangkuk, masukkan telur dan gula pasir. Masukkan wadah ke dalam panci berisi air mendidih sambil dikocok dengan mikser dengan kecepatan sedang hingga suhu telur hangat agak panas, kemudian angkat dari panci. Kocok dengan kecepatan tinggi hingga putih dan kental, tandanya bila mikser diangkat akan meluncur adonan seperti pita.
- Masukkan menjadi 3 tahap ayakan terigu, aduk rata dengan balon whisk atau dengan spatula, searah hingga rata, masukkan sisanya.Masukkan sebagian mentega tawar, aduk rata, tuang sisanya, aduk rata.
- Masukkan ke dalam loyang, lalu angkat sedikit, lalu jatuhkan loyang agar gelembung udara berlebih keluar, lakukan 3 kali.
- Masukkan adonan ke dalam oven, panggang selama 35 menit hingga permukaan cake matang, angkat, keluarkan dari loyang, dinginkan di atas rak kawat.

Telur Bumbu Kacang


Masih punya banyak stok telur, kali ini saya coba membuat telur yang dibumbu kacang. Kebetulan ayah kirana bilang pengen bikin sate yang pake saus kacang. Jadi ntar sisa bumbu kacangnya bisa disiram ke sate. Hehehe....

Cuma saya ini ga terlalu halus menghaluskan kacangnya. Saya gunakan chopper manual untuk mencacah kacang. Harusnya diblender aja kacangnya supaya benar-benar halus. Coba lihat kacangnya, masih besar-besar kan?

Resep saya ambil dari Tabloid Saji Edisi 296. Resep ini untuk 1 resep. Tapi saran saya, bumbu kacangnya terlalu banyak. Jadi untuk 10 buah telur, harusnya bumbu kacang ini dibuat setengah porsi juga sudah cukup.

Bahan:
10 buah telur ayam, direbus, dikupas, dikerat-kerat, goreng (saya tidak kerat)

Bahan Sambal Kacang:
300 gram kacang tanah kulit, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih
3 buah cabai rawit merah
75 gram gula merah
1/2 sdm garam
1/2 sdt terasi goreng
1 sdm air asam jawa dari 1 sdt asam jawa dan 2 sdm air, dilarutkan
500 ml air
Bawang merah goreng untuk taburan

Cara Membuat:
- Haluskan bawang putih, cabai, gula merah, garam, dan terasi. Tambahkan kacang. Aduk rata.
- Masak campuran kacang dan air hingga kental. Tambahkan telur. Aduk rata.
- Masukkan air asam. Aduk hingga mendidih.

Tropicana Slim Alergon Cookies

 
Pernah mencoba Tropicana Slim Alergon Cookies? Tropicana Slim ternyata ada varian cookies sehatnya juga lho. Namanya Alergon. Mengapa dibilang cookies sehat? Karena Alergon ini gluten free, laktosa free, egg free, peanut free, menggunakan gula buah, dan yang pasti bebas pengawet. Jadi buat yang sensitif maupun alergi terhadap gluten, laktosa, telur, kacang-kacangan, dan turunannya, Alergon ini sangat direkomendasikan. Apalagi buat anak-anak yang sering alergi terhadap makanan tertentu, wajar ya kita sebagai ibu peduli terhadap apa saja yang menjadi pemicu alergi anak kita.

Buat ibu-ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus misalnya autisme yang diharuskan diet bebas gluten, Alergon ini juga bisa dinikmati. Biasanya gluten itu terdapat dalam produk olahan gandum seperti roti, kue, biskuit, pasta, mie, sereal, daging olahan, dan sup instan. Nah.. karena Alergon itu adalah cookies yang bukan terbuat dari gandum, jadi aman banget buat anak-anak yang berkebutuhan khusus.

