Kari Ayam


Ini moto apaan sih. Ga jelas gini. Moto kari ayam? Kenapa itu tangan muncul lagi. Hahahaaa... Lagi ga ada ide mau moto kari ayam mesti seperti apa. Masa motonya ya gitu lagi gitu lagi kan ya. Ga fokus ke ayamnya kan ya. Sudahlah.

Kirana itu kalau makan ayam berkuah seperti ini pasti lahap sekali. Kalau ayam yang digoreng biasa, makannya lama. Sekarang pun Kirana punya kebiasaan baru makan nasinya dulu baru makan ayam. Jadi ayamnya diratah doang dan nasi putih nya dimakan polos. Mirip seperti saya dulu. Saya pun dulu makan nasi doang, terus yang enaknya itu terakhir makannya. Sampai jaman kuliah pun masih gitu. Sekarang aja udah ga gitu lagi. Udah insaf sayanya.

Resep saya ambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Kumpulan Resep Sepanjang Masa.

Bahan:
1/2 ekor ayam
50 ml air asam jawa
400 ml santan sedang
3 sdm minyak samin / margarin (saya pakai margarin)
1 butir bawang bombay, iris bulat
4 siung bawang putih, iris tipis
3 cm kayu manis
5 butir kapulaga
10 butir cengkih
1 buah bunga pekak / lawang
2 batang serai, memarkan
1 helai daun pandan
Garam secukupnya

Bumbu Halus:
1 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdt merica butir
1/2 sdt jintan
1/2 sdt adas
3 cm jahe
4 buah cabai merah besar
4 butir kemiri

Cara Membuat:
- Berishkan ayam, lalu potong-potong menurut selera. Lumuri ayam dengan air asam jawa. Sisihkan.
- Panaskan minyak samin / margarin. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum dan layu. Beri kayu manis, kapulaga, cengkih, bunga pekak / lawang, serai, dan daun pandan. Tumis sampai harum.
- Masukkan daging ayam. Aduk sampai daging ayam kaku. Beri santan, lalu masak sampai ayam matang dan kuah kental. Angkat.

Cheese Plaits


Bikin kukis lagiii.

Kali ini cobain kukis keju yang lain lagi. Di rumah saya itu pecinta keju, jadi kukis yang ada kejunya pasti lebih laris ketimbang kukis yang lainnya. Eh ya, entah kenapa atau apa cuma perasaan saya kali ya, kalo makan kukis di hari-hari biasa itu berasa sekali nikmatnya ketimbang pas lebaran. Jadi sekali bikin kukis paling lama 2 hari pasti ludes. Kalau kue lebaran bisa sampai ketemu lebaran Idul Adha itu ngabisinnya.

Kali ini saya cobain cheese plaits, resep jadul dari Nila Chandra. Pakai kuning telur yang banyak. Enak sih, tapi ga enak di kantong kan ya. Untung untuk nyemirnya ga pake kuning telur lagi. Eh ya, kukis ini pake tepung custard. Masih ga ngeh saya fungsi tepung custard di dalam adonan kukis itu buat apa. Saya cuma tahunya custard itu untuk vla dan puding doang. Nah.. di resep ini tepung custard dijadikan tambahan tepung. Hmm fungsinya mirip seperti penggunaan maizena untuk kukis kali ya. *saya yang sotoy*

Resep diambil dari bukunya Joyce Aswan - Kue Kering Ala Nila Chandra. Saya bikin 2 resep hasilnya ga banyak. Kurang lebih 70 pcs saja, itupun bulatannya kecil-kecil.

Bahan:
90 gram mentega / margarine
3 kuning telur, kocok sebentar (untuk 2 resep saya gunakan 3 kuning telur saja, telur lagi mahal)
2 sdm air
¼ sdt tepung custard
125 gram keju parmesan, parut (saya gunakan cheddar)
175 gram tepung terigu *campur, ayak
½ sdt baking powder *(saya ga pake)

Untuk olesan:
1 putih telur, kocok sebentar *campur kocok sebentar
Merica bubuk secukupnya *
Garam secukupnya *

Cara Membuat:
- Kocok mentega / margarine hingga putih. Tambahkan kuning telur, air, dan tepung custard, kocok terus hingga halus. Masukkan 80 gram keju dan campuran tepung, aduk rata dan uleni hingga kalis.
- Cetak adonan dengan cetakan bulat. Letakkan potongan tersebut di loyang yang telah dialasi mentega / margarin. (saya alas dengan baking paper, ga perlu oles apapun)
- Oleskan campuran putih telur kocok ke atas potongan adonan yang telah dicetak, taburi dengan sisa keju parut. Panggang dengan api sedang (180 C) selama kurleb 25 menit hingga matang, angkat. Simpan dalam wadah tertutup setelah dingin.

Udang Petai Tempoyak


Projek saya pagi ini adalah mengedukasi Pak Suami dengan tempoyak. Kebetulan kemaren pas belanja ketemu sama yang jual tempoyak. Sengaja beli tempoyaknya yang kemasan paling kecil. Kan cuma buat coba-coba doang. Jadi inilah hasil saya mengedukasi Pak Suami dengan tempoyak. Hasilnya.... makan sih, tapi sedikit, sisanya ya saya yang habiskan, aneh katanya.

Pak Suami yang dibesarkan oleh campuran jawa dan sulawesi tentu saja belum pernah kenal dengan tempoyak. Makan durian atau durian yang diolah jadi cake sih biasa, tapi ya dengan tempoyak belum kenal. Dulu pun Almarhum Bapak yang orang jawa ga suka dengan tempoyak.

