Semur Frikadel


Pernah mencoba semur frikadel? Buat saya daging cincang yang diolah apa aja itu pasti enak dan mantap. Seperti juga yang satu ini.

Semur frikadel ini aslinya pake telur puyuh. Karena saya mau supaya lebih hemat, jadi saya ganti telur puyuh dengan telur ayam yang ukurannya kecil. Satu resep ini bisa dapet 7 bulatan jika menggunakan telur ayam. Tapi lapisan daging gilingnya ga bisa terlalu tebal. Kalau pake telur puyuh bisa tebal lapisan dagingnya. Lain kali saya akan coba pakai telur puyuh.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga – Koleksi 120 Resep Makanan Sapi

Bahan Frikadel:
300 gram daging cincang
2 potong roti tawar, rendam, peras
1 butir putih telur
1 sdm bawang goreng dihaluskan
¼ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk
¼ sdt garam
10 butir telur puyuh rebus, kupas (saya gunakan 7 buah telur ayam ukuran kecil)
3 sdm tepung terigu

Saus:
4 sdm kecap manis
1 buah bawang bombai, iris tipis
2 buah tomat potong-potong
1 sdt kaldu bubuk sapi
½ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk
1 sdt garam
1 sdt gula

Cara Membuat:
- Kecuali tepung terigu, aduk rata daging cincang dengan semua bahan. Bulatkan menjadi 10 buah, diisi dengan telur puyuh. Gulingkan satu per satu dalam tepung terigu, goreng dengan margarine atau minyak hingga kecoklatan, sisihkan.
- Saring sisa margarine untuk menumis bawang bombai hingga layu, masukkan tomat dan kecap. Aduk sampai agak mendidih, masukkan 750 ml air, bumbu dan bulatan daging telur. Angkat sesudah mendidih kembali.

Bakwan Jagung


Postingan sederhana tentang bakwan jagung. Saya yakin ibu-ibu semua pasti pernah bikin bakwan jagung di rumah. Makanan yang paling mudah dan sering menjadi pelengkap lauk pauk. Saya pun sering membuat bakwan jagung, tapi ga pake ilmu, pake kira-kira aja. Ketika saya buka-buka buku resep yang sudah lama dibeli tapi ga pernah disentuh-sentuh, ketemulah resep si bakwan jagung. Dicoba-coba bikin, ternyata resepnya mantep banget. Semenjak ketemu resep ini, jadinya tiap bikin bakwan jagung pasti cobain resep ini terus.

Oh ya.. kata Pak Bondan, antara bakwan jagung dan perkedel jagung itu beda lo. Bakwan jagung itu relatif banyak terigu ketimbang jagung. Sedangkan perkedel jagung, jagungnya dominan. Kalau berdasarkan defenisi dari Pak Bondan, sebenarnya ini termasuk perkedel jagung. Kalau buat saya sih, perkedel jagung dan bakwan jagung ya sama aja.

Resep saya ambil dari bukunya Lilly T Erwin - Sajian Bakwan & Perkedel. Bakwan jagung ini sangat nikmat kalau dimakan hangat.

Bahan:
250 gram jagung segar, sisir
100 gram tepung terigu
1 butir telur ayam
100 ml santan encer (saya pakai santan instant)
1 buah cabai merah, buang isi, iris tipis
1 sdm daun seledri iris
1 sdm gula pasir
Minyak secukupnya, untuk menggoreng

Bumbu Halus:
2 sdm bawang merah iris
1 sdm bawang putih iris
1 sdt ketumbar
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Campur jagung sisir, tepung terigu, telur ayam, santan, cabai, daun seledri, gula pasir, dan bumbu halus. Aduk hingga rata.
- Panaskan wajan, beri minyak goreng dengan ukuran 1 cm tinggi minyak atau jika menggunakan cetakan beri 2 sendok makan minyak.
- Setelah minyak panas, tuangi adonan bakwan jagung. Diamkan hingga adonan setengah kering, lalu balik.
- Diamkan kembali hingga permukaan bakwan berwarna kuning kecoklatan, angkat. Jika menggunakan penggorengan / wajan biasa, pastikan adonan tenggelam dalam minyak sewaktu digoreng tetapi minyak tidak boleh terlalu banyak.
- Hidangkan selagi hangat sebagai pelengkap lauk atau camilan.