Alergon itu terbuat dari tepung beras, tepung singkong, margarin, kismis, dan air. Bagi yang pernah membuat homemade cookies yang terbuat dari tepung beras, pasti bisa mencium aroma tepung beras dari Alergon, khas sekali. Ayo ibu-ibu kita sediakan camilan yang sehat di rumah kita supaya kita sebagai ibu juga merasa secure terhadap asupan yang masuk ke tubuh anak. Bapak dan ibu juga bisa ikut menikmati sehatnya Alergon.

Ikan Kuah Belimbing Sayur


Kali ini saya coba masakan dari Nusa Tenggara Timur. Namanya ikan kuah belimbing sayur. Karena menggunakan belimbing sayur, yang pasti seger dong ya. Alhamdulilah.. ikan ini rasanya nikmat sekali. Saya menggunakan ikan tenggiri ukuran besar. Satu kilo cuma dapat 5 potong.

Belimbing sayur ini mengingatkan saya pada Bapak. Bapak yang menanam pohon belimbing sayur ini di depan kamar saya. Buahnya banyak sekali sampai sering berguguran. Ketika Bapak masih hidup, saya malah jarang sekali bikin masakan yang pakai belimbing sayur. Maklum, pengetahuan memasak pada waktu itu masih terbatas. Setelah Bapak meninggal, saya malah kepengen bikin masakan yang pakai belimbing sayur. Apa kabarmu Pak? Anakmu ini akan selalu merindukanmu *sedih*.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
2 ekor ikan kembung / 1 ekor ikan bandeng / kakap @600 gram, potong 3-4
1 sdt air kunyit parut (saya pakai kunyit bubuk)
2 batang serai, memarkan
6 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya
3 batang daun bawang, potong 2 cm
10 buah belimbing sayur, belah 2
750 ml air
1/2 sdt gula merah

Bumbu Halus:
8 buah cabai merah (saya cuma pakai 5 buah cabai keriting)
7 buah bawang merah
2 siung bawang putih
2 sdt jahe cincang
1/2 sdt merica bulat
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Lumuri ikan dengan air kunyit, 1 sdt garam, dan 1 sdm air jeruk nipis. Diamkan kurleb 10 menit.
- Didihkan air bersama bumbu halus, serai, daun jeruk purut, dan belimbing sayur. Masukkan ikan, masak sampai ikan matang, beri gula. Setelah rasa kuah cukup asam, masukkan daun bawang, angkat.

Bangga Masakan Indonesia bersama Zomato


Asyik ikutan challenge di Idfb lagi. Kali ini idfb bekerja sama dengan Zomato. Sudah pada tahu kan Zomato itu apa? Zomato itu mesin pencari restoran online dan mobile yang menyediakan informasi mendalam untuk lebih dari 370,000 restoran di 22 negara. Fitur utama konten Zomato meliputi menu, foto, koordinat dari setiap restoran sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan dan mengulas restoran serta berinteraksi antar Foodie lainnya. Pada 6 November 2013, Zomato secara resmi membuka operasionalnya di Jakarta-Indonesia dengan lebih dari 12,000 daftar restoran. Pada September 2014, Zomato telah membuka kota baru yaitu Bali. Saat ini, untuk Zomato Indonesia, restaurant yang terupdate di Jabodetabek dan Bali aja. Jadi misalnya saya ke Bali, mau cari makanan tertentu yang halal, saya bisa cari lewat Zomato. Ketemu deh restaurantnya. Atau misalnya pas saya lagi mudik ke Jakarta, pengen masakan dari daerah tertentu, bisa saya cari lewat Zomato. Mudah bukan.

Kali ini Indonesia Foodbloger dan Zomato ingin mengetahui masakan Indonesia Favorit saya.

