Double Chocolate Strip Cookies


Kali ini bikin ala ala chocolate stick cookies gitu. Yang ini versi bedanya. Base cookiesnya berwarna coklat dan atasnya dikasi strip putih. Cantik ya kukisnya. Karena kukisnya berwarna coklat jadi agak-agak trik sebenarnya mengetahui kapan kukisnya matang. Karena kalau dilihat dengan mata, memang tak terlihat. Jadi mari kita lihat dengan hati (eyaaaa), beneran lo, berdasarkan filling aja. Jika kukis sudah terlihat kering bagian atasnya, bisa segera diangkat.

Oh ya ternyata chocolate stick itu ketika kukisnya sudah matang perlu perhatian khusus. Kondisi cokelat ketika panas mudah rusak, misalnya ga bisa kena tangan atau apapun. Jadi pindahkan kukis dengan hati-hati dari loyang ke cooling rack dan biarkan hingga cokelatnya benar-benar set. Butuh waktu agak lama hingga cokelat benar-benar set dan apabila dipegang tangan ga akan boncel-boncel lagi. Kasi strip putihnya pun saya acak adut. Ada yang miring-miring, ada yang tebal, ada yang putus juga. Maklum masih amatiran.

Resep diambil dari bukunya Chendawati - Stick Cookies. Karena buku-bukunya chendawati itu banyak sponsornya dan pakai nama merek, jadi untuk memudahkan, nama merek saya hilangkan ya.

Bahan A:
200 gram mentega
200 gram margarin
150 gram gula halus
150 gram gula pasir

Bahan B:
2 butir telur

Bahan C:
2 sdt baking powder (saya ga pake)
1 sdt soda kue
40 gram susu bubuk
50 gram bubuk coklat merah (saya pakai bubuk cokelat delfi)
15 gram bubuk coklat (saya pakai bubuk cokelat delfi)
800 gram tepung terigu

Bahan D:
250 gram chocolate stick

Cara Membuat:
- Kocok bahan A hingga setengah mengembang.
- Beri bahan B, kocok kembali sampai rata.
- Beri bahan C, aduk sampai rata dengan blender pastry. (saya gunakan spatula)
- Kemudian adonan diroll seukuran 4 mm. Beri chocolate stick. Kemudian potong-potong ukuran 1/2 cm x 7 cm. (saya pakai cutter dan chocolate stick dibagi 3)
- Angkat lalu susun di loyang yang telah diolesi dengan bahan pemoles loyang.
- Panggang dengan suhu 150 C selama 20 menit. Lalu turunkan suhu oven menjadi 100 C, panggang kembali selama 20 menit.

Kaastengels Nila Chandra



Bikin kaastengels lagi…. Karena kaastengels kentang sudah babay ludes setoples, jadi kali ini nyobain resepnya Nila Chandra. Kukis keju ini teksturnya ga lumer, masih bisa digigit. Jadi buat pecinta kaastengels yang kepengen bikin kukis keju yang masih bisa dikunyah, resep ini boleh dicoba.

Kali ini bikin kaastengels berbentuk bunga. Ga harus selalu berbentuk persegi panjang kan kaastengels itu? Ternyata kalo kaastengels itu dibentuk bukan persegi panjang tipis, naburin keju parut di atasnya lebih mudah dan ga berceceran kemana-mana.

Resep diambil dari bukunya Nila Chandra – Kue Kering Ala Nila Chandra.

Bahan:
250 gram mentega / margarin (saya pakai 125 gram mentega, 125 gram margarin)
3 kuning telur
1 putih telur
1 sdt garam halus
150 gram keju edam, parut
50 gram keju parmesan, parut (saya pakai cheddar)
400 gram terigu
100 gram tepung maizena

Untuk Olesan:
1 kuning telur, kocok
50 gram keju parmesan, parut (saya pakai cheddar)

Cara Membuat:
- Kocok mentega / margarine hingga putih. Tambahkan telur dan garam, kocok terus hingga halus. Masukkan keju serta campuran tepung terigu dan tepung maizena sedikit demi sedikir. Uleni adonan hingga dapat dibentuk.
- Pulungi adonan sebesar jari tangan, potong-potong ukuran 3 cm. Olesi bagian atasnya dengan kocokan kuning telur dan taburi dengan sedikit keju parut. Letakkan dalam Loyang yang telah diolesi mentega / margarin.
- Panggang dengan api sedang (180 C) selama kurleb 25 menit hingga matang. Angkat. Simpan dalam wadah tertutup.