Honeyed Brownies (NCC Brownies Week)


Alhamdulillah masih bisa bebikinan untuk ikutan NCC Brownies Week. Ini setoran kedua saya. Harap diterima ya para host manis legit.


Ini brownies ya? Brownies? Yaaaa ini brownies sodara sodara. Memang ga mirip brownies ya? Entahlah.. si empunya resep bilang ini brownies ya saya nurut aja.

Honeyed brownies itu sejenis kukis. Mungkin dikatakan brownies karena bertabur cokelat chips dan kacang. Tapi kukis ini beneran enak. Berani mencoba?


Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Brownies

Bahan:
175 gram tepung terigu
50 gram gula pasir halus (saya gunakan gula halus)
100 gram margarin
2 sdm madu
25 gram kacang mete panggang / sangrai, cincang
50 gram chocolate chips

Cara Membuat:
- Panaskan oven 180 C. Olesi loyang 18X28 cm dengan margarin.
- Ayak tepung terigu pada mangkuk, tambahkan gula dan margarin.
- Aduk-aduk dengan ujung-ujung jari hingga menjadi butiran-butiran. (saya aduk dengan spatula)
- Uleni hingga menjadi adonan yang lembut. Lalu tuang ke loyang ukuran 18x28 cm. (saya gunakan loyang 10x30x4 cm)
- Campur madu dengan kacang dan chocolate chips, aduk rata. Taburkan di atas adonan. Panggang hingga matang selama kurleb 25 menit.
- Dinginkan, potong-potong.

Pastel Tuna


Pernah cobain sensasi ikan tuna di dalam pastel? Kalau belum pernah coba, wajib coba. Ternyata enak pake banget. Selama ini yang umum digunakan untuk isian pastel adalah daging sapi. Ketika diganti menjadi tuna malah ada sensasi yang berbeda ketika memakannya.

Awalnya saya mau bikin pastel yang bentuknya bulat terus diulir tepi-tepinya. Ternyata sulit ya..atau saya aja yang belum pandai bikinnya, sering bocor isiannya.

Resep saya ambil dari selebaran Tepung Kompas. Satu resep ini bisa dapet 13 buah pastel seukuran 8 cm.

Bahan Kulit:
225 gram tepung terigu
50 gram telur (1 buah telur ukuran sedang)
45 gram mentega / margarin
3 gram garam (1 sdt)
50 ml air
10 gram daun seledri (potong kecil dan halus)

Bahan Isian:
125 gram bawang bombay (saya pakai 1 buah ukuran besar)
25 gram bawang putih
1 buah wortel, potong memanjang
5 cc minyak untuk menumis (sekitar 2 sdm)
1 batang jahe, dimemarkan (saya gunakan 2 cm)
200 gram ikan tuna (saya gunakan yang kalengan)
3 gram merica
3 gram garam

Cara Membuat:
- Kulit: campur semua bahan, tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis, istirahatkan adonan setelah itu dapat ditipiskan.
- Isian: tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, lalu masukkan wortel yang sudah direbus. (kalau saya, wortel tidak saya rebus)
- Masukkan ikan tuna, garam, dan merica. Aduk perlahan agar ikan tuna tidak hancur.
- Kulit dan isian siap dipakai, tipiskan adonan kulit (3 mm), cetak bulat dengan cetakan berbentuk bulat (ring), lalu isi dengan isian.
- Tutup kembali, tekan pinggirannya dengan garpu agar membentuk biku-biku.
- Goreng dengan minyak panas hingga kecoklatan.

Shepherd’s Pie (KB#2)

 
Tema PR di Kichen Blog kali ini adalah Casserole. Ada yang mengatakan wadah yang digunakan itu sebagai casserole (kalau di Indonesia kita bilangnya pinggan tahan panas). Ada juga yang mengatakan hidangannya itu sebagai casserole. Casserole juga identik sebagai makanan yang mudah untuk disiapkan. Jadi bikin bisa beberapa waktu sebelumnya, dimasukkan ke kulkas, kemudian ketika mau dimakan, baru dipanggang di dalam oven.