1. Nasi Goreng
Hihihi... standar banget ya yang jadi masakan favorit saya. Se-Indonesia kenal dengan nasi goreng. Kalau di luar negeri, para bule biasanya doyan dengan nasi goreng. Saya juga doyan. Semua jenis nasi goreng saya suka, yang penting judulnya nasi goreng. Nasi goreng itu ada dua jenis. Ada yang pakai kecap dan tanpa kecap. Saya bukan pecinta kecap, dari dulu pun jaman nenek dan ibu saya bikin nasi goreng hanya menggunakan bumbu dan cabe, tanpa kecap. Biasanya kalau makan di restaurant, saya tanyain dulu nasi gorengnya pakai kecap apa ga. Nah.. saya pasti request yang tanpa kecap. Saya suka nasi goreng karena saya dibesarkan dengan nasi goreng, hihihi.. Dulu untuk sarapan pagi, sering dibikin nasi goreng dari sisa nasi kemaren. Yang namanya nasi goreng itu, tanpa perlu lauk yang beraneka ragam pun sudah terasa nikmat sekali. Sekarang, setelah menikah, Ayah Kirana yang kebagian masak nasi goreng.

Di Kedai Kita, menyediakan nasi goreng berbagai varian, ada nasi goreng ayam, nasi goreng pete, nasi goreng ikan asin, nasi goreng seafood, nasi goreng special, serta nasi goreng kambing. Harganya terjangkau sekali. Untuk nasi goreng mulai dari harga Rp. 21.000 - Rp. 29.000.

2. Asam-asam Iga
Asam-asam itu asalnya dari daerah Jawa Tengah. Biasanya untuk rasa asam menggunakan belimbing wuluh. Asam-asam bisa sering dibuat dengan daging atau ayam. Kami yang hidup di Kalimantan tidak mengenal asam-asam. Ketika pernah mencoba asam-asam, ternyata saya jatuh cinta. Seger banget makan asam-asam ini. Apalagi jika dipadukan dengan kelezatan iga, pasti lebih nikmat.

Di Bunga Rampai menyediakan menu asem-asem iga lho. Bukan hanya asam-asam iga, tetapi banyak menu masakan Indonesia, ditawarkan di Bunga Rampai. Suasana restaurantnya sangat nyaman. Cocok untuk makan bersama keluarga atau sekedar hang out dengan teman.

3. Gadon Daging
Pernah mencoba gadon daging? Gadon daging merupakan masakan khas dari Jawa Tengah. Daging yang dicincang, bumbu, santan, telur dan daun salam ditempatkan di daun pisang, kemudian disematkan atasnya dan dikukus. Rasanya sangat enak. Kami di Kalimantan ga kenal gadon daging. Ketika pertama kali saya coba, saya langsung cinta. Ketika dimakan, cita rasa dari daun salam sangat menggoda.

Di Remboelan, menyediakan menu ini. Padahal, gadon daging ini ga semua restaurant masakan Indonesia mau menyediakannya. Salut untuk remboelan.

4. Mie Kangkung
Mie kangkung dikenal di Jawa Barat. Umumnya menggunakan mie basah, kangkung, dan telur puyuh. Mienya pun dibuat berkuah. Buat yang belum pernah coba makan mie kangkung, wajib merasakan nikmatnya mie yang dipadu dengan garingnya kangkung. Ngerti kan maksudnya garing, itu lo ketika dimakan, kangkungnya masih kriuk kriuk. Mie kangkung pun menggunakan sambal khusus, yaitu sambal kemiri. Sambal kemiri itu yang membuat mie kangkung menjadi lebih nikmat.

Di Roemah Rempah, ada lho menu mie kangkung. Harganya cukup terjangkau. Tempatnya sangat nyaman. Yuk dicoba.

5. Soto Tangkar
Soto tangkar dikenal oleh masyarakat Betawi. Dibuat dari iga dan daging sapi dan kuah santan, serta bumbu-bumbu membuat soto tangkar sulit untuk dilupakan. Saya pernah satu kali mencoba soto tangkar ketika mudik lebaran tahun lalu. Dan.. saya suka sekali. Kirana suka dengan kuah sotonya yang bersantan.

Di Omah Sendok, soto tangkar ini bisa ditemukan. Saya suka dengan buku menu dari Omah Sendok. Tiap menu, ada fotonya dan ada ceritanya. Jadi ketika makan, pelanggan tahu sejarah dari makanan tersebut seperti apa. Suka deh...