Nasu Alikku


Akhirnya saya cobain juga bikin nasu alikku. Nasu alikku ini perpaduan antara opor dan ayam lengkuas. Masakan khas sulawesi ini memang mantap banget. Apalagi jika dimakan dengan nasi hangat. Dijamin bakal nambah nambah dan nambah lagiii... Alhamdulilah masih diberi nikmat makan.

Oh ya, karena udah lama ga bikin ayam goreng lengkuas, jadi cukup sulit juga ya untuk memarutnya. Karena udah diburu waktu dan saya ga sabaran, akhirnya lengkuas saya cincang halus pake chopper. Karena dicincang, hasilnya ga sehalus kalau diparut. Cuma karena saya diburu waktu untuk harus berangkat pagi jadinya ya apa adanya aja deh.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
1 ekor (850 gram) ayam kampung / 1 kg ayam negeri, potong 8 (saya potong 12)
500 ml santan dari 2 butir kelapa tua
100 gram lengkuas tua, parut (saya cincang)

Bumbu Halus:
10 buah bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdt kunyit cincang
1.5 sdt merica bulat (saya pakai merica bubuk)
1 sdm gula merah

Cara Membuat:
- Dengan api kecil, didihkan santan, lengkuas, dan bumbu halus sampai menyusut sebagian dan berminyak.
- Masukkan ayam, masak dengan api kecil sambil diaduk sesekali. Angkat setelah ayam empuk, kuah asat, berminyak dan kecoklatan. Sajikan ayam bersama remahnya.

Pukis Terigu


Uji coba bikin pukis lagi. Kali ini cobain resep yang menggunakan ragi. Untuk warna hijau saya gunakan daun suji yang diblender. Tapi seperti biasa, karena kurang banyak, jadi warnanya hijau muda. Muda banget warnanya.

Dannn saya lebih suka dengan tekstur pukis yang pernah saya buat sebelumnya. Aroma ragi pada pukis ini sangat kuat, berasa makan kue apem gitu. Dann yang pasti, karena menggunakan ragi, waktu yang dibutuhkan sampai adonan siap dipanggang terlalu lama buat saya. Saya itu ga sabaran orangnya, jadi harap dimaklumi, maunya ya setelah adonan dicampur bisa langsung dipanggang tanpa perlu menunggu dan bisa segera dimakan. Begituuu

Ada yang nanya, cara saya memanggang dengan panggangan biasa itu bagaimana caranya sehingga hasil akhirnya tetap cantik. Saya itu kalau memanggang dengan api kecil (bukan api lilin ya, tapi api di luar api lilin, jika 2 tungku biasanya satunya ada api lilin, dan satunya lagi api biasa, nah saya gunakan yang api biasa). Alasi dengan loyang kue kering yang sudah ga kepake, baru letakkan pemanggang pukis. Biarkan hingga panas, olesi margarin, baru tuang adonan. Setelah matang, saya keluarin kuenya menggunakan sendok kue yang tembaga. Kenapa harus yang tembaga, karena yang tembaga itu tipis bentuknya, jadi ga merusak bentuk kue yang sudah matang.


Resep diambil dari bukunya Nyonya Rumah Julie Sutarjana - 225 Resep Hidangan Spesial Pilihan Favorit Sepanjang Masa. Saya bikin 1/2 resep bisa dapat 25 buah pukis.

Bahan:
300 gram tepung terigu
10 gram gist (ragi instant)
150 ml air hangat-hangat kuku
300 gram gula halus
5 butir telur ayam (untuk 1/2 resep saya pakai 2 butir telur ukuran besar)
1 cangkir air
2 cangkir santan kental yang dimasak dulu dengan sedikit garam hingga kental (saya pakai santan instant yang diblender dengan 10 lembar daun suji yang sudah dipotong kecil)

Cara Membuat:
- Buat bibit roti dengan merendam gist dengan air hangat sampai hancur selama 30 menit. Lalu tuangkan pada 200 gram terigu, aduk-aduk sampai rata, uleni yang lama hingga adonan tak melekat lagi pada tempatnya. Diamkan selama 1 jam sampai mengembang.
- Kocok telur dan gula sampai putih dan berbusa. Sisa terigu diaduk menjadi satu dengan bibit roti, tuangi 1 cangkir air, uleni sampai rata. Tuangkan telur dan gula yang sudah dikocok sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Tambahkan santan. Biarkan selama 2 jam hingga mengembang.
- Olesi cetakan pukis dengan minyak, panaskan sampai keluar asapnya, lalu tuangi adonan hingga 3/4 bagian. Bila sudah matang, angkat dengan pisau.