Tempoyak familiar di daerah Bengkulu, Palembang, Lampung dan Kalimantan. Selain itu, makanan ini juga terkenal di Malaysia. Menurut Wikipedia, tempoyak diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu sekitar tahun 1836, ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu suku bangsa Melayu di Malaysia dan Indonesia yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

Apa rasa tempoyak? Jika belum diolah, rasa tempoyak itu asin, asam, dan sedikit manis. Jika sudah diolah ke dalam masakan, yang tercium hanya aroma duriannya yang sangat kuat. Tempoyak bisa dicampurkan ke dalam ayam, ikan, udang, dan juga sambal. Apa tempoyak bisa dimakan begitu saja? Bisa, asal kuat aja dengan rasa asamnya.

Kalau di Pontianak, pas lagi panen raya, bakal banyak tempoyak yang dijual karena durian yang sudah beberapa hari belum laku terjual mulai berasa asam. Nah, durian yang mulai asam itu yang diambil untuk difermentasi menjadi tempoyak.

Kali ini tempoyaknya saya coba masak udang dan petai. Pake santan juga. Di resep pake santan sedikit, karena males cairin santan kental yang ada di freezer, saya pakai santan instant. Ternyata, jika menggunakan santan instant itu ga bakal keluar minyak dari santan. Walau semua bumbu sudah hampir kering dan santan juga sudah dimasak lama, tapi ya tetep gitu aja penampakannya. Ga akan memisah antara air dan minyaknya. Makanya penampakan udang dan petai saya ga jelas gini. Udang ketutup sama bumbu, cuma petainya doang yang kelihatan. Ya sudahlah..

Resep saya ambil dari bukunya Primarasa - Hidangan Eksotik Nusantara

Bahan:
12 ekor (kurleb 500 gram) udang berukuran besar (saya pakai udang ukuran sedang)
2 sdm minyak goreng
2 batang serai bagian putih, memarkan
5 lembar daun jeruk
200 gram tempoyak
2 papan petai, ambil isinya
10 butir cabai rawit merah (saya ga pake)
75 ml santan kental
1 sdm air asam jawa
1 sdt garam
1/4 sdt gula pasir
1 lembar daun kunyit, iris halus

Bumbu Halus:
5 buah cabai merah besar
5 buah cabai rawit merah (saya ga pake)
3 cm jahe
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih

Cara Membuat:
- Kupas udang, biarkan ekornya. Belah punggung udang keluarkan urat hitam yang ada di dalamnya, cuci bersih, sisihkan.
- Panaskan minyak dalam wajan, masukkan serai dan daun jeruk, tumis hingga baunya harum. Masukkan bumbu halus, tumis hingga bumbu matang. Tambahkan tempoyak, aduk sesekali.
- Masukkan petai, cabai rawit, dan santan, masak terus sambil diaduk hingga mendidih. Tambahkan udang dan air asam jawa, aduk hingga udang berubah warna dan tercampur rata dengan bumbu. Tambahkan garam dan gula, aduk sebentar.
- Masukkan irisan daun kunyit, aduk dan masak sebentar, angkat. Hidangkan bersama nasi putih hangat.

Pendap


Masih edisi belajar moto ikan, saya uji coba dengan membuat pendap. Sudah lebih baik motonya? Ahh tentu saja masih kacau.

Pendap adalah masakan dari Bengkulu. Sekilas mirip ikan yang dibalado ya? Tapi beda lo. Pendap ini ikannya dikukus dulu dengan daun pisang seperti kalau kita bikin pepes, kalau udah matang baru dibuka dan disiram bumbu lagi. Bumbu pendap ini jauh lebih komplit dan ada penambahan santannya.

Pendap ini ada penambahan daun mangkok juga. Walau saya baru kali ini tahu daun mangkuk bisa dipake untuk masakan, tapi tetap saya pake. Daun mangkuk yang saya pakai untuk pendap ini masih kecil-kecil daunnya. Dulu waktu kecil daun mangkuk ini biasa saya pakai buat main masak-masakan. Apa fungsi daun mangkuk ini di dalam masakan, saya juga kurang tahu.

Pendap ini saya buat gara-gara mau memberdayakan pohon pisang yang bakalan ditebang imlek nanti. Jadi sebelum ditebang, saya berdayakan habis-habisan daun pisang yang masih bisa digunakan. Sepertinya nanti saya akan tetap merindukan pohon pisangnya. *edisi galau*

Resep diambil dari Tabloid Saji Edisi 303

Bahan:
5 ekor ikan kembung
2 cm lengkuas, dimemarkan
1 batang serai, dimemarkan
1 buah asam kandis
4 lembar daun mangkukan, diiris kasar
100 gram kelapa parut kasar, disangrai
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh gula pasir
350 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 batang daun bawang, dipotong 1/2 cm
1 tangkai daun seledri, diiris kasar
2 sendok makan minyak untuk menumis
Daun pisang untuk membungkus

Bumbu Halus:
12 butir bawang merah
4 siung bawang putih
6 butir kemiri, disangrai
6 buah cabai merah besar
2 cm jahe
2 cm kunyit, dibakar

Cara Membuat:
- Remas-remas daun mangkukan dengan 1/2 sendok teh garam. Cuci bersih. Tiriskan.
- Lumuri ikan kembung dengan setengah bagian bumbu halus. Bungkus seperti pepes.
- Kukus di dalam kukusan yang sudah dipanaskan 30 menit sampai matang. Buka bungkus daunnya. Sisihkan.
- Panaskan minyak. Tumis sisa bumbu halus, lengkuas, serai, asam kandis sampai harum.
- Tambahkan daun mangkukan. Aduk sampai layu.
- Tambahkan kelapa parut. Aduk rata.
- Masukkan santan, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Masak sampai matang dan kuah kental. Tambahkan kelapa sangrai, daun bawang, dan daun seledri. Aduk rata.
- Siram ke atas ikan.