Almond Butter Balls


Bikin kukis lagi dan lagi. Entah kenapa puasa ini semangat sekali bikin kukis. Padahal di rumah ga lebaranan kok, kita sibuk mudik. Hohoho…. Adrenalin sedang meningkat sepertinya. Jadi walaupun ngantuk tetep aja semangat bebikinan.

Kali ini bikin almond butter baals. Pake almond bubuk dan almond cincang. Karena di TBK langganan ga ada jual almond bubuk, jadi saya bikin almond bubuk sendiri. Caranya almond slice dan sedikit gula bubuk diblender dengan blender dry mill. Kenapa ditambahkan gula bubuk? Supaya ketika diblender, kacangnya ga menggumpal.Saya tahu trick ini waktu ikut demo bakingnya collata. Kalau ga ada almond boleh diganti dengan mente.

Bikin almond butter balls ini dibantuin sama Kirana buat ngebuletinnya. Kalo ngebuletin, agak lumayan lah Kirana udah mulai sedikit bisa walau masih tak terlalu bulat. Ngerjainnya pun ga lama kok. Biar bentuknya seragam, saya timbang @10 gram. Almond butter balls ini mirip dengan putri salju, tapi versi bulatnya.


Resep diambil dari bukunya Chendawati dan Ny.Liem - Kue Kering Klasik

Bahan I:
125 gram mentega
125 gram margarin
1/2 sdt garam
50 gram gula bubuk
100 ml lemon pasta (saya ga pake)
1 sdt emplex (saya ga pake)
1/2 sdt vanila bubuk
2 kuning telur
1 putih telur

Bahan II:
100 gram almond cincang, panggang 1/2 matang (saya gunakan almond slice)
100 gram almond bubuk, panggang 1/2 matang (saya gunakan almond slice dan sedikit gula bubuk, dihaluskan dengan dry mill)

Bahan III:
1 sdt baking powder (saya ga pake)
400 gram tepung terigu protein sedang

Bahan IV:
Gula donat secukupnya

Cara Membuat:
- Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan putih. Tambahkan bahan II, aduk. (saya kocok sebentar saja hanya sampai tercampur rata)
- Masukkan bahan III sedikit demi sedikit, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata.
- Bentuk bulat adonan sebesar kelereng, letakkan dan susun di dalam loyang yang telah diolesi dengan sedikit margarin hingga rata.
- Panggang ke dalam oven dengan suhu 150 C selama 15 menit, kecilkan suhu oven menjadi 100 C lalu panggang kembali selama 15 menit hingga matang dan kering. Angkat dan dinginkan.
- Gulingkan ke dalam gula donat hingga rata, ulangi sekali lagi. Simpan ke dalam stoples kedap udara.

Janhagel


Masih edisi bikin kukis untuk lebaran. Kali ini pilihan jatuh ke janhagel. Baru kali ini saya tahu ada cookies bernama janhagel. Kukisnya enak banget, lumer di mulut, harum butter, hmm mantep lah..

Buat yang pernah bikin brownies cookies, janhagel ini sama metodenya. Yang masih belum saya ngerti ketika membuat janhagel maupun brownies cookies ini adalah saya belum bisa membuat tingginya sama. Di saya, bagian tengah loyang selalu agak tebal lalu bagian pinggirnya agak tipis. Alhasil kukisnya ga sama tingginya. Trus entah karena terlalu overbake kali ya, pas setengah matang dan mau dipotong, saya potong dengan cutter kotak, dannn banyak yang retak, ga mulus kukisnya. Udah dipotong hati-hati pun masih aja ada yang retak. Untung retaknya ketutup pas dioles kuning telur dan dikasi almond slice.


Resep diambil dari bukunya Pak Sahak - Cake dan Kue Populer. Resep di bawah ini untuk 1 resep, saya bikin 2 resep pas untuk loyang cookies ukuran 30x30.

