Kukis Hias

Ini adalah latbar kami waktu sebelum puasa kemaren. Latbar kali ini bikin kukis hias. Pengalaman pertama bikin kukis hias. Jadi harap dimaklumi kalau agak acak adut. Masih berusaha paham melukis dengan royal icing. Ternyata kalo bikin kukis icing itu bagusnya royal icing yang sudah dihias di atas kue didiamkam terlebih dahulu sekitar 30 menit baru dipanggang selama 10-15 menit dengan api bawah dan oven dalam keadaan terbuka. Menghias pun harus agak tipis, ga bisa tebal memberikan royal icingnya. Jika royal icing dipanggang langsung atau dalam keadaan tebal, maka setelah dipanggang, royal icing akan lepas dari kukis. Jika dipanggang agak lama pun warna royal icing akan pudar dan buram. Jadi cukup 10-15 menit saja.

Sudah pernah coba mentega susu vanilla? Untuk kukis ini saya menggunakan mentega susu vanilla. Ternyata harum sekali. Enak deh. Buat yang mau bikin kukis vanilla atau cake vanilla boleh banget pake mentega ini. Harumnya itu serasa dipakein vanilla susunya L’Arome. Sampe teman-teman latbar pada penasaran saya pake mentega apa saking harumnya. Rahasianya hanya di mentega susu vanilla lo.

Resep diambil dari NCC Indonesia

Bahan Cookies:
300 gram mentega
100 gram gula bubuk (tepung gula)
4 butir kuning telur
500 gram tepung terigu protein rendah
20 gram tepung maizena
1 sdt vanilla (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Kocok mentega dan gula bubuk dikocok sampai lembut.
- Masukkan kuning telur satu persatu kocok lagi sampai tercampur rata.
- Masukkan terigu, maizena dan vanilla aduk rata sampai bisa dibentuk. Bila adonan masih lunak, tambahkan terigu 1-3 sdm.
- Giling adonan diatas meja, dengan ketebalan tertentu, misalnya 5mm. Cetak dengan cetakan kukis, pindahkan ke loyang.
- Oven dengan suhu 140C selama kurang lebih 30 menit atau sampai keemasan.
- Keluarkan, biarkan dingin.

Bahan Royal Icing:
100 ml putih telur
500 gram gula bubuk (tepung gula)
1 sdt cuka masak atau air jeruk lemon
1-3 tetes essence

Cara membuat :
- Kocok putih telur dengan mixer sampai berbusa sedikit, masukan secara bertahap gula bubuk, masukan cuka/air jeruk lemon, kocok terus sampai mengental.
- Bagi adonan ke dalam beberapa mangkuk, beri pewarna makanan Aduk rata, masukan setiap warna kedalam plastic segitiga (piping bag) Gunting ujung piping bag, siap untuk menghias.

Penyelesaian:
Hias bagian atas kukis dengan Royal Icing warna yang kita inginkan. Biarkan kering atau oven dengan suhu 100’C selama 15 menit. Angkat.

Tips:
Bila glazur atau royal icing terlalu kaku, cairkan dengan menambahkan air jeruk lemon sampai kekentalan yg diinginkan

Kaastengels Kentang


Hai hai semua, saya ini mulai ikutan euphoria bikin kukis persiapan lebaran. Sebenarnya tahun ini rumah saya ga terima tamu karena bakal mudik ke rumah omanya Kirana di Bekasi, jadi kue kue ini ya buat dimakan kami serumah bukan buat tamu. Huhuhu….

Pertama kali bikin kaastengels aja. Saya yakin deh kaastengels ini ga bakalan tahan lama. Ga bakalan sampe lebaran tiba udah habis. Percaya deh. Kalau yang namanya kukis keju, duhh laris manis di rumah. Kaastengels ini saya bikin kemaren subuh. Dimulai jam 2 malem, selesai panggang jam 6 subuh. Kenapa bikin jam 2 subuh? Karena cuma di waktu itu yang matching sama jadwal bobo saya dan Kirana. Awalnya mau bikin jam malam, tapi kok ya baru selesai makan dan cuci piring jam 10 malam, trus Kirana heboh mo bantuin. Kebayang kan jam berapa selesainya kalau Kirana mau bantu? Jadi saya ajak aja Kirana bobo dulu. Jam 2 bangun, baru deh bikin kue. Aman terkendali kalo ngerjain sendiri daripada di’bantu’ Kirana.

Rasa dari kaastengels ini ngeju sekali. Buat cheese lover, silakan dicoba. Karena menggunakan tepung kentang, jadi tekstur kaastengels ini lumer di mulut. Ga perlu digigit langsung lumer. Enakkk deh. Di resep pake tepung kentang, tapi karena di Pontianak cuma ada flakes kentang, jadi flakesnya saya blender hingga menjadi tepung. Kali ini saya nyobain butternya Elle & Vire. Ternyata harumnya kurang ya..