Donat Kentang


Tadi subuh saya coba-coba bikin donat kentang. Saya ini ga terlalu pandai membuat rerotian termasuk lah si donat. Kadang hasilnya bagus, kadang ya begitu lah. Jadi kalau saya bikin rerotian, itu emang udah niat sekali, seperti yang tadi saya lakukan. Entah apa yang tadi pagi merasuki saya. Hahaha.

Kali ini saya cobain donat kentangnya Primarasa. Udah 2 kali nyobain bikin donat kentang pakai resepnya Primarasa. Yang pertama, over fermentasi. Entah kenapa beberapa kali bikin donat sering kayak gini ni kejadiannya. Saya curiga, suhu Pontianak yang sangat-sangat hangat membuat proses fermentasi berlangsung dengan lebih cepat. Jadinya ya dengan jam yang sama sesuai resep, hasilnya malah over fermentasi. Kalau donat yang over fermentasi masih bisa dimakan, cuma ada bau agak asam. Karena tadi itu bikinnya subuh, jadi suhu belum terlalu hangat, fermentasinya pun Alhamdulilah berhasil.

Jadi saran saya, kalau mau buat rerotian, harap perhatikan suhu ruangan ya. Kalau suhu seperti Pontianak, waktu fermentasi bisa dikurangi 15 menit kecuali Pontianak lagi hujan, mendung, atau bikin rotinya malem atau subuh dimana suhu belum terlalu panas boleh lah ya waktunya sesuai aturan.

Akhirnya saya bisa juga bikin foto ala-ala tepung gula seperti ini. Dengan 48 kali shoot dan Kirana yang ngambekan karena haus dan Mamanya yang ga tahu diri ini masih aja minta tolong ayakin tepungnya. Akhirnya saya nyerah, bikinin es teh dulu, bawa ke lokasi motret, lanjut lagi motonya, jadi sambil bantuin ayak tepung sambil nyeruput es teh.

Resep saya ambil dari bukunya Primarasa - Roti Goreng dan Kukus.

Bahan:
500 gram kentang (saya gunakan 125 gram potato flakes + air panas hingga 500 gram, aduk rata)
150 gram gula pasir
3 kuning telur
500 gram tepung terigu (saya gunakan 250 gram tepung terigu protein sedang dan 250 gram tepung terigu protein tinggi)
1 bungkus (11 gram) ragi instant
1 sdm susu bubuk
100 gram margarin, lelehkan
Minyak untuk menggoreng
50 gram gula bubuk, untuk taburan

Cara Membuat:
- Cuci kentang, kukus hingga empuk dan matang, angkat. Kupas kulitnya selagi panas, lalu segera lumatkan menggunakan pelumat kentang. Sisihkan hingga dingin. (karena saya pakai kentang flakes, jadi yang ini saya skip)
- Kocok gula dan telur hingga mengembang dan kental, masukkan tepung terigu, kentang lumat, ragi instant, dan susu bubuk, aduk rata. Masukkan margarin leleh, uleni hingga adonan kalis (tidak melekat di tangan). Diamkan adonan kurleb 45 menit supaya mengembang.
- Kempiskan adonan dengan cara ditinju, lalu gilas setebal 1 cm. Cetak adonan dengan cetakan donat, dan diamkan lagi selama 15 menit.
- Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan api sedang. Masukkan bulatan adonan satu persatu. Siram-siramkan minyak di atas bulatan adonan hingga mengembang dan matang, angkat, tiriskan (jika ingin terbentuk cincin di tengah donatnya itu, donat jangan sering dibolak balik, saya balik donat sebanyak 3 kali, pertama untuk membuat satu sisi mengembang, saya balik hingga kecoklatan, kemudian balik lagi hingga kecoklatan, api kompor jangan terlalu kecil karena minyak akan terserap banyak ke dalam donat)
- Taruh donat di atas rak kawat, nampan, atau wadah datar, taburi atasnya dengan gula bubuk, sajikan.

Ayam Pelalah


Kita uji coba resep ayam lagi. Kali ini saya cobain ayam pelalah. Ayam pelalah dari Bali itu mirip ayam suwir. Ayam suwir yang pernah saya bikin tanpa cabe yang dihaluskan dan bumbunya minimalis. Kalau ayam pelalah ini cabenya dihaluskan dan diiris terus bumbunya kumplit sekali. Kalau ayam suwir pun kan cuma direbus saja ayamnya. Ayam pelalah yang saya bikin ini ayamnya dipanggang sehingga ketika ditumis bersama bumbu, ayam sudah kering. Ayam pun bisa dibuat banyak untuk disimpan di kulkas, jadi jika mau dimakan tinggal diangetin, lebih aman dan ga gampang basi.

Ayam pelalah dimakan bersama nasi hangat pun terasa sangat nikmat. Masya Allah...

Cerita soal asam jawa, entah kenapa saya ga pernah nemuin asam jawa segar di pastrad Pontianak. Saya cuma pernah ketemu satu-satunya pohon asam itu di depan rumah Nek Cik di Jalan Maluku. Ada komplek perumahan RRI, nah di rumah ujung jalan itu ada pohon asam. Kalau ke pas Jalan Maluku, saya suka ga tahu diri minta buah asamnya. Yang umum dijual di pastrad itu ya asam yang udah dikantong-kantongin, bukan asam yang segar.