Untuk kali ini saya buat shepherd's pie. Saya bikin malam, kemudian wadah tahan panasnya saya wrapping dengan plastik putih, kemudian simpan di kulkas. Subuh keesokan harinya saya keluarkan dari kulkas, ketika sudah suhu ruang, baru saya panggang di dalam oven. Bikin sarapan pun menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Satu mangkuk pun sudah terasa sangat kenyang.

Ternyata shepherd’s pie itu rasanya manis. Pernah mencoba? Rasa manis didapat dari bawang bombay yang melimpah dan wortel yang cukup banyak. Jadi daging pun terasa manis.


Resep diambil dari bukunya Pungky Prakoso – Pai. Satu resep bias menghasilkan 4 buah remakin bulat ukuran 8 cm

Bahan Isian:
2 sdm minyak goring untuk menumis
3 buah bawang bombay, cincang (saya gunakan 2 buah bawang bombay ukuran besar)
2 buah wortel, potong dadu ½ cm
250 gram daging cincang (saya pakai daging giling)
1 blok kaldu sapi, larutkan dalam 50 ml air
2 sdm kecap inggris (saya pakai kecap asin)
1 sdm mustard (saya ga pake)
Garam dan merica secukupnya
1 sdm terigu
6 batang seledri, cincang halus
1 buah kuning telur, kocok

Bahan Pie:
50 gram mentega tawar (saya pake margarin)
1/2 sdt garam (karena pake margarin jadi saya tidak tambah garam lagi)
12 gram keju parut
1 butir kuning telur
90 gram tepung terigu protein sedang
1/2 sdt baking powder
1 sdm air
 
Cara Membuat:
- Panaskan minyak, tumis bawang bombay sampai harum dan layu. Masukkan wortel, tumis sebentar. Masukkan daging cincang, tumis sampai berubah warna, masukkan kaldu blok yang telah dilarutkan, kecap inggris, mustard, garam, dan merica. Aduk rata.
- Tambahkan terigu, aduk rata sampai tumisan kental. Angkat. Masukkan seledri cincang, aduk rata. Tuang tumisan ke dalam loyang pai, ratakan.
- Kulit, aduk rata bahan kulit. Dinginkan 20 menit dalam lemari es.
- Gilas adonan kulit setebal 5 mm, tutup loyang dengan sebagian adonan kulit. Olesi dengan kuning telur kocok. Panggang selama 45-60 menit dengan suhu 200 C sampai pai matang dan kulit berwarna cokelat kekuningan.


Bika Ambon (LBT#35)


Saya masih penasaran. Kenapa ya kue ini dinamakan bika ambon? Dari ambon kah? Tetapi mengapa lebih terkenal di medan?


Dulu bika ambon dibuat menggunakan tuak supaya bersarang bagus. Nah.. dengan semakin berlalunya waktu, penggunaan tuak sudah mulai digantikan oleh ragi instant. Kebanyakan bika ambon sering dibuat menggunakan loyang kotak. Entah kenapa saya selalu suka menggunakan loyang cupcake untuk membuatnya. Lebih cantik aja ngeliatnya. Banyak sekali metode di dalam membuat bika ambon. Ada yang dioven, ada juga yang langsung dipanggang di atas kompor. Yang kali ini saya bikin saya coba panggang dengan oven.


Resep diambil dari bukunya Bunda Inong - Cooking With Love

Bahan:
2 bungkus ragi instant
50 ml air hangat

Adonan:
300 ml santan kental atau santan instant
2 batang serai, memarkan
10 lembar daun jeruk
10 butir kuning telur
200 gram gula pasir
150 gram tepung sagu
2 sdm tepung terigu
2 butir telur utuh

Cara Membuat:
- Buat biang terlebih dahulu dengan mencampur ragi dan air hangat, aduk rata. Diamkan selama 20 menit.
- Rebus santan kental bersama batang serai dan daun jeruk hingga mendidih, angkat. Saring dan dinginkan.
- Kocok kuning telur bersama gula pasir hingga mengembang dan kental. Masukkan tepung sagu dan tepung terigu, aduk rata.
- Tambahkan adonan biang aduk rata. Masukkan santan ke dalam adonan sagu, aduk rata. Diamkan selama 2 jam.
- Panaskan oven dengan temperatur 180 C. Siapkan loyang yang sudah diolesi margarin. Tuangkan adonan hingga rata.
- Panggang selama 30 menit dengan menggunakan api atas dan bawah. Buka ovennya sedikit. Bila telah bersarang, matangkan dengan api atas saja sebentar, lalu angkat. (karena saya satuan yang ukurannya lebih kecil, saya panggang 20 menit saja)
- Balik di atas rak kue. Dinginkan dan potong-potong.

