Deluxe Brownies


Hmm namanya bagus ya deluxe brownies. Brownies yang satu ini cukup unik. Umumnya yang namanya brownies itu kan cukup diaduk-aduk aja bahan-bahannya, nah deluxe brownies ini dikocok ala membuat sponge cake. Yang bikin beda lagi dikocoknya di atas air yang mendidih. Awalnya saya penasaran kenapa harus dikocok di atas air mendidih, ternyata metode seperti ini mempercepat telur dan gula menjadi kental. Tadi dikocok hanya 5 menit saja, adonan sudah kental berjejak. Padahal kalau dikocok biasa tanpa air mendidih bisa 10-15 menit baru kental berjejak.

Aslinya deluxe brownies ini menggunakan kacang mete panggang yang ditumbuk. Karena saya ga punya kacang mete, saya ganti dengan kacang almon iris, boleh kan ya? Deluxe brownies pun ini tidak sehitam brownies pada umumnya, karena penggunaan coklat masak dan coklat bubuk tidak sebanyak brownies pada umumnya. Kalau menurut saya, lebih mirip cake cokelat.

Resep diambil dari bukunya Indriani - Modern & Classic Brownies. Saya kurangi penggunaan gula pasirnya supaya tidak terlalu manis. Satu resep ini saya panggang di loyang 10x30x4 cm, pas hasilnya.

Bahan:
175 gram margarin / mentega
125 gram cooking chocolate, potong-potong
300 gram gula pasir halus (saya cuma pakai 150 gram)
2 sdt ekstrak vanili
3 butir telur
175 gram tepung terigu
100 gram kacang mete panggang, tumbuk kasar (saya pakai irisan kacang almond)

Cara Membuat:
- Panaskan oven dengan panas 180 C
- Masak margarin dan cokelat dalam panci tim di atas api kecil, aduk-aduk hingga meleleh. Angkat, dinginkan.
- Kocok gula, vanili, dan telur pada wadah tahan panas dalam panci berisi air yang sedang didihkan, kocok selama 5 menit.
- Masukkan cokelat cair, kocok dengan kecepatan rendah. Tambahkan telur, kocok rata. Masukkan kacang dan tepung terigu, aduk rata. Lalu tuang dalam loyang ukuran 22.5 cm x 22.5 cm x 5 cm. Panggang selama 45 menit, dinginkan. Potong-potong sesuai selera.

Kenus Mebase


Kenus Mebase ini masakan khas Bali. Harusnya pake cumi kecil, tapi saya gunakan cumi besar. Saya ga sanggup kalau harus ngebuang tinta satu persatu cumi kalau ukuran kecil. Kenus mebade itu harusnya juga pakai daun kemangi. Tapi kemaren pas belanja ke pasar, daun kemangi lagi kosong, ya sudahlah.. masa mau ke pasar yang lain demi daun kemangi kan ya. Mudah-mudahan cumi besar dan tanpa daun kemangi ga merubah pakem ya..

Sudah tahu kan cara membuang tinta cumi tanpa harus tintanya menyebar kemana-mana? Caranya cukup mudah. Pilih cumi yang segar yang tintanya belum pecah, tarik kepalanya, kantong yang berisi tinta itu ada di bagian tengah berwarna perak, tarik saja kantong itu dengan hati-hati. Buang juga kantong isi perutnya (kadang di dalam kantongnya itu ada pasir, ikan-ikan kecil, udang kecil, dll). Cuci di air yang mengalir sampai bersih. Masukkan kembali kepala cumi ke dalam adannya, semat dengan lidi atau tusuk gigi. Kadang ada juga yang ngebuang bagian kulitnya, tinggal dibersihkan saja.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
750 gram cumi kecil, bersihkan (saya pakai cumi besar)

1 sdm air jeruk nipis
8 buah bawang merah, iris tipis
3 buah cabai merah, iris serong tipis
1 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
1-2 sdm air asam jawa
1 sdt gula merah
50 gram daun kemangi (saya ga pake)

Bumbu Halus:
8 buah cabai merah
8 buah bawang merah
4 siung bawang putih, iris tipis
2 sdt kunyit cincang
2 sdt jahe cincang
5 buah kemiri sangrai
1/2 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdt terasi
1 1/2 sdt garam

Cara Membuat:
- Masukkan kepala cumi ke tabung badan, lumuri air jeruk nipis kurleb 10 menit, tiriskan.
- Tumis bawang merah, cabai, serai, daun salam, dan bumbu halus. Setelah harum masukkan cumi, aduk-aduk dengan api sedang ampai cairan cumi habis. Tuangkan 250 ml air, air asam, dan gula, masak dengan api kecil sampai cumi empuk. Tambahkan air panas sedikit-sedikit bila cumi belum empuk. Sebelum diangkat, masukkan daun kemangi. Sajikan dengan taburan bawang goreng.