Bahan:
250 gram terigu protein sedang
150 gram mentega tawar
50 gram mentega (saya pakai margarin)
50 gram gula halus
2 butir kuning telur
50 gram almond slice / kacang mete cincang kasar
2 sdm gula pasir

Cara Membuat:
- Campur terigu, mentega tawar, mentega, gula halus, dan kuning telur, aduk rata dengan mikser kecepatan tinggi selama 5 menit atau hingga putih dan mengembang. (saya kocok tanpa terigu, mikser hanya sampai tercampur rata, setelah itu masukkan terigu, aduk dengan spatula hingga tercampur rata).
- Gilas adonan setebal 3 mm, letakkan di loyang dan oles tipis dengan kuning telur. (adonan saya ga bisa digilas, jadi saya langsung tuang ke dalam Loyang dan ratakan di loyang)
- Panggang dengan panas 150 C api bawah selama 20 menit. Angkat dan segera potong-potong berukuran 3x6 cm dengan pisau (saya langsung potong di loyang yang dialasi baking paper, saya potong dengan cutter kotak)
- Oles tipis dengan kuning telur, beri taburan almond slice dan gula pasir.
- Panggang kembali dengan panas 150 C api bawah selama 20 menit atau h htggtingga berwarna kecoklatan. Angkat dan keluarkan dari loyang.

Skotel Kentang Jamur Keju (LBT Sajian Ramadhan dan Lebaran 2015)


Lamaa ya LBT ga ada PR. Karena pas lagi rajin, jadi saya bikin skotel kentang jamur keju untuk kami berbuka puasa. Bikinnya kemaren pagi, potoh potoh terus taruh lagi di oven. Sorenya pas mau berbuka puasa baru diangetin. Hmm enak.... Kentang itu diapain aja memang enak kok. Atasnya kentang saya taburi mozarela yang banyak. Kirana suka sekali dengan skotel kentang ini.

Kentang diolah menjadi sajian itu sangat mengenyangkan. Ya karena kentang itu salah satu sumber karbohidrat ya. Kalau saya, masih ngerti mengganti nasi ke kentang. Tapi saya masih belum bisa mengganti dengan umbi umbian yang lain seperti singkong, ubi jalar, dll. Belum kenyang soalnya... maklum perut gajah.


Resep diambil dari bukunya Sufi S Y – Menu Lezat & Praktis 30 hari

Bahan:
400 gram kentang, kukus, haluskan (saya gunakan 100 gram kentang flakes ditambah 300 gr air mendidih, aduk hingga rata)
100 gram jamur segar, iris tipis (saya pakai jamur kalengan)
50 gram keju parut
4 butir telur, kocok sebentar
500 ml susu cair
1 sdt merica bubuk
1/3 sdt pala bubuk
75 gram bawang bombai, cincang halus
3 sdm mentega (margarin)

Cara Membuat:
- Panaskan 2 sdm mentega (margarin), tumis bawang bombai hingga harum. Angkat, tempatkan dalam wadah.
- Campur kentang ke dalam wadah berisi tumisan bawang bombai, aduk rata. Masukkan sisa bahan, kecuali mentega, aduk rata.
- Siapkan wadah tahan panas, olesi tipis mentega. Tuang adonan kentang, ratakan permukaannya, panggang dalam oven dengan api sedang hingga matang. Angkat dan hidangkan.

Kukis Hias


Ini adalah latbar kami waktu sebelum puasa kemaren. Latbar kali ini bikin kukis hias. Pengalaman pertama bikin kukis hias. Jadi harap dimaklumi kalau agak acak adut. Masih berusaha paham melukis dengan royal icing. Ternyata kalo bikin kukis icing itu bagusnya royal icing yang sudah dihias di atas kue didiamkam terlebih dahulu sekitar 30 menit baru dipanggang selama 10-15 menit dengan api bawah dan oven dalam keadaan terbuka. Menghias pun harus agak tipis, ga bisa tebal memberikan royal icingnya. Jika royal icing dipanggang langsung atau dalam keadaan tebal, maka setelah dipanggang, royal icing akan lepas dari kukis. Jika dipanggang agak lama pun warna royal icing akan pudar dan buram. Jadi cukup 10-15 menit saja.