Resep saya ambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Kumpulan Resep Sepanjang Masa

Bahan:
1/2 ekor ayam negeri
3 sdm air asam jawa
1 sdt garam
1 sdt air jeruk limau (saya pakai air jeruk nipis)
4 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris tipis

Bumbu Halus:
4 siung bawang putih
6 butir bawang merah
2 cm kunyit
4 butir kemiri, sangrai
10 buah cabai merah keriting
1 cm lengkuas
3 cm kencur
1/2 sdt terasi, bakar
2 batang serai
1 buah tomat
1 sdt gula merah iris
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Lumuri ayam dengan air asam jawa dan garam, diamkan selama 15 menit. Bilas sampai bersih. Panggang ayam sampai kecoklatan, suwir-suwir. Sisihkan.
- Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum dan matang. Masukkan suwiran ayam, aduk sampai bumbu meresap.
- Tambahkan air jeruk limau dan irisan cabai merah. Aduk rata, angkat. Sajikan.

Ayam Jamur


Ayam jamur ini adalah tipe ayam jamur ala chinese food, bukan ayam jamur ala-ala mie ayam ya. Beda rasa. Salah dua ciri khas dari chinese food itu yaitu dengan menggunaan bawang putih dan jahe yang cukup banyak untuk menghasilkan taste sedikit pedas.

Cerita soal kecap asin, di Singkawang ada kecap produksi lokal yang bernama kecap cap kambing. Kecap ini disebut kecap asin, sebenarnya rasanya juga ga asin, perpaduan kecap asin dan manis. Sudah pernah coba? Saya belum.

Di beberapa supermarket di Pontianak ada yang jual kecap asin buatan singkawang juga. Mereknya cap rusa dua. Apakah sama dengan kecap cap kambing  yang terkenal itu?

Resep saya ambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Kumpulan Resep Sepanjang Masa.

Bahan:
350 gram daging ayam tanpa tulang
1 butir jeruk, ambil airnya
1 sdt garam
3 sdm minyak untuk menumis
2 siung bawang putih, cincang
1 batang daun bawang, iris halus
3 cm jahe, iris tipis
2 buah cabai merah, iris halus
300 ml air
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm kecap asin
Penyedap jika suka (saya tambahi 1/2 sdt kaldu ayam bubuk non msg)
100 gram jamur hioko segar, potong dadu (saya pakai enoki)

Cara Membuat:
- Potong-potong daging ayam memanjang, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Sisihkan.
- Panaskan minyak, tumis bawang putih, daun bawang dan jahe sampai harum. Tambahkan cabai merah, aduk rata.
- Masukkan daging ayam, aduk sampai ayam berubah warna. Tuang air, merica, dan kecap asin. Tambahkan penyedap jika suka, aduk rata.
- Masukkan jamur, masak sampai ayam matang dan kuah mengental, angkat.

Onion Garlic Twist


Mari bikin kukis... Kali ini cobain resepnya Nila Chandra. Masih kenal dengan Nila Chandra? Nila Chandra adalah seorang pakar boga yang sangat kondang pada tahun 80-an sampai 90-an. Di masanya, beliau merupakan seorang pengajar kursus masak dan bikin kue dengan nama "Kursus Masak Nila Chandra" yang pada saat itu masih sedikit jumlahnya. Beliau pakar untuk cake, kue-kue kecil, kue kering, dan masakan Indonesia Populer.

Ketika Nila Chandra masih aktif, beliau belum membuat buku resep. Ketika beliau meninggal di tahun 2000 pada usia 71 tahun, atas kecintaan terhadap Ibunda, putrinya Joyce Aswan berusaha mengumpulkan resep-resep Nila Chandra menjadi sebuah buku. Sebagian besar resep di bukunya itu adalah resep yang pernah diajarkan oleh Nila Chandra ketika beliau mengadakan kursus masak.

Walau bukunya terbitan tahun 2000 tetapi mau cari buku resepnya Nila Chandra di toko buku itu sudah langka. Makanya ketika ada yang menghibahkan ke saya buku resepnya Nila Chandra, berasa dapat harta karun. Saya pecinta buku resep. Walaupun zaman sudah canggih, dengan sentuhan ujung jari pun bisa mendapat akses resep apapun, tetapi saya tetap mengkolekasi cukup banyak buku resep, dan masih akan tetap mengkolesinya. Walaupun memiliki banyak buku resep, tetapi saya belum punya satu pun buku resepnya Nila Chandra. Karena buku resepnya udah lama kali ya, jadinya jarang ada toko buku yang masih menjualnya. Jadi, ketika dihibahkan, Alhamdulilah banget.

Nah dalam rangka uji coba resep-resep jadulnya Nila Chandra, saya coba bikin ya. Kali ini saya coba kukis onion garlic twist dulu. Lucu deh kukisnya, Diplintir gitu. Kirana suka sekali. Aroma bawang putih sangat menggoda, berpadu dengan aroma butter yang khas, jadinya mantep banget. Sayangnya karena saya halusin bawang putihnya pake blender dimana bawangnya ga terlalu halus, masih ada kasarnya jadinya adonan kue keringnya ada yang bergerindil. Saran saya jika ada bubuk bawang putih, lebih baik menggunakan bubuk bawang putih saja, bakal lebih mulus adonannya.

Resep diambil dari bukunya Joyce Aswan - Kue Kering Ala Nila Chandra. Satu resep cuma jadi 24 pcs. Saya bikin sampai 2 batch karena ya satu batch pasti ga akan sampai satu hari udah ludes duluan. Oh ya, aslinya di atas kue disemir dengan kuning telur. Dan saya lupa! Ingetnya udah selesai dipanggang pas liat kuenya kok pucat ya, rupanya saya lupa olesin kuning telur. Ya sudahlah ya, biarkan saja, toh kuenya juga udah mateng.