Sambal Bawang


Saya itu bukan pecinta sambal. Perut tak mampu jika makan terlalu pedas. Jadi kalau makan di luar misalnya bakso palingan pakai cabe secukupnya saja, asal berasa sedikit pedas. Kalau makan mie ayam, sate, atau gorengan seperti bakwan atau tahu malah ga pernah pakai sambal. Ya dimakan gitu aja. Agak gak lazim ya. Tapi ya mau gimana lagi. Kalau terlalu banyak makan sambal, besoknya pasti diare.

Makanya di rumah kami itu lazimnya menggunakan sambal botolan kaca berbagai merek itu. itupun yang makan cuma ayahnya kirana doang, saya ga. Nah kalau ditanya kenapa bisa kali ini bikin sambal, saya pun ga tahu kenapa. Entah dapat ilham dari mana gitu... Hohoho... Untuk ke depannya insya allah ga kapok bikin sambel, jadi ada postingan sambal-sambal lain di blog ini.

Untuk pertama kali saya cobain sambal bawang. Teman-teman food blogger yang lain ada beberapa kali yang posting sambal bawang. Yang paling terkenal itu sambal bawang bu rudi. Pas mudik, ada lihat si sambal bu rudi. Tapi kok mahal yak hanya untuk sebotol kecil sambal. Jadi ya ga pernah kesampaian nyobain si bu rudi ituh.

Pas bawang di Pontianak lagi murah cuma 20 rebu sekilonya. Beli dengan ce aleng pula, jadi bisa rikuest bawang yang besar-besar biar ga lama ngupasin bawangnya. Jadi tadi pagi saya cobain si sambal bawang. Dan ayah kirana sukaaa sekali dengan sambal bawangnya. Hasilnya banyak dan murah pula. Satu porsi ini bisa dapat satu mangkuk bakso sambal.

Resep saya ambil dari bukunya Chef Latief Purnomo & Elsa - Sambal Nikmat Pendamping Hidangan

Bahan:
100 gram bawang merah
25 gram bawang putih
75 gram cabe rawit campur
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt kaldu bubuk
150 ml minyak goreng

Cara Membuat:
- Panaskan minyak, masukkan bawang merah, bawang putih, dan semua cabai. Masak hingga layu, angkat.
- Haluskan semua bahan bersama gula, garam, dan kaldu bubuk (harusnya menggunakan ulekan, tapi karena saya ga bisa nguleg, saya gunakan chopper manual, semua bahan saya cacah kasar)
- Tuang minyak panas dalam cabai, aduk rata. Sajikan.

Roti Goreng Keju


Jika memiliki sisa roti, mari berdayakan dengan cara digoreng seperti ini. Kelemahannya adalah roti menyerap banyak minyak ketika digoreng. Mungkin harusnya digoreng dengan minyak padat kali ya supaya minyaknya ga menempel di roti. Saya itu sudah lama ngincer minyak padat di Hypermart, kapan hari pernah liat ada di Hypermart, tapi sudah beberapa waktu ini saya cari, kosong terus minyak padatnya.

Menurut penelitian saya, roti tawar yang beredar di Pontianak itu ada dua jenis. Ada yang berongga halus dan berongga besar. Kalau untuk digoreng, lebih baik gunakan yang rongga rotinya halus. Kalau halus, minyak akan tetap menempel, tapi ga sebanyak yang berongga besar. Kalau yang rongganya besar, minyak akan sangat banyak sekali menempel di roti.

Harusnya roti ini dilapis pakai tepung roti, tapi saya lupa. Hehehe.... jadi yang saya bikin ini tanpa tepung roti.

Resep diambil dari bukunya Nyonya Rumah Julie Sutarjana - 225 Resep Hidangan Spesial Pilihan Favorit Sepanjang Masa.

Bahan:
1 roti tawar yang sudah 2-3 hari
Mentega secukupnya
Keju secukupnya
1 butir telur ayam + 200 ml susu cair kocok jadi satu (satu telur dan 200 ml susu cair ini bisa untuk 7 potong roti)
Margarin atam minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
- Roti dibuang kulitnya, lalu potong-potong tipis berbentuk persegi atau segitiga.
- Olesi roti dengan mentega, beri selembar keju, lalu tangkupkan dengan lembaran roti lainnya.
- Celupkan ke dalam campuran telur dan susu, gulingkan tepung roti, lalu goreng dengan margarin atau minyak goreng hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.