Sudah pernah coba mentega susu vanilla? Untuk kukis ini saya menggunakan mentega susu vanilla. Ternyata harum sekali. Enak deh. Buat yang mau bikin kukis vanilla atau cake vanilla boleh banget pake mentega ini. Harumnya itu serasa dipakein vanilla susunya L’Arome. Sampe teman-teman latbar pada penasaran saya pake mentega apa saking harumnya. Rahasianya hanya di mentega susu vanilla lo.

Resep diambil dari NCC Indonesia

Bahan Cookies:
300 gram mentega
100 gram gula bubuk (tepung gula)
4 butir kuning telur
500 gram tepung terigu protein rendah
20 gram tepung maizena
1 sdt vanilla (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Kocok mentega dan gula bubuk dikocok sampai lembut.
- Masukkan kuning telur satu persatu kocok lagi sampai tercampur rata.
- Masukkan terigu, maizena dan vanilla aduk rata sampai bisa dibentuk. Bila adonan masih lunak, tambahkan terigu 1-3 sdm.
- Giling adonan diatas meja, dengan ketebalan tertentu, misalnya 5mm. Cetak dengan cetakan kukis, pindahkan ke loyang.
- Oven dengan suhu 140C selama kurang lebih 30 menit atau sampai keemasan.
- Keluarkan, biarkan dingin.

Bahan Royal Icing:
100 ml putih telur
500 gram gula bubuk (tepung gula)
1 sdt cuka masak atau air jeruk lemon
1-3 tetes essence

Cara membuat :
- Kocok putih telur dengan mixer sampai berbusa sedikit, masukan secara bertahap gula bubuk, masukan cuka/air jeruk lemon, kocok terus sampai mengental.
- Bagi adonan ke dalam beberapa mangkuk, beri pewarna makanan Aduk rata, masukan setiap warna kedalam plastic segitiga (piping bag) Gunting ujung piping bag, siap untuk menghias.

Penyelesaian:
Hias bagian atas kukis dengan Royal Icing warna yang kita inginkan. Biarkan kering atau oven dengan suhu 100’C selama 15 menit. Angkat.

Tips:
Bila glazur atau royal icing terlalu kaku, cairkan dengan menambahkan air jeruk lemon sampai kekentalan yg diinginkan

Kaastengels Kentang


Hai hai semua, saya ini mulai ikutan euphoria bikin kukis persiapan lebaran. Sebenarnya tahun ini rumah saya ga terima tamu karena bakal mudik ke rumah omanya Kirana di Bekasi, jadi kue kue ini ya buat dimakan kami serumah bukan buat tamu. Huhuhu….

Pertama kali bikin kaastengels aja. Saya yakin deh kaastengels ini ga bakalan tahan lama. Ga bakalan sampe lebaran tiba udah habis. Percaya deh. Kalau yang namanya kukis keju, duhh laris manis di rumah. Kaastengels ini saya bikin kemaren subuh. Dimulai jam 2 malem, selesai panggang jam 6 subuh. Kenapa bikin jam 2 subuh? Karena cuma di waktu itu yang matching sama jadwal bobo saya dan Kirana. Awalnya mau bikin jam malam, tapi kok ya baru selesai makan dan cuci piring jam 10 malam, trus Kirana heboh mo bantuin. Kebayang kan jam berapa selesainya kalau Kirana mau bantu? Jadi saya ajak aja Kirana bobo dulu. Jam 2 bangun, baru deh bikin kue. Aman terkendali kalo ngerjain sendiri daripada di’bantu’ Kirana.

Rasa dari kaastengels ini ngeju sekali. Buat cheese lover, silakan dicoba. Karena menggunakan tepung kentang, jadi tekstur kaastengels ini lumer di mulut. Ga perlu digigit langsung lumer. Enakkk deh. Di resep pake tepung kentang, tapi karena di Pontianak cuma ada flakes kentang, jadi flakesnya saya blender hingga menjadi tepung. Kali ini saya nyobain butternya Elle & Vire. Ternyata harumnya kurang ya..

Resep diambil dari bukunya Yantie Febrianti Husen – Variasi Kue Kering Favorit. Saya Cuma bikin 1/2 resep bisa dapet 1 toples pyrex yang tinggi.