Bahan:
90 gram mentega / margarin
3 siung bawang putih, haluskan
3 kuning telur, kocok sebentar
2 sdt air
185 gram tepung terigu *campur, ayak
1/2 sdt baking powder *
1/2 sdt garam *
1 kuning telur, kocok sebentar

Cara Membuat:
- Kocok mentega / margarin hingga halus, masukkan bawang putih halus, kuning telur kocok, dan air. Kocok kembali hingga rata.
- Masukkan tepung terigu yang sudah diayak, uleni hingga kalis. Giling adonan setebal 0.3 cm, potong-potong 1x10 cm. Pilin / puntir potongan adonan, letakkan dalam loyang yang telah diolesi mentega / margarin.
- Olesi permukaan potongan adonan dengan kocokan kuning telur. Panggang dengan api sedang selama 25 menit hingga matang. Angkat, simpan dalam wadah tertutup setelah dingin.

Pepes Ikan Patin

 
Mari kita ngepepes. Ide bikin pepesan gara-gara tadi pagi saya galau ketika Pak Suami bilang beberapa pohon pisang yang ada di depan rumah mau ditebang. Pas pohonnya ada, saya ga kepengen manfaatin daunnya, malah disia-siakan. Lha, pas mau ditebang malah kepengen manfaatin apa yang bisa dimanfaatin dari pohon pisang. Ternyata saya bukan orang yang mudah move on. Ga mudah bagi saya melepas sesuatu itu pergi, bahkan hanya sekedar pohon pisang pun ternyata sulit. Tadi aja mikir, ntar kalau mau ditebang, kalau saya mau bikin lemper kah, atau arem-arem kah, atau nasi bakar kah, atau sekedar mau bikin pepes nyari daun pisangnya dimana. Masa mesti ke pasar beli dulu kan ya, mana mesti beli satu gulungan besar. Lha sekarang masih mudah, butuh daun pisang tinggal bawa pisau ke halaman depan rumah, tebang deh. Butuh alas buat moto, tinggal ambil. Lha terus kalau ga ada pohonnya gimana ya nanti? Entahlah. *edisi curhat*

Tadi ngepepes ikan patin. Ternyata Kirana dan Pak Suami suka kalau patin dipepes gini. Ikan patin biasanya ya saya goreng doang. Bosen kali ya mereka digorengin ikan mulu. Praktis kan ya kalau bikin ikan goreng, ga perlu pake mikir juga, tinggal goreng doang, selesai deh. Lha kalau dipepes gini banyak kerjanya. Pantesan aja kalau di restoran itu, harga ikan pepes mahal yak. Repot kan ya bikinnya. Sekali-kali boleh lah ya dibikin, asal jangan sering-sering.

Pepes patin ini jadi makan siang kami, ga keburu buat sarapan pagi. Jadi sarapannya ya tetep dengan ikan goreng. Kalau saya bikin pepes, daun pisangnya wajib dilayur biar daun pisangnya lemes ga mudah robek. Gimana cara ngelayur daun pisang? Kalau nenek saya dulu ngelayurnya dengan cara dijemur di atas seng. Sekitar sejam atau dua jam gitu lamanya. Kalau saya, ngelayurnya di atas kompor. Jadi api kompor mesti kecil, taruh daun pisang yang sudah dipotong-potong di atas api, bagian atas daun pisang menghadap ke api, bagian bawah daun pisang menghadap ke atas, jadi terbalik posisi daun pisangnya, kalau posisinya terbalik, mudah untuk ngeliatin perubahan warna daun yang sudah lembut. Warna daun pisang yang sudah dilayur menjadi lebih cerah. Geser-geser deh daun pisangnya sehingga semua permukaan daun sudah berubah menjadi lebih cerah. Lakukan sampai semua daun habis, selesai deh. Daun pisang siap digunakan.

Oh iya, saya pun biasanya menggunakan daun pisang yang dobel biar daun tetap aman dan daun ga rusak ketika dipanggang lama. Seringnya menggunakan 2 daun besar dan 1 daun kecil. Daun kecil taruh ditengah daun besar dengan posisi berlawanan ruas dengan daun yang besar. Hmm binggung saya jelasinnya. Jadi begini ya, dua lembar daun besar (daun besar ini biasanya saya ukur sebesar satu jengkal, tapi tergantung juga ukuran ikannya ya, kalau ikan lebih besar maka lebih besar juga daun yang digunakan) ditimpa, ruasnya horizontal. Satu lembar daun besar (daun kecil ini ukurannya 1/3 dari daun besar) ditaruh di atas daun besar, ruasnya vertikal. Begitu maksudnya. Mudah-mudahan paham ya.

Terus pas ngelipet pepes pun ujung daun sebaiknya menghadap ke atas supaya ketika dikukus meminimalisir bumbu yang bocor, ketika mau disematkan lidi pun, patahannya menghadap ke atas ya.

Eh iya, belum ketemu nih gimana caranya supaya bisa moto pepes yang cakep. Jadi ya motonya mati gaya.

Resep saya ambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Kumpulan Resep Sepanjang Masa. Ga hanya patin, ikan apapun bisa dipake menggunakan bumbu ini. Dijamin lezat.