Resep diambil dari bukunya Yantie Febrianti Husen – Variasi Kue Kering Favorit. Saya Cuma bikin 1/2 resep bisa dapet 1 toples pyrex yang tinggi.

Bahan:
300 gram mentega
300 gram margarin
4 buah kuning telur
1 sdt garam
100 ml fresh cream (saya pakai susu cair)
250 gram keju parmesan, parut (saya pakai keju edam)
250 gram keju cheddar, parut
Keju cheddar parut, untuk taburan

Bahan Tepung (Campur dan Ayak)
50 gram tepung maizena
50 gram susu bubuk full cream
500 gram tepung terigu protein sedang
500 gram tepung kentang
1 sdt baking powder (saya ga pake)

Bahan olesan (Campur dan Saring)
5 buah kuning telur (untuk 1/2 resep saya pakai 2 kutel)
1 sdm air
1/2 sdt minyak sayur

Cara Membuat:
- Campur mentega, margarin, kuning telur dan garam. Kocok hingga adonan mengembang dan berwarna kuning pucat.
- Tambahkan fresh cream sedikit demi sedikit. Kocok sebentar hingga rata.
- Masukkan keju parmesan parut dan keju cheddar parut. Kocok sebentar, matikan mikser.
- Masukkan bahan tepung. Aduk menggunakan spatula hingga adonan kalis.
- Bentuk adonan menjadi kotak panjang atau oval seukuran jari tangan. Tata adonan di atas loyang yang sudah dioles margarin.
- Olesi permukaan atas kue dengan bahan olesan, lalu taburi dengan keju cheddar parut. Lakukan hingga seluruh adonan terbentuk.
- Panggang cookies dalam oven bersuhu 180 C selama 20 menit (saya panggang dengan api kecil sekitar 140 C).
- Angkat dan biarkan dingin. Tata cookies ke dalam toples kedap udara.

Regenboog Puding


Puding ini adalah salah satu sajian berbuka puasa saya beberapa hari yang lalu. Entah mengapa kepengen bikin puding gitu biar segar. Cuaca Pontianak masih panas di puasa ini. Bukan hal yang mudah berpuasa di Pontianak dengan cuaca sepanas ini. Kisaran suhu di Pontianak di siang hari sekitar 34-36 C. Cukup panas bukan?

Balik ke cerita regenboog puding, puding ini berasal dari Belanda. Jika diartikan ke dalam bahasa inggris menjadi rainbow puding atau puding pelangi dalam bahasa indonesia. Memang bukan dalam enam warna seberti lazimnya rainbow puding. Mengapa hanya empat warna dan bukan enam warna? Karena di jaman dulu itu pewarna makanan yang ada hanya merah dan hijau. Biar lebih bervariasi digunakanlah warna coklat yang didapat dari coklat bubuk dan warna putih yang plain. Makanya hanya empat warna saja si rainbow puding ini.

Kalau soal rasa, ya standar lah ya. Namanya juga puding, ya rasanya begitu aja. Aslinya puding ini dimakan bersama dengan es. Kira-kira dibuat seperti es teler gitu, cuma isinya ya agar-agar rainbow ini doang. Saya ga pake, saya makan cuma pudingnya saja.


Resep diambil dari bukunya Nyonya Rumah Julie Sutarjana - 225 Resep Hidangan Spesial Pilihan Favorit Sepanjang Masa.

Bahan:
1 bungkus (11 gram) agar-agar bubuk warna putih
200 ml air
500 ml susu
100 gram gula pasir
Pewarna kue warna merah dan hijau
Cokelat bubuk secukupnya (saya cairkan dengan sedikit air)
Sirup vanili secukupnya (saya ga pake)
Susu manis kaleng secukupnya (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Masak agar-agar dengan air.
- Didihkan susu dengan gula sampai larut, campurkan ke cairan agar-agar, saring. Bagi adonan menjadi 4 bagian, masing-masing berwarna putih, merah, hijau, dan cokelat. (saya ambil untuk tiap warna kurang lebih 175 ml, warna yang menunggu untuk dituang akan membeku bisa dipanaskan kembali dengan cara ditim di atas air mendidih sambil diaduk-aduk supaya seluruh bagian mencair)
- Tuang adonan ke dalam loyang yang sebelumnya telah dibasahi dengan air, berurutan dari yang berwarna putih, dinginkan. Tuang adonan merah, dinginkan kembali, demikian seterusnya. Biarkan hingga dingin dan mengeras. Dinginkan dalam lemari es. (karena puding ga dibalik, jadi saya taruh yang berwarna putih di bagian paling atas)
- Hidangkan dengan sirup vanili, susu kental manis, dan es gepukan.