Telur Kukus


Pernah coba telur kukus? Telur kukus ini adalah masakan yang cukup terkenal bagi masyarakat Tionghoa di Kalbar. Saya aja yang baru kemaren kenal. Itupun karena para cece yang ada di grup BBM BKR Pontianak ngobrol seru tentang telur kukus. Kebanyakan, resep telur kukus ini sudah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Dan sekarang resep ini sudah diwariskan ke saya, ahahahaha...

Tekstur telur kukus ini mirip dengan kembang tahu. Lembut-lembut gitu. Makannya pun paling pas dimakan gitu aja, bukan dengan nasi. Alhamdulilah, kirana suka sekali. Lahap makannya. Karena ebi dicampur rata ke telur kukus, jadi ketika makan ada sensasi tersendiri dari gurihnya ebi. Ada juga yang menambahkan kecap manis atau kecap asin ke dalam telur, tapi kalau saya lebih suka yang plain seperti ini. Telur kukus ini dijamin ga akan amis lo. Jadi jangan khawatir.

Oh ya, cara mengukus telur ini beda ya dengan kita mengukus kue. Kalau mengukus kue kan air di bawah kue, uap panas dari air yang ke atas dan mematangkan kue. Kalau mengukus telur ini, mangkuk direndam di air. Mirip teknik au bain marie gitu, tapi ini ga dipanggang. Menurut para cece, biasanya dari jaman dahulu kala dikukusnya pake mangkuk ayam, tahu kan mangkuk ayam, itu tuh mangkuk yang ada gambar ayamnya. Karena udah diomongin gitu, saya pun nurut juga pake mangkuk ayam. Padahal pake mangkuk apapun ga masalah kali ya.

Bahan:
2 butir telur
200 ml air
2 sdm udang ebi kering, rendam hingga lunak, tiriskan
2 siung bawang putih
Garam secukupnya
Merica secukupnya

Cara Membuat:
- Masukkan telur ke dalam mangkuk, aduk dengan menggunakan garpu. Tambahkan air, aduk rata. Beri garam dan merica.
- Masukkan mangkuk ke dalam dandang, beri air sebatas tinggi 1/2 mangkuk. Tutup dandangnya. Kukus selama 10 menit.
- Cincang udang ebi dan bawang putih. Tumis cincangan ebi hingga harum, tambahkan sedikit garam. Tuang ke atas telur kukus yang sudah matang.
- Sajikan.

Khamir


Ingat khamir itu jadi ingat pas mudik kemaren di pekayon kan ada jual khamir di depan indomaret atau alfamart, sebenarnya cukup sering ngelewatin abang-abang yang jualnya, kepengen beli juga karena saya belum pernah makan. Si abang itu jual ada isi macem-macem, ada cokelat, stoberi, nenas, dll. Tapiii tiap ngelewatin si abang kok ga pernah singgah, cuma niat aja pengen singgah. Sampailah balik ke pontianak, dan saya lupa dengan si abang penjual khamir beserta lupa akan khamirnya. Pas beberapa hari yang lalu buka-buka buku ncc, ngeliat resep khamir. Ingatan itu pun muncul kembali. Akhirnya saya coba untuk bikin. Mudik tahun ini saya niatin deh cobain khamir si abang. Mudah-mudahan si abang masih jualan.

Di pontianak kayaknya ada deh yang jual khamir. Soalnya ada yang pernah ke toko nanyain cetakan kue khamir. Saya ingat pelanggan yang itu karena cukup unik buat saya. Suaminya orangnya saklek, maunya cetakan khamir yang sesuai diameter yang dia mau karena kakaknya punya cetakan yang seperti itu. Di toko saya ga ada jual seukuran yang bapak itu pengen. Bapak itu pokoknya ngotot pengen yang sama dengan yang dipunya kakaknya. Padahal kalau mau mudah, ya pake aja yang lebih kecil terus dimurahin harganya, kan mudah. Pada waktu itu entah beberapa kali bapak tersebut beserta istrinya buat ngecek cetakan khamir. Entah sekarang udah jualan atau belum kue khamirnya. Saya ga tahu beliau jualan dimana. Kalau rute-rute saya biasa jalan sih belum pernah nemuin yang jualan kue khamir ini.

Idealnya cetakan khamir itu berbentuk setengah bulatan. Benar-benar bulatan karena kuenya akan dibalik supaya kedua sisinya matang. Karena di rumah ga ada cetakan seperti itu, jadi saya putuskan untuk menggunakan cetakan kue lumpur. Biarpun bentuknya ga sama, yang penting rasanya kan sama.