Bahan:
1 kg ikan patin
2 butir jeruk nipis, ambil airnya
1 sdt garam
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

Bumbu Halus:
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
15 buah cabai merah besar, buang bijinya (saya cuma pakai 6 cabai, stoknya tinggal segitu)
3 cm jahe
3 cm lengkuas
2 butir kemiri
1 sdm garam
1 sdm gula pasir

Bumbu Lain:
6 lembar daun salam
3 batang serai, iris 1 cm
2 ikat kemangi, ambil daunnya
3 batang daun bawang, iris 1 cm
6 buah belimbing sayur

Cara Membuat:
- Buang kotoran ikan patin, potong melintang, lalu cuci bersih. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Biarkan selama 30 menit.
- Campur bumbu yang dihaluskan dengan ikan patin. Ambil selembar daun pisang., letakkan daun salam dan serai, lalu letakkan ikan. Taburi dengan kemangi, daun bawang, dan belimbing sayur. Bungkus dengan menyematkan tusuk gigi di kedua ujungnya. Lakukan hal yang sama hingga semua bahan habis.
- Kukus ikan di dalam dandang selama 5 jam hingga matang dan durinya lunak. Panggang pepes patin di atas bara api hingga dauunya kering, angkat, sajikan. (saya cuma kukus selama 1 jam saja)

Ayam Goreng Tulang Lunak


Jarang-jarang nih saya bikin ayam dipresto. Bukan kenapa-napa. Males doang. Panci presto lebih senang duduk manis di lemarin daripada saya pake. Hihihi. Ternyata ayam dipresto lembut ya. Kirana suka sekali.

Karena saya cuma pake panci presto murahan yang harganya 300an, jadi ya jangan berharap semua tulang bisa dimakan ala restoran. Kalau di restoran itu biasanya menggunakan panci presto yang kualitasnya bagus(harga bekasnya aja bisa 1.5 juta). Karena memang panci presto, jadi semua tulang bisa dimakan. Nah, yang saya pakai ini cuman panci presto-prestoan. Jadinya ga semua tulang bisa lunak. Tulang-tulang kecil bisa lunak dan dimakan tapi tulang besar semisal tulang paha ya tetep lunak tapi ya ga bisa dimakan.

Resep diambil dari bukunya Nursaadah - Aneka Ayam Goreng dan Ayam Bakar

Bahan:
1 ekor ayam kampung (saya gunakan ayam negeri)
1 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk purut
1500 ml air

Bumbu Halus:
8 siung bawang putih
5 butir kemiri
2 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 cm jahe
1 sdt ketumbar
1 sdt garam

Pelapis: (untuk 1 ekor ayam, pelapis dibuat 1/2 resep pun masih ada sisanya)
200 ml santan dari 1/2 butir kelapa (saya gunakan santan instant)
100 gram tepung tapioka
2 butir telur, kocok lepas
1/2 sdt garam
1/2 sdt kaldu bubuk rasa ayam

Cara Membuat:
- Lumuri ayam dengan bumbu halus.
- Atur ayam dalam panci presto (panci bertekanan), masukkan serai dan daun jeruk, lalu tuangi air.
- Tutup panci dan kunci.
- Masak dengan api besar selama 1 jam. (jangan lebih dari 1 jam karena ayam akan kering dan air akan menyusut banyak.
- Pelapis: campur bahan pelapis, aduk rata.
- Celupkan ayam ke dalam pelapis.
- Goreng ayam hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.

Bica Blanca Cake


Alhamdulilah LBT ada PR lagi. Bulan Januari ini LBT ulang tahun yang kelima. LBT sudah cukup lama vakum. Di list saya terakhir LBT ada PR itu bulan puasa 2015 untuk sajian lebaran dan ramadhan. Setelah itu vacum. Mudah-mudahan ke depannya LBT bisa lebih aktif lagi.

PR LBT kali ini Bica Blanca Cake. Adakah yang pernah dengar? Bica blanca adalah kue tradisional dari Spanyol. Dibuat dari putih telur, mirip dengan angel cake. Yang unik itu penggunaan whipcream kocok. Baru kali ini saya bikin cake dengan menggunakan whipcream yang dikocok. Whipcream disini digunakan sebagai lemak di dalam cake. Karena menggunakan whipcream jadi warna bica bianca ini putih bersih.

Penggunaan kayu manis di atas cake sebelum cake dipanggang untuk menghasilkan taste yang berbeda. Ketika dipanggang bagian atas cake akan sedikit mengeras dan bubuk kayu manisnya menyatu dengan adonan. Yang coklat-coklat di atas cake itulah bubuk kayu manis yang mengeras. Dibolak balikpun tidak akan lepas bubuk kayu manisnya. Unik bukan?

Soal rasa, standar seperti cake putih telur. Kayu manisnya berperan besar membedakan bica blanca dengan cake putih telur lainnya. Saya bukan pecinta kayu manis, tapi kayu manis yang dipanggang di cake seperti bica blanca ini saya suka sekali. Jika memiliki putih telur yang cukup banyak, cake ini saya rekomendasikan untuk dicoba.