Acar Kupang


Namanya acar, tapi rasa asam dari cuka kurang dominan. Kata ayah kirana malah ga berasa asamnya. Tapi karena ga asam, saya jadi mau makan. Saya itu bukan pecinta acar. Saya ga suka rasa dan bau cuka yg kuat. Tapi acar kupang ini cukup bisa ditolerir oleh lidah saya. Suka deh... acar kupang ini betul-betul nikmat.

Saya sengaja memilih udang yang berukuran cukup besar. Biar bisa bersihin bagian punggung udangnya dengan mudah. Jika udang yang digunakan berukuran kecil, maka membersihkannya akan memakan waktu yang cukup lama. Jadi saran saya, pilihlah udang yang berukuran cukup besar.

Oh ya kenapa dinamakan acar kupang, karena acar ini memang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
250 gram udang, kupas, belah punggungnya tanpa terputus
2 buah (350 gram) mentimun, dibelah 2 tanpa biji, potong dadu 1 cm
1 batang seledri, iris kasar
1 buah tomat, potong dadu 1.5 cm
4 buah cabai merah, iris serong
6 buah bawang merah, iris tipis
1 cm jahe, iris tipis
1 sdt cuka
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1 sdm gula pasir

Cara Membuat:
- Dengan 3 sdm minyak goreng, tumis bawang merah, jahe, dan irisan cabai sampai layu.
- Masukkan udang, aduk, setelah berubah warna beri 125 ml air, didihkan.
- Matikan api, masukkan semua sisa bahan lainnya kecuali seledri. Aduk rata, biarkan 10 menit sebelum disajikan supaya bumbu meresap baik.
- Campurkan seledri, aduk rata dan sajikan.

Tumis Jamur Cabai Hijau


Tumisan kami di hari ini. Tidak mudah menemukan jamur tiram di Pontianak, tidak semua pasar menyediakan jamur tiram ini. Nah.. pas tadi belanja di Pasar Flamboyan, saya menemukan satu kios (satu kios doang dari pasar sebesar itu) penjual yang menjual jamur tiram. Sekilonya 45 ribu. Tadi jamur tiramnya ga seberapa banyak lagi, saya beli semuanya kurang lebih 700 gram cuma dihitung 25 ribu. Senang... udah lama ga ketemu di jamur.

Biasanya saya goreng tepung jamur tiramnya. Untuk kali ini saya coba tumis dengan cabai. Untuk kirana sengaja dibikinin versi ga pedas tanpa cabai seporsi kecil. Jamur tiram itu kalau sudah diolah jadi menciut ukurannya. Jadi awalnya banyak, kalau sudah diolah jadinya ga seberapa. Oh ya, tumisan jamur ini ga tahan lama, jadi lebih baik hanya dimasak untuk sekali makan saja.

Resep saya ambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Menu Sehat, Praktis dan Lezat Untuk 30 Hari

Bahan:
250 gram jamur tiram, siangi, suwir-suwir
4 buah cabai hijau, iris serong
1 batang daun bawang, iris serong
50 ml air
3 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu:
4 siung bawang putih, iris tipis
1 buah bawang bombay, iris tipis
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt minyak wijen
1/2 sdt garam
1 sdt gula putih
1/2 sdt kaldu bubuk (jika suka)

Cara Membuat:
Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan cabai hijau dan air, aduk hingga layu. Masukkan jamur, daun bawang, dan bumbu-bumbu. Masak hingga semua bahan matang dan bumbu meresap. Angkat, sajikan.

Snewballen


Sekilas mirip dengan Oliebollen ya? Kalau oliebollen itu lebih mirip roti goreng, nah kalau snewballen ini lebih mirip sus goreng. Sus goreng yang diberi tambahan sukade dan kismis menjadikan sus ini begitu berbeda.

Membuatnya tidaklah sulit. Disambil masak juga bisa. Anti gagal pula. Adonan saya timbang masing-masing seberat 15 gram supaya ukurannya sama. Yang agak trik itu pas ngegorengnya. Kismisnya, terutama kismis yang nempel di bagian luar sering terlepas ketika digoreng, saran saya, kismisnya dimasukin ke dalam bulatan saja supaya lebih aman dan cantik mulus ketika digoreng. Menggorengnya pun pakai api kecil ya biar ga mudah gosong.