Resep diambil dari bukunya Bu Fatmah Bahalwan dan Tim NCC - 241 Resep Makanan Favorit Anti Gagal. Di resep asli menggunakan tapai sebagai bahan untuk fermentasi, tapi nunggunya lama banget sampe 9 jam. Kata Bu Fat,bisa diganti dengan ragi instant dan waktu fermentasi cuma 3 jam saja. Jadi yang saya bikin versi ragi instant

Bahan:
500 gram tepung terigu protein tinggi
250 gram gula pasir
250 gram tape singkong (saya gunakan 1/2 sdt ragi)
100 gram margarin lelehkan
1 butir telur
½ sdm soda kue
½ sdt garam
Air matang secukupnya

Cara membuat:
- Bersihkan tape dari seratnya, campur dengan gula pasir, remas-remas. Sisihkan. (saya tidak pakai tape)
- Cairkan soda kue dengan sedikit air, sisihkan.
- Campur tepung terigu dan bahan lainnya dalam wadah, uleni perlahan dengan telapak tangan terbuka. (saya tambahkan ragi di proses ini dan diaduk pakai spatula)
- Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga menjadi adonan kental dan lembek. Diamkan selama 9 jam. (karena pakai ragi instant, saya diamkan 3 jam)
- Panaskan cetakan khamir, olesi dengan mentega. Tuangi 1 sendok sayur adonan. Biarkan hingga terlihat bersarang dan matang bagian bawah, balik, teruskan memasaknya hingga matang. Tes dengan ditusuk bila perlu. Angkat.

Ayam Tangkap


Saya baru tahu lho ada masakan dari Aceh yang bernama ayam tangkap. Ayam tangkap itu hampir sama dengan ayam goreng, bedanya ayam tangkap digoreng bersama dengan daun-daun, cabe, bawang merah dan bawang putih. Mirip seperti ayam goreng lengkuas. Yang pasti karena digoreng dengan daun-daun, ayamnya harum sekali setelah digoreng. Beda ketika menggoreng ayam biasa. Alhamdulilah Ayah Kirana suka, tapi kirana ga terlalu doyan karena ayamnya agak keras. Tekstur ayam yang langsung digoreng tanpa diungkep memang seperti itu. Karena harus digoreng dalam waktu yang agak lama supaya dalamnya mateng sehingga tekstur ayam menjadi sedikit keras. Yukk bagi yang mau coba.

Masakan Aceh memang lazim menggunakan daun salam koja. Di Pontianak ituuu ga ada daun salam koja, mungkin ada sih yang nanem, tapi sayanya aja yang ga tahu. Daun salam koja itu berdaun kecil-kecil. Mirip daun belimbing. Beruntai untai gitu. Karena ga ada daun salam koja, saya gantiin dengan daun salam biasa. Mudah-mudahan ga merubah pakem ya...

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
1 ekor (850 gram) ayam negeri / buras, potong 16-20
6 buah bawang merah, cincang
3 siung bawang putih, cincang
20 lembar daun salam koja / 5 tangkai daun kari, petik (saya pakai daun salam biasa)
3 lembar daun pandan, potong 2 cm
6 lembar daun jeruk purut, sobek-sobek
3 buah cabai hijau, iris 2 cm
3 batang serai bagian putihnya, memarkan
1 sdm air asam jawa

Bumbu Halus:
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
6 buah cabai rawit hijau (saya ga pake)
2 sdt kunyit cincang
2 sdt jahe cincang
1 1/2 sdt garam

Cara Membuat:
- Remas-remas ayam dengan campuran bumbu halus dan air asam, tiriskan setelah 15 menit.
- Panaskan kurleb 200 ml minyak goreng. Masukkan 1/2 bagian ayam, goreng setengah matang. Angkat, sisihkan. Goreng sisanya, juga setengah matang. Campur semua ayam goreng setengah matang bersama semua sisa bahan, aduk rata. Dengan api sedang, goreng semuanya sampai ayam kecoklatan. Angkat, tiriskan.

Puding Rasa Jeruk


Mengapa dinamakan puding rasa jeruk, bukan puding jeruk? Karena puding ini memang cuma rasa jeruk dan ga ada jeruknya. Saya menggunakan bubuk jelly yang sudah ada rasa jeruknya.

Beginilah kalau emak-emak malas. Bikin puding pun cari yang mudah. Ikuti saja aturan di belakang kemasan. Bagi dua, satu bagian dicampur biji selasih yang sudah dikembangkan. Satu lagi dibiarkan polos. Tuang deh ke cetakan. Selesai.