Resep saya ambil dari Teh Vivi Nowotny yang beliau share di grup LBT

Bahan:
6 putih telur (saya gunakan 180 gram putih telur)
Sejumput garam
325 gram gula pasir (saya gunakan 200 gram gula pasir karena saya menggunakan whipcream bubuk yang sudah manis)
250 gram tepung terigu protein sedang, ayak
250 ml whipping cream (saya gunakan 70 gram whipcream bubuk + air dingin hingga 250 ml)
Margarin secukupnya untuk olesan
Kayu manis bubuk

Cara Membuat :
- Panaskan oven sampai 180 ke 200 derajat Celcius.
- Kocok putih telur dengan sedikit garam, tambahkan sedikit demi sedikit gula pasir sampai kaku dan tekstur kocokan terbentuk saat mixer diangkat (stiff peaks). Tambahkan tepung, sedikit demi sedikit, sambil di aduk rata dengan kecepatan rendah.
- Kocok whipping cream sampai mengembang dan kemudian aduk rata ke dalam adonan putih telur.
- Olesi loyang dengan margarin dan lapisi dengan kertas roti, oles lagi dengan margarin. Tuangkan adonan secara merata ke dalam loyang dengan menggunakan spatula. Taburi permukaan adonan dengan kayu manis. (saya menggunakan loyang 20x20x4 cm)
- Panggang selama 35 menit, test dengan cara menusukan tusuk gigi pada cake, pastikan adonan cake tidak menempel. Keluarkan dari oven, simpan diatas rak kue hingga hangat atau dingin, keluarkan dari loyang dan lepaskan dari kertas roti. Cake siap di sajikan.

Puding Mentega


Ada beberapa yang menyebutnya puding mentega karena puding ini menggunakan mentega di dalam adonannya. Nama aslinya apa saya kurang tahu yang jelas di dalam ini ada terigu, telur, gula dan mentega. Mirip cake? Mungkin ini perpaduan cake dan agar-agar yang enak sekali rasanya. Sedap lah. Adakah yang tahu namanya apa?

Dipanggang ya? Engga.
Terus dikukus kah? Engga
Jadi diolah begitu saja? Betul sekali.
Matang kah telur dan terigu yang ada di dalamnya? Telur harusnya matang karena disiram agar yang mendidih ke dalam adonan telur. Terigu juga harusnya matang karena sudah disangrai.
Masih merasa khawatir makan telur dan terigu mentah? Ya ga usah bikin. Ga susah kan?

Pertanyaan di atas ini yang paling sering ditanyakan ketika dulu 5 tahun yang lalu saya share resep ini di facebook. Ternyata sudah lima tahun saya ga bikin puding ini. Tetiba saja tadi rindu sekali pengen makan puding ini. Puding ini kalau puasa, sering dijual di tempat juadah ramadhan di Pontianak dengan versi yang berbeda tapi rasa yang sama.

Resep didapat dari mamaknya Ayu. Saya gunakan loyang tulban ukuran 22 cm sepertinya terlalu rendah untuk satu resep ini. Lebih bagus kalau gunakan loyang tulban 20 cm. Menuang adonan ke loyang mesti cepat ya supaya adonan yang menunggu ga keburu membeku. Jadi saya gunakan 3 cangkir untuk penggunaan tiga warna supaya ga ribet mesti cuci satu persatu.

Bahan:
125 gram margarin
1 cup gula pasir
4 butir telur
1 cup tepung terigu, disangrai terlebih dahulu, ayak tepungnya.
1/2 kaleng susu kental manis (saya gunakan 4 sachet susu kental manis)
2 bungkus agar-agar plain
3 cup air
Vanila secukupnya
Pewarna makanan secukupnya

Cara Membuat:
- Olesi margarin tipis-tipis pada loyang. Jika menggunaan loyang plastik, tidak perlu diolesi apapun. Sisihkan.
- Kocok mentega dan gula hingga kental masukan telur satu persatu, kocok lagi sebentar.
- Masukan tepung dan susu kental manis serta vanila, kocok lagi hingga rata. Sisihkan.
- Masak agar-agar dengan air hingga mendidih.
- Tuang agar-agar yang sudah didihkan ke dalam adonan mentega, gula, dan tepung, aduk rata dengan spatula.
- Ambil adonan sebanyak satu cup, beri pewarna, tuang ke loyang.
- Ambil lagi adonan sebanyak satu cup, beri pewarna yang lain, tuang lagi ke atas adonan sebelumnya. Lakukan hingga adonan habis.
- Diamkan hingga adonan set. Keluarkan. Dinginkan. Sajikan.

Tinorangsak

Tinorangsak sama dengan tinoransak. Masakan ini sangat terkenal di Manado Sulawesi Utara. Di Manado, tinorangsak ini umumnya terbuat dari babi. Saya pernah coba bikin tinoransak sapi, sekarang saya cobain versi ayamnya. Rupanya ayam dimasak tinorangsak ini lezat sekali. Ada juga lho tinorangsak yang dibuat dari seafood. Ntar deh kapan-kapan saya cobain tinorangsaknya dari seafood.

Cabenya terlihat wahh kan? Tapi sebenarnya tinorangsak yang saya bikin ini ga pedas. Semua biji cabe saya buang, jadi cuma ambil kulitnya saja. Tinorangsak yang asli tentu saja pedasnya ruarr biasa, sama seperti masakan Manado lainnya yang selalu pedas. Jadi tinggal menyesuaikan selera di rumah saja ya mau dibuat versi pedas atau ga.

Kali ini gaya banget saya, semua bahan saya tumbuk. Karena memang mesti ditumbuk kasar. Padahal biasanya kalau masak mah semua bumbu tak blender aja nyari gampangnya. Tetapi karena bawaan tangan pernah patah, jadi tumbuk bumbunya setengah hati dan apa adanya dan benar-benar kasar. Harap dimaklumi kalau cabenya masih segede gajah.