White Chocolate Brownies (NCC Brownies Week)


Ikutan NCC Week lagi... Alhamdulillah...

Kali ini temanya NCC Brownies Week. Asyikkk.. Siapa yang ga suka brownies ya.. Untuk setoran pertama, saya bikin White Chocolate Brownies. Brownies yang dibikin dengan cokelat putih. Enak? Pasti enak, full cokelat pemirsa.. Teksturnya beremah, khas banget ciri-ciri brownies panggang. Buat pecinta brownies, resep ini sangat recomemded.

Brownies ini saya bikin untuk arisan rt hari sabtu kemaren. Banyak yang memuji bahwa kuenya enak. Tapi sayang bikinnya ga banyak. Ternyata satu resep ini cuma muat satu loyang ukuran 10x30x4. Saya kira satu resep bisa dapat 2 loyang. Ternyata cuma satu. Karena beli cokelat putihnya ga banyak, akhirnya untuk arisan rt, brownies ini cuma ada dua loyang. Maap ya ibu-ibu. Tapi kue lainnya banyak kan bu?


Resep diambil dari bukunya Yeni Ismayani - Brownies Kukus & Panggang

Bahan:
75 gram mentega tawar
400 gram coklat masak putih, cincang
3 butir telur
90 gram gula pasir
1 sdt vanili
90 gram kismis (saya potong kecil kecil)
1 buah lemon, parut kulitnya
2 sdm air jeruk lemon
200 gram tepung terigu

Cara Membuat:
- Masukkan mentega dan 300 gram cokelat masak putih ke dalam panci, masak tim hingga cokelat meleleh, sisihkan. (jangan langsung dipanaskan di atas api ya, tapi panaskan panci yang lebih kecil, masak airnya hingga panas, matikan api, taruh panci mentega dan cokelat di atas panci, aduk rata hingga semuanya meleleh)
- Kocok telur, gula pasir, dan vanili hingga mengembang. Masukkan kismis, lemon, air jeruk lemon, tepung terigu, dan sisa cokelat putih yang sudah dicincang, aduk hingga rata.
- Tambahkan lelehan cokelat, aduk hingga rata.
- Tuang adonan ke dalam loyang brownies yang telah dialasi kertas roti dan diolesi mentega. Panggang di dalam oven dengan suhu 190 C selama 45 menit atau hingga matang. Angkat, potong-potong, sajikan.

Ubi Siram (IDFB Challenge # Kreasi Dapur Bersama Sajian Sedap)


Mari ikutan challenge dari idfb. Saya itu tiap ada challenge rasanya kok ga sah kalo ga ikut. Menang atau ga menang urusan belakangan, yang penting nampang dulu kalo udah ikutan challenge. Nah.. kali ini idfb bekerja sama dengan Sajian Sedap. Jadi kita bisa mempraktekan resep yang ada di websitenya sajian sedap atau donlod majalah sedap di play store. Karena saya ga punya kartu kredit buat uplod berbayar di play store, jadi saya mempraktekan resep yang ada di website sajian sedap, gratis soalnya.

Pilihan kali ini jatuh ke ubi siram. Ubi siram ini dikenal di Sulawesi Tengah. Saya ini memang bukan pecinta ubi, yang suka ubi itu Ayah Kirana. Saya cuma doyan bikin makanan yang dari ubi. Tapi klo makannya sepotong udah cukup buat saya. Sama dengan ubi siram ini saya buatkan untuk Ayah Kirana dan Kirana. Kirana itu suka ubi lo. Oh ya, kalau di tempat lain ubi ini disebut singkong. Tapi kalau di Pontianak kami menyebutnya ubi kayu.