Kalau dirasa memulungnya agak sulit karena lengket, taburi tangan dengan terigu baru mulai memulung. Insya allah hasil pulungan akan cantik dan tidak lengket di tangan. Tekstur adonan mentah memang masih lengket-lengket ala sus gitu. Dengan menaburkan terigu di tempat-tempat yang akan disentuh adonan, adonan akan aman terkendali.


Resep diambil dari bukunya Dapur Alma - Kue Kue Populer Ala Belanda

Bahan:
100 ml air
50 gram mentega
1/2 sdt garam
75 gram tepung terigu
50 gram kismis
25 gram sukade
2 butir telur
Gula halus
Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:
- Cairkan mentega bersama air dan garam, masukkan tepung terigu, aduk. Masak di atas api kecil sambil diaduk hingga rata.
- Masukkan telur, aduk lagi hingga rata, kemudian masukkan kismis dan sukade sambil diaduk hingga rata dan diamkan selama 10 menit agar tidak lengket. Jika sudah tidak lengket, matikan apinya.
- Ambil adonan sesendok demi sesendok, bentuk bulat-bulat, lalu goreng hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajkan dengan ditaburi gula halus.

Lontong Tuyuhan

 
Lontong payuhan ini berasal dari daerah Tuyuhan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Rasanya mirip opor ayam, tetapi pedas dan lebih gurih karena santannya sangat kental. Aroma rempahnya pun cukup tajam, terutama pala.

Karena ini makannya bareng Kirana, jadi buatnya versi ga pedas. Cabe tetep pake, tapi dikit dan ga pake rawit. Kirana sukaaa sekali.. Untuk lontong, saya beli jadi di Pasar Flamboyan. Harganya seribu lima ratus aja per batangnya. Daripada repot bikin kan, beli lontong siap makan aja.

Oh ya, kerupuk yang difoto itu kerupuknya bocah tua. Mantep banget si kerupuk itu. Mirip kerupung mamang yang banyak dijual di warung kopi atau rumah makan. Cuma, kalau yang digoreng sendiri kan lebih terjamin kebersihan dari minyaknya. Yuk dicoba... Yang saya pakai ini jenis kerupuk palembang, pas digoreng mekar sekali. Sukaaa *bukan sales kerupuk cap bocah tua*

Resep saya ambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan:
1/2 ekor ayam kampung, potong 4 bagian (saya pakai ayam negeri ukuran sedang)
4 buah hati ayam
4 buah ampela ayam
4 buah lontong
3 buah cabai merah besar, iris tipis (saya pakai 1)
1 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
1 sdm garam
1 sdt gula pasir
500 ml santan kental dari 1 butir kelapa
1000 ml santan encer dari perasan santan kental.
2 sdm kecap manis
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
12 butir bawang merah
6 siung bawang putih
3 buah cabai merah
4 buah cabai rawit merah (saya ga pake)
2 cm lengkuas
5 butir kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
1/4 sdt jinten, sangrai
2 cm kencur
1/2 sdt pala bubuk
2 cm kunyit, bakar (saya pakai 1 sdt kunyit bubuk)
2 cm jahe

Cara Membuat:
- Panaskan minyak. Tumis cabai merah sampai layu. Tambahkan bumbu halus, daun salam, dan serai sampai harum.
- Masukkan ayam, hati, dan ampela. Masak sampai berubah warna.
- Masukkan santan encer, garam, dan gula pasir. Masak sampai ayam matang. Tuang santan kental. Masak sampai mendidih.
- Letakkan lontong dan ayam beserta kuahnya di dalam piring. Tambahkan kecap manis. Sajikan.

Lumpur Durian


Bikin lumpur lagiii. Bosan ya lihat saya sering posting kue lumpur? Hihihi... maap. Soalnya kue lumpur bisa jadi kue sambilan yang saya buat disambil ngerjain yang lain. Karena memanggangnya lama, jadi ya bisa sambilan.

Kebetulan ada durian yang dibeli oleh ayahnya kirana sama bibi yang biasa lewat di depan ditoko, beli 2 buah doang dan ternyata salah satu durian ini ternyata tawar, jadinya ya dibikin kue aja. Karena udah lama ga makan lumpur durian, jadi ide pertama yang terlintas ya lumpur ini. Eh ya, durian di Pontianak masih mahal, kemaren beli ukuran sedang kena 35 ribu / buah, berat dagingnya cuma 135 gram, hohoho....