Satai Telur Puyuh

 
Satai telur puyuh ini kalau di Pontianak banyak dijual dimana-mana. Warung-warung lamongan pasti menyediakan satai telur puyuh dan jeroan ayam yang ditusuk sate juga di tiap meja makan. Bahkan di bubur ayam jakarta yang ada di sungai jawi pun juga menyediakan menu ini. Tapi ya mahal harganya. Dulu Rp.4.000,- per tusuk sate. Isinya 4 apa 5 butir gitu. Bikin sendiri tentu jauh lebih murah. Telur puyuh mentah cuma Rp.400,- doang perbuahnya. Bisa dapat banyak kalau masak sendiri ya.

Kirana sukaa sekali telur puyuhnya dimasakin kecap seperti ini. Ini menu kami pas sahur kemaren, masih tersisa banyak karena cuma lauk pendamping. Jadi sampai pagi masih tersisa cukup banyak. Karena Kirana belum puasa, jadi tadi pagi dia makan satai telur puyuh dan nasi. Kirana abisin 2 tusuk sate. Setelah itu satu tusuk sate diratah sama Kirana.

Merebus telur puyuh mentah itu agak tricky sebenarnya. Kalau ga bener, bagian kuning telur suka turun ke bawah, jadi kalau dikupas kulit telurnya jadi ga mulus karena kena di kuning telurnya itu. Jadi caranya, ketika merebus, tambahkan sedikit garam ke dalam air rebusan. Setelah itu aduk-aduk telurnya secara perlahan. Aduk selama 3-4 kali ketika direbus. Ketika sudah matang, langsung pindahkan ke air dingin, buang air panasnya. Tunggu hingga dingin dan kupas.

Resep diambil dari bukunya Anggraini Citra Kusuma - Paket Menu Komplit 30 Hari.

Bahan:
2 sdm minyak goreng
30 butir telur puyuh, rebus, kupas
6 tusuk satai

Bumbu Halus:
7 siung bawang meah
3 siung bawang putih

Bumbu Tambahan:
2 lembar daun salam
3 cm lengkuas, memarkan
8 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
300 ml air

Cara Membuat:
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas hingga harum.
- Masukkan telur puyuh, kecap manis, dan garam aduk hingga rata.
- Tuang air, masak hingga air menyusut. Diamkan 2 jam hingga bumbu dan kecap meresap.
- Tusuk telur menggunakan tusuk satai, sajikan.

Singit


Singit adalah masakan khas dari Jepara. Mirip dengan semur tapi semurnya bersantan. Aslinya singit ini dagingnya dipotong besar-besar, tetapi karena Kirana masih pada tahap belajar makan daging sapi, maka singit ini saya potong kecil-kecil supaya lebih mudah dimakan oleh Kirana.

Saya itu tipe penyimpan makanan. Karena saya tidak bisa setiap saat ke pasar, maka setiap kali belanja pasti selalu banyak dan disimpan di freezer untuk produk yang mudah rusak, termasuk santan. Cukup merepotkan kalau saya tiap butuh santan harus turun ke pasar. Jadi saya akali dengan cara membeli santan 1 liter dan membaginya ke dalam 200 ml untuk santan kental. Untuk memasak, saya lebih suka menggunakan santan peras yang dibeli di pasar ketimbang santan instant. Beda kentalnya kalau pakai santan kental. Santan instant itu sekental apapun tetap akan lebih kental santan peras. Gurihnya juga beda. Santan peras jauh lebih gurih daripada santan instant. Santan instant itu relatif tawar. Coba cicipi deh kalau ga percaya.

Resep diambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan:
500 gram daging sapi sengkel, potong-potong
350 ml santan dari 1/2 kelapa
3 sdm kecap manis
1 1/4 sdt garam

Bumbu Halus:
3 buah cabai merah
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt gula merah

Cara Membuat:
- Campur daging dan bumbu halus. Aduk rata.
- Tuang santan. Aduk rata.
- Tambahkan kecap manis dan garam.
- Masak di atas api sedang sambil seskali diaduk sampai matang dan kuah mengental.

Gerang Asem Be Pasih


Gerang Asem Be Pasih ini adalah masakan khas dari daerah Bali. Unik banget rasa dari masakan ini. Udang, cumi, dan ikan dicampur jadi satu. Baru kali ini nih saya makan seafood yang dicampur aduk seperti ini. Biasanya makan ikan ya ikan aja, atau cumi ya cumi aja, atau udang ya udang aja.