Resep diambil dari Sajian Sedap. Satu resep ini hasilnya ga banyak. Semua yang difoto itulah hasil satu resep ini.

Bahan:
250 gram ubi kayu, dikupas
1/4 sendok teh garam
1 putih telur, dikocok lepas
1 kuning telur, dikocok lepas
minyak untuk menggoreng

Bahan Saus:
150 gram gula merah
1/8 sendok teh vanili bubuk
50 ml air

Cara Pengolahan :
- Kukus ubi kayu sampai empuk lalu ditumbuk halus. Masukkan garam dan putih telur. Aduk rata. Bentuk bola-bola. (saya haluskan pakai chopper)
- Celup ke kuning telur. Goreng sampai matang.
- Masak gula merah, vanili bubuk, dan air sambil diaduk sampai kental. Siram ke atas bola-bola ubi.

Cup Cake Pisang Keju


Ini ceritanya ada pisang yang sudah menghitam. Setengah sisir pisang berangan ini sudah ada dari tahlilan 3 hari bapak sampai ke tahlilan 7 hari bapak. Daripada mubazir, akhirnya saya punya ide untuk dibikin kue aja. Sempat inget-inget kue apa yang pengen dibikin pake pisang. Karena masih galau, baking blue, cooking blue dan sangat moody sejak kepergian Bapak, jadi benar-benar ga ada ide mau dibikin apa, akhirnya dibikin cake saja pisangnya. Ketika bongkar-bongkar buku resep, pilihan jatuh ke cup cake pisang keju.

Oh ya, karena cupcakenya pake baking powder, jadi cupcakenya mengembang. Cupcake ga saya isi penuh, masih saya sisakan sekitar 0.5 cm dari pinggir cup. Rupanya ketika dipanggang meluber. Seksi kan luberannya? Jadi kalau yang mau coba, bisa tuangkan adonan 3/4 dari tinggi cup biar hasilnya pas.

Resep diambil dari bukunya Yeni Ismayani - Cup Cake. Satu resep bisa dapat 32 cup ukuran kecil.

Bahan:
150 gram mentega
175 gram gula halus (saya gunakan 150 gram gula pasir)
4 butir kuning telur
225 gram tepung terigu
1 sdt baking powder
1/2 sdt soda kue
2 buah pisang ambon, haluskan (saya gunakan 6 pisang berangan ukuran kecil)
50 gram keju parut
4 butir putih telur, kocok kaku

Cara Membuat:
- Kocok mentega dan gula halus hingga lembut. Masukkan kuning telur, kocok kembali hingga mengembang.
- Masukkan tepung terigu, baking powder, dan soda kue, aduk hingga rata.
- Masukkan pisang ambon dan keju parut, aduk rata. Tambahkan kocokan putih telur, aduk rata kembali.
- Tuang adonan ke dalam loyang yang telah dialasi paper cup. Panggang dengan suhu 180 C selama 25 menit atau sampai matang. Angkat.

Buncis Muda Daging Cincang


Buat yang sering makan di restoran jepang, pasti kenal dengan sayuran yang satu ini. Saya kenal pertama kali waktu ditraktir di Red Suki. Buncisnya enak sekali dipadukan dengan gurihnya daging cincang. Buncisnya sih ya tetep rasa buncis, yang bikin nendang itu si daging cincang. Mantepp sekali.

Pas buka-buka bukunya Yasaboga, malah nemu resep si buncis penggoda yang pernah saya makan itu. Uihh tadi pagi langsung dicoba.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga – Koleksi 120 Resep Makanan Sapi

Bahan:
250 gram buncis muda utuh / kacang panjang, potong 6-8 cm
100 gram daging cincang
2 siung bawang putih cincang
3 buah cabai merah tanpa biji, cincang kasar
3 sdm saus tiram
1/4 sdt gula pasir
100 ml air
1/2 sdt merica bubuk

Cara Membuat:
- Panaskan 4 sdm minyak di wajan cekung (saya pakai teflon), siram-siraman minyak membasahi bagian dalam wajan. Masukkan buncis, aduk cepat sampai berubah warna. Beri 1/2 sdt garam, aduk, angkat, pindahkan ke piring saji.
- Bersihkan wajan dengan tisu dapur, panaskan2 sdm minyak untuk menggoreng bawang putih sampai kuning, dan matang. Angkat, sisihkan.
- Tambahkan 1-2 sdm minyak, masukkan daging cincang, aduk-aduk sambil masukkan semua sisa bahan. Angkat setelah mendidih dan kental. Tuang ke atas buncis, taburkan bawang putih goreng.