Saya paling doyan uji coba resep kue lumpur. Ga boleh nemu resep kue lumpur, rasanya tangan gatal pengen nyobain. Seperti kali ini cobain resep yang baru lagi. Cuman saya mau koreksi dikit resepnya, di uji coba pertama sesuai resep, ternyata kue lumpurnya lembut sekali, saking lembutnya sampe banyak yang patah ketika diangkat, ketika matang pun menciut. Bagi penggemar kue lumpur yang super lembut, resep asli ini boleh dicoba. Kemudian setengah resepnya lagi saya coba tambahi tepung terigu, hasilnya kue lumpur jadi jauh lebih padat dan mudah ketika dikeluarkan dari cetakan. Saya pribadi lebih senang kue lumpur dengan terigu yang ditambah karena bentuknya tetap cantik ketika dikeluarkan dari cetakan kue lumpur. Mau lihat perbandingan antara bagian pertama resep asli dan bagian kedua dengan tambahan terigu? Di gambar saya perlihatkan keduanya. Yang di atas itu buatan bagian pertama, dan yang di bawah itu buatan bagian kedua. Suka yang mana? Silakan disesuaikan dengan selera masing-masing.

Resep saya ambil dari bukunya Nindya Widoyo - 40 Sajian Lezat Hasil Olah Durian

Bahan:
4 kuning telur
2 putih telur
150 gram gula pasir (saya pakai 100 gram gula pasir)
1/4 sdt garam
400 gram kentang kukus, haluskan
50 gram tepung terigu (saya sarankan menjadi 100 gram)
300 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa (saya pakai santan instant)
1 sdt pasta durian (saya ga pake)
50 gram daging durian (saya gunakan 135 gram daging durian)
3-4 sdm jagung manis / kelapa muda kerok / kismis (saya gunakan kismis kuning dan hitam, rendam sebentar di air hangat, tiriskan)

Cara Membuat:
- Kocok kuning telur, putih telur, gula, dan garam hingga mengembang.
- Masukkan tepung terigu dan kentang. Tuangkan santan dan pasta durian, aduk hingga rata.
- Masukkan daging durian, kocok dengan mikser kecepatan rendah kurleb 1 menit.
- Panaskan cetakan kue lumpur yang sudah diolesi sedikit minyak, lalu masukkan adonan, tutup dan beri bara api di atasnya. (saya tidak menggunakan bara api)
- Panggang hingga setengah matang dengan api kecil, lalu taburi atasnya dengan jagung manis / kelapa muda / kismis. Teruskan memanggang hingga matang.

Sayur Kare


Tadi pagi nyobain bikin masakan yang baru lagi. Namanya sayur kare. Cukup unik karena semua sayur serta soun dicampur jadi satu. Berasa makan soto, bukan makan sayur, hehehe... Sayur kare ini merupakan masakan khas dari Jawa Tengah. Kirana suka tapi cuma mau makan nasi, kentang, soun, dan kuah dari sayur kare ini saja. Hmm....

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
250 gram daging sapi tetelan / sandung lamur / sengkel
1/2 butir kelapa tua untuk 250 ml santan kental dan 500 ml santan encer
1 buah kentang besar, potong dadu 2 cm
2 buah wortel, potong bulat 1/2 cm
100 gram daun kol, potong kasar
2 buah tomat, belah 4
50 gram suun, rendam, tiriskan
1 cm lengkuas, memarkan
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan

Bumbu Halus:
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar sangrai
1 sdt kunyit cincang
1/2 sdt terasi
1 sdt garam

Cara membuat:
- Rebus daging sapi sampai empuk, kaldu tersisa kurleb 250 ml. Potong sesuai selera, kembalikan ke panci.
- Tumis bumbu halus dengan 3 sdm minyak goreng, tuang ke panci daging bersama santan encer, daun salam, serai, dan lengkuas, didihkan.
- Masukkan tomat, wortel, dan kentang. Kecilkan api setelah mendidih kembali. Setelah wortel empuk, besarkan api. Masukkan kol dan suun. Aduk sambil tuangkan santan kental, 1/2 sdt gula pasir, dan garam bila perlu.

Mochi


Pengen ikutan kekinian bikin sesuatu yang green tea, akhirnya percobaan pertama dari bubuk green tea buatan korea yang saya beli di Food Hall dimulai dengan membuat mochi green tea. Menurut cerita beberapa blogger, bubuk green tea itu kalau dibuat cake yang dipanggang warnanya akan burem hijaunya. Nah.. karena mochi ga dipanggang, jadinya saya uji coba.