Resep saya ambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Kumpulan Resep Sepanjang Masa

Bahan:
500 gram daging ayam tanpa tulang (fillet), dipotong kotak
200 ml air
3 sdm minyak goreng untuk menumis

Tumbuk kasar:
15 buah cabai merah keriting (saya buang biji cabai supaya tidak pedas)
5 siung bawang merah
3 cm jahe

Bumbu Lain:
1 butir bawang bombay, iris tipis
1 batang serai, iris tipis
4 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris tipis
4 tangkai kemangi, ambil daunnya
2 batang daun bawang, iris kasar
1 sdt garam
1/2 sdt gula
1/4 sdt kaldu instant (saya pakai non msg)

Cara membuat:
- Tumis bumbu yang ditumbuk kasar, bawang bombay, serai, dan daun jeruk hingga harum.
- Masukkan daging ayam, tambahkan air, garam, gula, dan kaldu instant, aduk rata. Biarkan hingga ayam matang dan kuah tinggal sedikit.
- Masukkan daun kemangi dan daun bawang, aduk sebentar, angkat. Sajikan selagi panas dengan nasi pulen hangat.

Sirup Belimbing Wuluh


Asyikkk bikin sirup homemade. Kali ini pakai belimbing wuluh.

Saya baru tahu belimbing wuluh bisa dibikin sirup setelah dapat info dari Kaka Olivia. Di bbm beliau cerita kalau Pak Wisnu ada posting tentang sirup belimbing wuluh di Grup NCC. Ternyata belimbing wuluh yang selama ini belum bisa termanfaatkan dengan baik oleh saya bisa dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi sirup.

Di rumah saya ada pohon belimbing wuluh. Kalau pas lagi panen banyak sekali buahnya. Seberapa banyak lah kan ya yang bisa saya manfaatkan untuk dimasak. Kalau masih bisa dijangkau buahnya, saya ambil dan bagi ke tetangga di rumah dan di toko. Kalau letak buahnya tinggi, seringnya ya kematengan terus kena angin dan jatuh ke tanah.

Kaka Oliv cerita, belimbing wuluh ini termasuk buah yang tidak mudah ditemui di pasar, langka rupanya. Saya memang belum pernah menemukan belimbing wuluh dijual di pastrad Pontianak. Gara-gara cerita Kaka Oliv, saya tiba-tiba merasa sangat bahagia memiliki pohon belimbing wuluh. Terharu rasanya.... Panen berikutnya saya akan bagi belimbingnya ke Kaka Oliv. Tunggu ya kaka.

Oh iya, kalau mau bikin sirup yang cantik, sebenarnya lebih bagus menggunakan gula rafinasi yang berwarna putih bersih. Di Pontianak ini, banyak beredar gula rafinasi dari Malaysia, lebih murah pula. Kalau tidak ada gula rafinasi bisa menggunakan gula yang berwarna putih, misalnya gulaku yang kemasan hijau. Nah.. kalau tidak ada stok gula berwarna putih, menggunakan gula pasir berwarna kuning juga boleh saja. Kelemahan dari gula pasir berwarna kuning ini, hasil sirupnya keruh berwarna coklat. Dari segi rasa tidak ada pengaruh, hanya kurang cantik saja.


Resep saya ambil dari Pak Wisnu yang beliau share di Grup Facebook NCC. Resep di bawah ini untuk 1 resep. Saya cuma bikin 1/4 resep karena ketika panen cuma ada 257 gram belimbing wuluh. Hasil dari 1/4 resep sekitar 500 ml. Di botol hijau itu kapasitas 1 liter, hasil jadinya ada setengah botol untuk 1/4 resep. Info dari Pak Wisnu, jika tidak mau belimbingnya kelat, bisa dikukus terlebih dahulu. Menurut pengalaman saya, karena saya ambil belimbing wuluhnya muda-muda, jadi tanpa dikukus pun tidak akan getir. Rasanya segar sekali, seperti minum sirup lemon. Yuk dicoba.

Bahan:
1 kg belimbing wuluh
1 liter air
2 kg gula pasir
Bunga dari belimbing wuluh secukupnya

Cara Membuat:
- Blender belimbing wuluh dan air hingga halus, saring ampasnya, ambil airnya, sisihkan.
- Masak air belimbing wuluh dengan gula dan bunga belimbing wuluh hingga semua gula larut. Dinginkan.
- Sirup siap dinikmati dengan es dan air dingin.

Bestik Lulur


Adakah yang pernah makan bestik lulur?

Bestik lulur adalah salah satu masakan dari kota Jepara. Bestik berasal dari bahasa Belanda 'Biefstuk' yang artinya daging sapi steak / stik dan kata lulur adalah bahasa Jawa yang artinya has dalam. Bestik adalah salah satu contoh makanan fusion Belanda dan Indonesia yang awalnya dibawa oleh noni-noni Belanda ke Indonesia dan akhirnya diadopsi oleh orang Indonesia.(sumber kecap bango).

Jadi sederhananya bestik lulur adalah steak yang dimasak ala semur. Rasanya enak sekali... Pemakaian kecap yang banyak menjadikan bestik lulur ini rasanya manis dan gurih. Tekstur daging empuk karena proses memasak yang cukup lama. Saya memasak dengan api kecil kurang lebih 1 jam hingga cairan di daging menjadi lebih asat.

Resep saya ambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan
500 gram daging sapi has dalam, potong-potong
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt cuka
5 butir bawang merah, iris
1 sdm margarin untuk menumis
4 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
800 ml air

Cara memasak
- Lumuri daging dengan garam, merica bubuk, dan cuka. Remas-remas. Sisihkan.
- Panaskan margarin. Tumis bawang merah sampai harum. Masukkan kecap manis, garam, merica bubuk, dan air. Aduk rata.
- Tambahkan daging. Aduk rata. Masak sampai meresap dan matang hingga kuah mengental.
- Jika daging belum lunak, tambahkan sedikit air.