Pak Lay Cah (IDFB Challenge # Tulis Resepmu bersama Nakami Houseware dan Lazada)


Kali ini IDFB bekerja sama dengan Lazada. Pernah belanja di Lazada? Saya waktu mudik lebaran kemaren beberapa kali belanja di Lazada. Soalnya ongkirnya gratis untuk wilayah jabodetabek. Jadi seberapa beratnya tetap free. Barangnya pun lebih sering diskon dibandingkan toko-toko biasa. Salah satu produk yang dijual di Lazada adalah Nakami. Tau dong ya seberapa kerennya kitchen tools dan kitchen ware dari Nakami. Banyak diskonan lagi. Ihh suka sekali... Nah.. salah satu produk Nakami yang saya incar yang ini nih. Keren kan?


Kali ini saya bikin pak lay cah. Sudah pernah dengar atau makan makanan ini sebelumnya?Kalau buat saya, pak lay cah itu mirip lauk yang dicampur-campur. Karena sebelumnya belum pernah makan, jadi agak takjub aja pas ngeliatnya. Saya ga pernah makan lauk yang sebegitu bercampurnya. Ayah Kirana juga takjub. Tapi begitu dicicipi rupanya asik-asik aja. Unik...

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Menu Pesta

Bahan:
4 buah ampela ayam, direbus, iris tipis (saya ungkep dengan bumbu kuning)
4 buah hati ayam, direbus, iris tipis (saya ungkep dengan bumbu kuning)
250 gram rebung, direbus, iris tipis (saya ga pake, ga suka rebung)
250 gram wortel, dikerat membentuk bunga, iris tipis
250 gram bunga kol, lepaskan kuntumnya
500 cc kaldu ayam
100 gram udang kecil, kupas
100 gram daging ayam, iris tipis (saya gunakan ayam yang sudah diungkep dengan bumbu kuning)
1 buah bawang bombay, iris tipis
5 siung bawang putih, cincang halus
1/2 sdt merica halus
2 sdm kecap asin
Garam
Gula

Cara Membuat:
- Tumis bawang putih hingga kuning, masukkan ampela, hati, udang, daging ayam, dan bawang bombai.
- Setelah matang, masukkan wortel, rebung, dan kaldu ayam.
- Biarkan mendidih, baru masukkan kecap asin, merica, dan gula.
- Kentalkan dengan 1 sdm tepung maizena yang sudah dicairkan.
- Angkat dari api.

Brownies Ubi Ungu (YKMK#6)


Kali ini di YKMK ada tantangan baru yaitu "Kreasi Cake bersama ChefMate".

Karena di Pontianak cuma ada cokelat chefmate yang putih. Mari kita berdayakan menjadi cake. Oh ya cerita mengenai chefmate, di Pontianak itu cuma ada satu toko yang menjual chefmate. Sebenarnya di toko tersebut ada menjual yang dark dan white, tapi karena yang dark kondisi cokelatnya udah ga bagus (kemasannya banyak lubang seperti dilubangi semut), jadi saya cuma beli yang white.


Kali ini saya mencoba membuat brownies ubi ungu. Saya punya stok ubi ungu yang sudah entah berapa lama saya simpan di freezer. Jadi waktu beli itu, ubi ungunya saya kukus dan cuma saya haluskan menggunaan chopper, lalu saya simpan di freezer. Rencana awal waktu beli ubi ungu mo buat macem-macem pake si ubi ungu, tapi apa daya si ubi ungu malah lama nganggur. Ubi ungu itu teksturnya tidak lembut, jadi kalau untuk bikin kue, harusnya dihaluskan menggunakan blender dan diberi sedikit air. Kalau pakai chopper, hasil ubinya akan bergerindil karena chopper kan tidak menggunakan air, cuma ubi saja. Biasanya ubi ungu yang sudah saya chopper saya haluskan lagi menggunakan blender, tapi karena ngebayangin bahwa cakenya bakalan lucu kali ya kalau ada totolan warna ungu, maka ubi ungunya tidak saya haluskan lagi.