Ternyata cakep banget mochi dipakein green tea. Takarannya saya pakai ilmu kira-kira yaitu 1 sdm bubuk green tea untuk kulit dan 1 sdm bubuk green tea untuk isian. Sotoy ya saya. Untuk kulit masih oke, untuk isian kayaknya terlalu banyak green teanya deh, mungkin akan lebih baik cuma pakai 1/2 sdm aja. Isiannya dominan rasa green tea yang agak cenderung pahit. Karena saya ga suka kacang tanah, jadi dalemnya mochi saya ganti dengan kacang hijau buka kulit. Nah.. sepertinya itu yang bikin rasa green teanya dominan banget.

Menurut selentingan, kalau mau cakenya berwarna green tea yang cantik, gunakanlah pasta green tea, bukan bubuk green tea. Termasuk penjual kue yang lagi booming dengan semua yang dijual green tea itu, kebanyakan ya pakai pasta green tea, bukan bubuk green tea. Ya iyalah secara harga bubuk green tea yang gradenya bagus mahal sekali. Mo dijual berapa kan sajiannya kalau dipakein bubuk green tea asli. Tapi ya namanya juga pasta, jadi ya cuma sekedar rasa pasta doang. Penampilan doang yang green tea, tapi rasa ya jauh dari green tea.

Resep saya ambil dari bukunya Ny. Liem - Kue Basah Pilihan

Bahan I:
1 bungkus (500 gram) tepung mochi siap pakai atau 200 gram tepung ketan + 20 gram tepung beras (saya pakai tepung ketan dan tepung beras)
130 ml air
60 gram mentega putih / mentega kuning, cairkan
1/2 sdt esens pisang (saya pakai 1 sdm bubuk green tea)
50 gram gula pasir

Bahan II: (campur jadi satu)
200 gram kacang tanah panggang, haluskan (saya pakai kacang hijau buka kulit, rendam sebentar, kukus hingga matang)
100 gram gula pasir
1/2 sdt vanila bubuk (saya pakai 1 sdm bubuk green tea - kebanyakan ^_^)
1/4 sdt garam

Bahan III:
Tepung maizena secukupnya

Cara Membuat:
- Bahan I: campur tepung mochi dengan gula pasir dan air hingga menjadi satu. Kocok dengan mikser kecepatan sedang hingga tercampur rata.
- Tuang mentega cair, aduk. Tambahkan esens pisang.
- Kukus ke dalam panci pengukus selama 10 menit hingga matang. Angkat, taburi dengan bahan III sambil diaduk hingga rata dan tidak lengket.
- Giling adonan, potong dan bentuk sesuai selera, isi dengan bahan II.

Puding Buble Jeruk


Ini sebenarnya hanyalah puding biasa yang menggunakan campuran jelly dan agar-agar. Saya menggunakan merek Kristal Agar rasa jeruk. Kalau mau menggunakan merek lain silakan saja. Cara membuatnya pun sesuaikan saya dengan instruksi di belakang kemasan. Untuk gula saya kurangi takarannya, saya hanya menggunakan setengah dari tata cara membuat yang diinstruksikan.

Cara Membuat:
- Ambil setengah bagian puding yang sudah mendidih, tambahkan satu sachet susu kental manis, aduk rata, tuang ke dalam botol. Dinginkan.
- Tuang buble warna warni ke dalam botol, sisihkan.
- Setengah bagian lagi yang masih di dalam panci didihkan kembali, kemudian tuang ke dalam botol.
- Biarkan dingin. Masukkan kulkas. Sajikan.


Mudah bukan? Bublenya naik ke atas ketika agar bening dituang ke dalam botol. Kalau botolnya lebih tinggi, bublenya bisa dibuat berlayer-layer biar lebih menarik. Nanti deh dicoba lagi.

Oh ya.. saran saya, ambil saja bublenya, buang air yang ada dalam kemasan buble, bilas dengan air matang. Pas saya icip air yang ada di dalam kemasan buble, manisnya aneh seperti dikasi pemanis buatan gitu. Jangan deh diminum atau dicampurkan ke dalam jelly, apalagi kalau untuk dikonsumsi anak.