Selama puasa ini mudah-mudahan tetap rajin posting ya. Biarpun cuma posting makanan. Belum sempat bebikinan kue soalnya. Udah duluan cape di toko, apalagi dalam kondisi puasa dan toko sedang ramai-ramainya, jadi tubuh mudah lelah. Kalau udah di rumah, bawaannya mau cepat merem aja. Karena di rumah tanpa asisten jadinya ya masih disempetin masak setelah tarawih. Setelah tarawih??? Iya... Jadi makan malam jam berapa? Hmm bisa jam 21.00 atau jam 21.30. Kok bisa? Karena saya ga terbiasa langsung makan berat ketika berbuka puasa. Ketika berbuka puasa, makan kue dan minum air yang sangat banyak. Pontianak panas cynnn. Benar-benar panas.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
150 gram udang, buang kepalanya
2 ekor (200 gram) cumi, potong 1 cm
200 gram daging ikan kakap / tuna / kuwe / tenggiri - potong dadu 2 cm (saya pakai tenggiri)
10 buah cabai rawit utuh / dimemarkan (saya cuma pakai 2)
4 buah belimbng sayur, potong 2 cm
2 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya, sobek-sobek
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
1 sdt gula merah

Bumbu Halus:
5 buah bawang merah
6 siung bawang putih
3 butir kemiri sangrai
1 sdm kunyit cincang (saya pakai kunyit bubuk)
1 sdm kencur cincang
1 sdm lengkuas cincang
1 sdt terasi
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Dengan 3 sdm minyak, tumis bumbu halus cabai rawit, dan semua daun sampai harum. Tuangkan 750 ml air, didihkan. Masukkan cumi, kecilkan api setelah mendidih kembali. Masak kurleb 15 menit sampai cumi empuk.
- Besarkan api, tambahkan 200 ml air panas jika kuah berkurang banyak. Masukkan belimbing sayur, ikan, dan udang. Kecilkan api, masak selama 15 menit sampai seluruhnya matang. Beri air asam dan gula merah, aduk, angkat setelah rasa kuah cukup asam. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Loyang Plastik Karakter Kartun


Untuk membuat puding atau cake kukus berbentuk karakter kartun
Harga Rp.13.000,-
Bahan plastik tebal

Orem-orem


Orem-orem ini mengingatkan saya akan Alm Bapak. Bapak suka sekali jika dimasakin tempe bersantan, kadang diberi tambahan tahu dan ikan goreng. Puasa pertama ini mengingatkan saya akan Bapak. Tahun lalu puasa masih ada Bapak. Tahun ini kami tinggal bertiga di rumah ini.

Saya ga tahu lo kalo namanya orem-orem. Tahunya tempe bersantan aja. Hihihi... Maklum lah masih belajar tentang kuliner nusantara. Orem-orem ini khas jawa timur. Bapak asalnya dari Tulung Agung. Makanya kenal. Tapi ga pernah bilang juga kalo namanya orem-orem. Pas baca bukunya Yasaboga saya baru ngeh kalo namanya orem-orem.


Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
350 gram tempe, potong dadu 2,5 cm
3 lembar daun jeruk purut
5 buah cabai hijau, iris serong kasar
Cabai rawit sesuai selera (saya ganti cabe merah)
500 ml santan dari 1 butir kelapa tua
1/2 sdt gula merah

Bumbu Halus:
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
2 sdt ketumbar
1 sdt kencur cincang
2 butir kemiri sangrai
1 sdt garam
1 sdt air asam

Cara Membuat:
Didihkan santan bersama semua bahan dengan api kecil, sambil sesekali diaduk. Masak sampai kuah hampir asat, kental, dan berminyak.

In Memorian Bapak

Loyang Kapal


Ukuran panjang 22 cm lebar 22 cm tinggi 4 cm
Harga Rp.26.000,-
Bahan alumunium

Loyang Brownies Sekat 6


Untuk membuat brownies
Ukuran loyang 30 cm. Ukuran satuan 10 cm x 15 cm
Rp.59.000,-

Termometer Oven


Cara pakainya tinggal dimasukin atau digantungin di dalam oven. Intip suhu oven dari kaca.
Harga Rp.95.000,-

Loyang Surabaya Zigzag


Untuk membuat lapis surabaya motif zigzag. Ukuran 24 cm.
Harga Rp. 83.000
Bahan alumunium tebal

Tatakan Gas


Bisa juga digunakan sebagai tatakan air galon
Harga Rp. 85.000
Bahan besi tebal

Jelly Buah B


Untuk membuat puding berbentuk buah-buahan
Harga Rp. 17.000
Bahan plastik tebal

Jelly Buah A


Untuk membuat puding berbentuk buah-buahan
Harga Rp. 17.000
Bahan plastik tebal