Bahan:
300 gram mentega
300 gram margarin
4 buah kuning telur
1 sdt garam
100 ml fresh cream (saya pakai susu cair)
250 gram keju parmesan, parut (saya pakai keju edam)
250 gram keju cheddar, parut
Keju cheddar parut, untuk taburan

Bahan Tepung (Campur dan Ayak)
50 gram tepung maizena
50 gram susu bubuk full cream
500 gram tepung terigu protein sedang
500 gram tepung kentang
1 sdt baking powder (saya ga pake)

Bahan olesan (Campur dan Saring)
5 buah kuning telur (untuk 1/2 resep saya pakai 2 kutel)
1 sdm air
1/2 sdt minyak sayur

Cara Membuat:
- Campur mentega, margarin, kuning telur dan garam. Kocok hingga adonan mengembang dan berwarna kuning pucat.
- Tambahkan fresh cream sedikit demi sedikit. Kocok sebentar hingga rata.
- Masukkan keju parmesan parut dan keju cheddar parut. Kocok sebentar, matikan mikser.
- Masukkan bahan tepung. Aduk menggunakan spatula hingga adonan kalis.
- Bentuk adonan menjadi kotak panjang atau oval seukuran jari tangan. Tata adonan di atas loyang yang sudah dioles margarin.
- Olesi permukaan atas kue dengan bahan olesan, lalu taburi dengan keju cheddar parut. Lakukan hingga seluruh adonan terbentuk.
- Panggang cookies dalam oven bersuhu 180 C selama 20 menit (saya panggang dengan api kecil sekitar 140 C).
- Angkat dan biarkan dingin. Tata cookies ke dalam toples kedap udara.

Regenboog Puding


Puding ini adalah salah satu sajian berbuka puasa saya beberapa hari yang lalu. Entah mengapa kepengen bikin puding gitu biar segar. Cuaca Pontianak masih panas di puasa ini. Bukan hal yang mudah berpuasa di Pontianak dengan cuaca sepanas ini. Kisaran suhu di Pontianak di siang hari sekitar 34-36 C. Cukup panas bukan?

Balik ke cerita regenboog puding, puding ini berasal dari Belanda. Jika diartikan ke dalam bahasa inggris menjadi rainbow puding atau puding pelangi dalam bahasa indonesia. Memang bukan dalam enam warna seberti lazimnya rainbow puding. Mengapa hanya empat warna dan bukan enam warna? Karena di jaman dulu itu pewarna makanan yang ada hanya merah dan hijau. Biar lebih bervariasi digunakanlah warna coklat yang didapat dari coklat bubuk dan warna putih yang plain. Makanya hanya empat warna saja si rainbow puding ini.

Kalau soal rasa, ya standar lah ya. Namanya juga puding, ya rasanya begitu aja. Aslinya puding ini dimakan bersama dengan es. Kira-kira dibuat seperti es teler gitu, cuma isinya ya agar-agar rainbow ini doang. Saya ga pake, saya makan cuma pudingnya saja.


Resep diambil dari bukunya Nyonya Rumah Julie Sutarjana - 225 Resep Hidangan Spesial Pilihan Favorit Sepanjang Masa.

Bahan:
1 bungkus (11 gram) agar-agar bubuk warna putih
200 ml air
500 ml susu
100 gram gula pasir
Pewarna kue warna merah dan hijau
Cokelat bubuk secukupnya (saya cairkan dengan sedikit air)
Sirup vanili secukupnya (saya ga pake)
Susu manis kaleng secukupnya (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Masak agar-agar dengan air.
- Didihkan susu dengan gula sampai larut, campurkan ke cairan agar-agar, saring. Bagi adonan menjadi 4 bagian, masing-masing berwarna putih, merah, hijau, dan cokelat. (saya ambil untuk tiap warna kurang lebih 175 ml, warna yang menunggu untuk dituang akan membeku bisa dipanaskan kembali dengan cara ditim di atas air mendidih sambil diaduk-aduk supaya seluruh bagian mencair)
- Tuang adonan ke dalam loyang yang sebelumnya telah dibasahi dengan air, berurutan dari yang berwarna putih, dinginkan. Tuang adonan merah, dinginkan kembali, demikian seterusnya. Biarkan hingga dingin dan mengeras. Dinginkan dalam lemari es. (karena puding ga dibalik, jadi saya taruh yang berwarna putih di bagian paling atas)
- Hidangkan dengan sirup vanili, susu kental manis, dan es gepukan.