Ayam Goreng Mentega


Masakan kami pagi ini nih ceritanya. Udah beberapa kali bikin ayam goreng mentega, alhamdulilah laris manis. Sebenarnya bukan ayam goreng mentega kali ya, tapi karena saya pake margarin jadinya ayam goreng margarin. Ayam ini nikmat disantap ketika hangat, ketika dingin margarinnya membeku sehingga harus dihangatkan sebentar. Dihangatkan ya, bukan dipanaskan. Kalau dipanaskan margarin dan campuran kecap akan mengkaramel dan jadi pahit saus margarinnya.

Kirana suka sekali dengan saus mentega abal-abalnya. Jadi ingat waktu kecil saya pernah makan nasi hangat + mentega (yang jaman dulu blue band itu dianggap mentega, itu rasanya sangat enak. Blue bandnya lumer di nasi. Cuma makan nasi + blue band itu sudah sangat nikmat. Apalagi blue bandnya dijadiin saus ayam. Pasti jauhh lebih enak.

Resep diambil dari bukunya S. Wanto dan Tetty Yullia – Variasi Ayam Goreng

Bahan:
1 ekor ayam broiler, dipotong 12 bagian
200 ml air
Minyak untuk menggoreng

Bumbu:
6 siung bawang putih, dicincang halus
4 cm jahe, dicincang halus
1 sdm garam
½ sdt penyedap rasa (saya ga pake)

Bumbu Saus:
50 gram mentega (saya pakai margarin)
2 sdm minyak goreng
1 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1 sdm kecap inggris
1 sdt merica bubuk
2 buah jeruk limau, diperas, ambil airnya (kirana ga suka asam, jadi ga pake)

Cara Membuat:
- Campurkan dan bumbu, tambahkan air, lalu rebus hingga empuk, angkat, sisihkan.
- Panaskan minyak, lalu goreng ayam hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan.
- Panaskan mentega dan minyak goreng, lalu masukkan kecap manis, kecap asin, kecap inggris, dan merica, masak sampai mendidih. (saya hangatkan margarin hingga mencair tapi bukan mendidih, tambah minyak goreng, kecap, aduk rata)
- Masukkan ayam goreng, aduk hingga saus tercampur rata, angkat.
- Sajikan ayam goreng mentega dengan diberi air jeruk limau.

Ensaymada


Pernah mendengar ensaymada? Ensaymada itu sejenis roti manis yang berasal dari Filipina. Roti manisnya bukan roti manis pada umumnya. Tapi lebih mirip perpaduan antara roti dan cake. Roti pada umumnya menggunakan sedikit telur atau tanpa telur sama sekali. Ensaymada ini menggunakan 7 kuning telur sodara-sodara. Teksturnya berongga seperti roti tetapi lembut seperti cake. Penasaran??? Ayo dicoba.

Buat yang ga tahan ngebanting adonan roti hingga kalis elastis sepertinya cucok bila mencoba ensaymada ini. Adonan hanya cukup hingga tercampur rata saja. Adonan teksturnya lembut jadi tak perlu elastis. Jadi membuang udara di dalam adonan pun bisa dilakukan dengan mudah.

Harusnya ensaymada ini berbentuk bunga, karena adonan dilingkarkan di cupcase. Tetapi yang namanya saya itu ga apik untuk bikin yang seperti itu, alhasil, ensaymada saya gendut-gendut dan pasti ga mungkin bisa berbentuk bunga, entah berbentuk apalah ensaymada ini, yang penting ensaymadanya jadi. Oh ya, karena mesti difermentasikan berkali-kali, jadi pekerjaan membuat ensaymada ini membutuhkan waktu yang panjang. Bisa disambil dengan mengerjakan pekerjaan lain saking lamanya. Saya bisa sambil masak, nyuci baju, ngelipat baju, hehehe… Kirana pun dari awal mula bantu aduk-aduk, tertidur, sampai bangun baru dipanggang ensaymadanya.


Resep saya ambil dari Tabloid Nova No.1216

Bahan I:
7 gram ragi instant
30 gram gula pasir
75 ml air

Bahan II:
4 butir kuning telur
60 gram gula pasir
150 gram tepung terigu protein tinggi
50 gram susu evaporated (saya pakai susu cair)

Bahan III:
150 gram mentega tawar
50 gram gula pasir
1 butir telur
3 butir kuning telur
1 sdt garam
260 gram tepung terigu protein sedang

Bahan IV:
100 gram kismis, rendam air panas, tiriskan
3 sdm susu evaporated untuk olesan(saya pakai susu cair, makanya jadi kurang berkilau rotinya)
25 gram mentega untuk olesan
2 sdm gula pasir untuk taburan