Seperti inilah tekstur brownies bertotol ubi ungu. Lucu juga ya... Oh ya karena ubi ungunya tidak dihaluskan, jadi warnanya ga ungu. Warna aslinya yang kuning itu yang menjadi lapisan di atas, sedangkan lapisan warna ungu, saya tambahkan pewarna ungu. Kalau menggunakan ubi ungu yang diblender tanpa pewarna ungu pun hanya akan berwarna ungu muda saja.


Resep diambil dari bukunya Dapoer Elisa - Cake Tanpa Oven : 30 Variasi Cake Kukus - Panggang

Bahan:
150 gram cokelat masak putih, cincang
75 gram margarin
75 ml minyak goreng
50 ml susu kental manis
6 butir telur ayam
150 gram gula pasir
1 sdt emulsifier
150 gram tepung terigu protein sedang
150 gram ubi manis ungu, kukus, haluskan
Pewarna ungu secukupnya

Cara Membuat:
- Panaskan dandang, beri serbet pada tutupnya, olesi margarin pada loyang, alasi dengan kertas roti, oles lagi dengan margarin. Sisihkan.
- Cairkan margarin, tambahkan cokelat masak cincang, aduk hingga cokelat lumer dan tercampur rata. Tambahkan minyak goreng dan susu kental manis. Aduk rata
- Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier hingga mengembang. Tambah tepung terigu dan ubi ungu, aduk rata menggunakan spatula. Tambahkan campuran margarin, aduk lipat menggunakan spatula.
- Tuang 1/2 adonan ke dalam loyang, kukus selama 10 menit. Sisa adonan diberi pewarna ungu, aduk rata. Tuang ke dalam loyang, kukus lagi selama 20 menit hingga matang.
- Setelah matang, dinginkan kue di rak pendingin.

Brownis Kukus Putih Telur


Ingin memanfaatkan sisa putih telur yang cukup banyak? Ini salah satu solusinya. Sisa putih telur bisa dibikin brownis. Rasa dan tekstur mirip dengan brownis yang menggunakan telur utuh. Rasa tentu saja sangat nyoklat. Tekstur kue pun lembut, tidak seperti kue putih telur lainnya yang keras. Berani mencoba?

Saya tidak menggunakan telur segar, maksudnya putih telurnya itu sudah saya ada di kulkas saya selama 8 hari. Baru sempat dibikin. Selama telur tidak berbau, putih telur masih oke jika digunakan. Jadi saya bikin brownis ini tadi pagi, nah.. malam sebelumnya, putih telur sudah saya keluarkan dari kulkas, saya timbang, sisanya masuk lagi ke kulkas biar ga rusak. Paginya baru saya bikin brownis. Kalau mau disimpan lebih lama, putih telur juga bisa dibekukan di freezer.

Resep saya ambil dari Tabloid Saji Edisi 285

Bahan:
250 gram putih telur
1/4 sdt garam
1 sdt emulsifier
125 gram gula pasir
75 gram tepung terigu protein sedang
30 gram cokelat bubuk
1/2 sdt baking powder
75 gram margarin
75 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
1 sdt cokelat pasta (saya ga pake)
1 sdm susu cair (saya ganti air)

Cara Membuat:
- Panaskan margarin. Matikan api. Tambahkan potongan cokelat masak pekat. Aduk sampai cokelat larut. Masukkan cokelat pasta. Aduk rata. Sisihkan.
- Kocok putih telur, garam, emulsifier setengah mengembang. Masukkan gula. Kocok sampai mengembang.
- Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
- Masukkan campuran margarin dan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan.
- Tuang adonan ke dalam loyang 26 x 26 x 3 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti (saya pakai loyang 20 x 20 x 6 cm)
- Kukus di atas api sedang 20 menit sampai matang.

Pastel Set Putih


Ukuran 9.5 cm - 7.8 cm - 6.8 cm
Harga Rp.21.000,-

Cake Carved


Untuk mendekorasi kue
Rp.38.000,-