Maaf ya kalo fotonya cuma satu. Yang tersisa memang satu. Ceritanya tuh, puding ini dibikin sore-sore terus masuk kulkas. Pas malam, lampu padam, kan gerah tuh, makanlah kami pudingnya. Satu takaran itu jadinya 9 buah. Malam itu kami makan 5 buah sisa 4 kan ya. Dalam hati, sipp masih ada 4 bisa buat difoto besok. Ketika pagi udah angkut-angkut properti buat foto tuh ke depan pintu. Udah siapin piring, gelas, sendok. Trus ambil deh pudingnya dari kulkas. Ketika wadahnya dibuka.. taraaaaaa tinggal 1. Sempat putus asa sebentar, hampir ga jadi difoto. Tapii kan udah angkut-angkut masa dibalikin lagi. Akhirnya difotolah puding yang sebiji ini. Dan ini hasilnya... Inilah puding yang difoto tidak dengan sepenuh hati.

Kue Lumpur Pisang Keju


Kue lumpur itu ada yang versi kukus, dioven, dan dipanggang langsung di atas kompor. Ini kali pertama saya bikin kue lumpur yang dioven. Seringnya itu bikin kue lumpur yang langsung dipanggang di atas kompor. Kalau kue lumpur yang dikukus saya belum pernah coba, ntar ya kapan-kapan saya bikin kue lumpur yang dikukus.

Kalau menurut resep, harusnya pakai cetakan kue lumpur. Tapi saya uji coba pakai cetakan cupcake berbentuk oval. Biar beda aja. Saya coba dengan dipanaskan cetakan dan tidak dipanaskan. Ternyata hasilnya sama saja. Sama-sama sulit melepaskan kue dari cetakan. Jadi tunggu kue dingin baru tepi cetakan disisik (apa ya bahasa indonesianya... kira-kita tepi cetakan ditusuk kemudian diputar ke sekeliling cetakan) pakai sendok tipis lalu tarik, mirip kita ngelepasin chiffon cake dari loyangnya. Kalau melepaskan kuenya dalam keadaan kue panas, maka kue akan hancur, nempel dicetakan.

Rasanya hmm enak sekali, perpaduan antara kue lumpur dan kue sus. Garing-garing gitu pinggiran kuenya. Kue pun ga terlalu manis, cenderung gurih dari kejunya yang cukup banyak.Karena keju tidak diparut, maka potongan keju ketika digigit betul-betul terasa. Karena keju di dalam adonan sudah banyak, jadi saya tidak menambahkan parutan keju di atasnya.


Resep diambil dari bukunya Dapur Aliza - 25 Macam Kue Indonesia Populer Dari 5 Model Cetakan

Bahan:
100 gram margarin
250 ml air
150 gram tepung terigu
100 gram gula pasir
100 gram keju cheddar parut (saya potong dadu kurleb 0,5 cm)
1 sdt garam
1/2 sdt vanila bubuk
5 butir telur ayam, kocok (saya kocok dengan whisk)
350 ml santan dari 1 butir kelapa

Cara Membuat:
- Panaskan margarin bersama air, gula pasir, garam, dan vanili. Setelah mendidih, masukkan tepung terigu, aduk rata dan angkat. Masukkan telur kocok, keju parut dan santan ke dalam adonan, aduk hingga menjadi adonan yang kental.
- Olesi cetakan kue lumpur dengan minyak. Panaskan dalam oven. Setelah cetakan panas, tuang adonan 3/4 penuh. Masukkan kembali cetakan ke dalam oven. Panggang setengah matang, tambahkan 2-3 iris pisang dan keju parut. Panggang kembali hingga matang. Angkat.

Loyang Sepatu


Ukuran 10 cm x 24 cm T 13 cm
Harga Rp.107.000,-/set

Gelas Ukur Alumunium


Cup untuk 1 cup - 1/2 cup - 1/3 cup - 1/4 cup.
Bahan alumunium tebal.
Harga Rp. 80.000,-

Sendok Ukur Alumunium


Sendok untuk 1 sdm - 1 sdt - 1/2 sdt - 1/4 sdt
Bahan alumium tebal
Harga Rp. 45.000,-

Donat Hati


Untuk membuat donat berbentuk hati.
Ukuran 7 cm
Harga Rp.13.000,-

Donat Bunga


Untuk membuat donat berbentuk bunga.
Ukuran 7 cm
Harga Rp.13.000,-

Loyang Mickey Mini


Ukuran 8.5 cm - 9.5 cm - 11 cm 
Harga Rp.17.000,-
Bahan alumunium

Green Leaf Animal Cutter B


Cutter untuk kukis berbentuk binatang. Ada kupu-kupu, kucing, burung, kelinci, pinguin
Ukuran 3-3.5 cm
Harga Rp.18.000,-

Green Leaf Animal Cutter A


Cutter untuk kukis berbentuk binatang. Ada kura-kura, ikan, sapi, gajah, itik
Ukuran 3-3.5 cm
Harga Rp.18.000,-