Satai Telur Puyuh

 
Satai telur puyuh ini kalau di Pontianak banyak dijual dimana-mana. Warung-warung lamongan pasti menyediakan satai telur puyuh dan jeroan ayam yang ditusuk sate juga di tiap meja makan. Bahkan di bubur ayam jakarta yang ada di sungai jawi pun juga menyediakan menu ini. Tapi ya mahal harganya. Dulu Rp.4.000,- per tusuk sate. Isinya 4 apa 5 butir gitu. Bikin sendiri tentu jauh lebih murah. Telur puyuh mentah cuma Rp.400,- doang perbuahnya. Bisa dapat banyak kalau masak sendiri ya.

Kirana sukaa sekali telur puyuhnya dimasakin kecap seperti ini. Ini menu kami pas sahur kemaren, masih tersisa banyak karena cuma lauk pendamping. Jadi sampai pagi masih tersisa cukup banyak. Karena Kirana belum puasa, jadi tadi pagi dia makan satai telur puyuh dan nasi. Kirana abisin 2 tusuk sate. Setelah itu satu tusuk sate diratah sama Kirana.

Merebus telur puyuh mentah itu agak tricky sebenarnya. Kalau ga bener, bagian kuning telur suka turun ke bawah, jadi kalau dikupas kulit telurnya jadi ga mulus karena kena di kuning telurnya itu. Jadi caranya, ketika merebus, tambahkan sedikit garam ke dalam air rebusan. Setelah itu aduk-aduk telurnya secara perlahan. Aduk selama 3-4 kali ketika direbus. Ketika sudah matang, langsung pindahkan ke air dingin, buang air panasnya. Tunggu hingga dingin dan kupas.

Resep diambil dari bukunya Anggraini Citra Kusuma - Paket Menu Komplit 30 Hari.

Bahan:
2 sdm minyak goreng
30 butir telur puyuh, rebus, kupas
6 tusuk satai

Bumbu Halus:
7 siung bawang meah
3 siung bawang putih

Bumbu Tambahan:
2 lembar daun salam
3 cm lengkuas, memarkan
8 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
300 ml air

Cara Membuat:
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas hingga harum.
- Masukkan telur puyuh, kecap manis, dan garam aduk hingga rata.
- Tuang air, masak hingga air menyusut. Diamkan 2 jam hingga bumbu dan kecap meresap.
- Tusuk telur menggunakan tusuk satai, sajikan.

Singit


Singit adalah masakan khas dari Jepara. Mirip dengan semur tapi semurnya bersantan. Aslinya singit ini dagingnya dipotong besar-besar, tetapi karena Kirana masih pada tahap belajar makan daging sapi, maka singit ini saya potong kecil-kecil supaya lebih mudah dimakan oleh Kirana.

Saya itu tipe penyimpan makanan. Karena saya tidak bisa setiap saat ke pasar, maka setiap kali belanja pasti selalu banyak dan disimpan di freezer untuk produk yang mudah rusak, termasuk santan. Cukup merepotkan kalau saya tiap butuh santan harus turun ke pasar. Jadi saya akali dengan cara membeli santan 1 liter dan membaginya ke dalam 200 ml untuk santan kental. Untuk memasak, saya lebih suka menggunakan santan peras yang dibeli di pasar ketimbang santan instant. Beda kentalnya kalau pakai santan kental. Santan instant itu sekental apapun tetap akan lebih kental santan peras. Gurihnya juga beda. Santan peras jauh lebih gurih daripada santan instant. Santan instant itu relatif tawar. Coba cicipi deh kalau ga percaya.

Resep diambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan:
500 gram daging sapi sengkel, potong-potong
350 ml santan dari 1/2 kelapa
3 sdm kecap manis
1 1/4 sdt garam

Bumbu Halus:
3 buah cabai merah
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt gula merah

Cara Membuat:
- Campur daging dan bumbu halus. Aduk rata.
- Tuang santan. Aduk rata.
- Tambahkan kecap manis dan garam.
- Masak di atas api sedang sambil seskali diaduk sampai matang dan kuah mengental.