Cara Membuat:
- Aduk semua bahan I hingga rata, diamkan 20 menit di tempat hangat hingga mengembang.
- Bahan II: kocok kuning telur dan gula pasir sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu bergantian dengan susu evaporated dan campuran bahan I sambil dikocok rata. Diamkan selama 30 menit.
- Bahan III: kocok mentega tawar dan gula pasir sampai lembut, masukkan telur, kuning telur, dan garam sedikit-sedikit sambil dikocok rata. Tambahkan tepung terigu, aduk rata, masukkan campuran bahan II. Uleni sampai kalis lalu diamkan selama 45 menit. (saya uleni dengan spatula)
- Mixer lagi adonan sampai kalis dan lembut, diamkan lagi selama 30 menit. Kempiskan lalu tambahkan kismis, uleni hingga rata dan timbang adonan masing-masing 40 gram, bulatkan lalu diamkan 10 menit. (saya ga mixer, tapi aduk rata dengan spatula untuk membuang angin yang ada di dalam adonan)
- Giling adonan hingga berbentuk tambang kecil dengan tangan. Gulung lalu membentuk melingkar sambil ditempatkan di cup kertas. Letakkan cup kertas di Loyang pai. Diamkan 90 menit di tempat hangat, olesi susu evaporated. Panggang dalam oven 15 menit dengan suhu 180 C sampai matang dan kuning keemasan.
- Keluarkan dari oven, panas-panas olesi mentega, taburi gula pasir.

Lalampa

Lalampa itu mirip lemper. Yang membedakannya cuma di isian dalamnya. Kalau lemper umumnya diisi abon sapi atau abon ayam. Lalampa ini diisi tumisan ikan tongkol. Di beberapa resep yang saya baca memang harus pakai tongkol, karena lalampa identik dengan tongkol. Kalau diganti ikan lain, namanya sudah bukan lalampa lagi kali ya.

Karena tongkol termasuk ikan yang mudah dan murah didapatkan di Pontianak, jadi saya coba-coba aja bikin lalampa. Alhamdulillah.... laris manis. Cuma ada yang kurang. Di resep menggunakan daun selasih, tapi karena saya ga pernah tahu dan ga pernah nemu daun selasih, jadinya saya skip.

Fotonya ga banget ya. Cuman ada sebiji pulak. Dalamnya lalampa ga keliatan, foto lalampa yang dalemnya keliatan blur semua. Jadinya ga saya posting disini dan cuma ada lalampa yang tampak dari luar. Harap dimaklumi.

Resep diambil dari bukunya Julie Sutarjana Nyonya Rumah - 225 Resep Hidangan Pilihan Favorit Sepanjang Masa

Bahan:
1/2 kg ketan putih
300 ml santan dari 1 butir kelapa
Garam secukupnya
Daun pisang secukupnya untuk membungkus
Lidi secukupnya untuk menyemat

Isi:
250 gram ikan tongkol
10 helai daun selasih (saya ga pake)
10 helai daun kemangi
1 sdm irisan kucai
1 lembar daun pandan, simpulkan
1 batang serai, memarkan
5 buah cabai merah, iris halus
3 buah tomat, potong-potong
3 sdm minyak untuk menumis
1/2 gelas santan

Bumbu Halus:
1 ruas jahe
2 siung bawang putih
Garam secukupnya

Cara Membuat:
- Cuci ketan hingga bersih lalu rendam selama 1 jam. Tiriskan lalu kukus hingga 1/2 matang, angkat.
- Beri santan dan garam, aduk rata. Diamkan hingga santannya meresap.
- Kukus kembali ketan hingga matang. Angkat dan sisihkan.
- Isi: bersihkan ikan tongkol lalu kukus hingga matang. Angkat dan suwir-suwir.
- Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan bersama daun pandan, serai, cabai merah, dan tomat hingga harum. Masukkan ikan tongkol suwir, tuangkan santan, aduk. Masak hingga matang dan bumbu meresap.
- Masukkan daun selasih, daun kemangi, dan kucai, aduk dan masak sebentar. Angkat.
- Ambil 2 sdm ketan, beri adonan isi, lalu bentuk bulat memanjang. Bungkus dengan daun pisang lalu semat kedua ujungnya dengan lidi. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis. (saya gunakan alat pencetak lemper biar semua ukuran sama)
- Panggang sambil dibolak balik hingga berwarna kecoklatan.
- Hidangkan selagi hangat.