Gerang Asem Be Pasih


Gerang Asem Be Pasih ini adalah masakan khas dari daerah Bali. Unik banget rasa dari masakan ini. Udang, cumi, dan ikan dicampur jadi satu. Baru kali ini nih saya makan seafood yang dicampur aduk seperti ini. Biasanya makan ikan ya ikan aja, atau cumi ya cumi aja, atau udang ya udang aja.

Selama puasa ini mudah-mudahan tetap rajin posting ya. Biarpun cuma posting makanan. Belum sempat bebikinan kue soalnya. Udah duluan cape di toko, apalagi dalam kondisi puasa dan toko sedang ramai-ramainya, jadi tubuh mudah lelah. Kalau udah di rumah, bawaannya mau cepat merem aja. Karena di rumah tanpa asisten jadinya ya masih disempetin masak setelah tarawih. Setelah tarawih??? Iya... Jadi makan malam jam berapa? Hmm bisa jam 21.00 atau jam 21.30. Kok bisa? Karena saya ga terbiasa langsung makan berat ketika berbuka puasa. Ketika berbuka puasa, makan kue dan minum air yang sangat banyak. Pontianak panas cynnn. Benar-benar panas.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
150 gram udang, buang kepalanya
2 ekor (200 gram) cumi, potong 1 cm
200 gram daging ikan kakap / tuna / kuwe / tenggiri - potong dadu 2 cm (saya pakai tenggiri)
10 buah cabai rawit utuh / dimemarkan (saya cuma pakai 2)
4 buah belimbng sayur, potong 2 cm
2 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya, sobek-sobek
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
1 sdt gula merah

Bumbu Halus:
5 buah bawang merah
6 siung bawang putih
3 butir kemiri sangrai
1 sdm kunyit cincang (saya pakai kunyit bubuk)
1 sdm kencur cincang
1 sdm lengkuas cincang
1 sdt terasi
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Dengan 3 sdm minyak, tumis bumbu halus cabai rawit, dan semua daun sampai harum. Tuangkan 750 ml air, didihkan. Masukkan cumi, kecilkan api setelah mendidih kembali. Masak kurleb 15 menit sampai cumi empuk.
- Besarkan api, tambahkan 200 ml air panas jika kuah berkurang banyak. Masukkan belimbing sayur, ikan, dan udang. Kecilkan api, masak selama 15 menit sampai seluruhnya matang. Beri air asam dan gula merah, aduk, angkat setelah rasa kuah cukup asam. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Loyang Plastik Karakter Kartun


Untuk membuat puding atau cake kukus berbentuk karakter kartun
Harga Rp.13.000,-
Bahan plastik tebal

Orem-orem


Orem-orem ini mengingatkan saya akan Alm Bapak. Bapak suka sekali jika dimasakin tempe bersantan, kadang diberi tambahan tahu dan ikan goreng. Puasa pertama ini mengingatkan saya akan Bapak. Tahun lalu puasa masih ada Bapak. Tahun ini kami tinggal bertiga di rumah ini.

Saya ga tahu lo kalo namanya orem-orem. Tahunya tempe bersantan aja. Hihihi... Maklum lah masih belajar tentang kuliner nusantara. Orem-orem ini khas jawa timur. Bapak asalnya dari Tulung Agung. Makanya kenal. Tapi ga pernah bilang juga kalo namanya orem-orem. Pas baca bukunya Yasaboga saya baru ngeh kalo namanya orem-orem.


Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
350 gram tempe, potong dadu 2,5 cm
3 lembar daun jeruk purut
5 buah cabai hijau, iris serong kasar
Cabai rawit sesuai selera (saya ganti cabe merah)
500 ml santan dari 1 butir kelapa tua
1/2 sdt gula merah

Bumbu Halus:
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
2 sdt ketumbar
1 sdt kencur cincang
2 butir kemiri sangrai
1 sdt garam
1 sdt air asam

Cara Membuat:
Didihkan santan bersama semua bahan dengan api kecil, sambil sesekali diaduk. Masak sampai kuah hampir asat, kental, dan berminyak.

In Memorian Bapak

Loyang Kapal


Ukuran panjang 22 cm lebar 22 cm tinggi 4 cm
Harga Rp.26.000,-
Bahan alumunium

Loyang Brownies Sekat 6


Untuk membuat brownies
Ukuran loyang 30 cm. Ukuran satuan 10 cm x 15 cm
Rp.59.000,-