The Best Red Velvet Cupcakes (KB#3)


Akhirnya saya bikin juga PR dari Kitchen Blog. Di detik-detik terakhir baru dikumpulkan pula. Diketik di tengah malam buta. Entah kemana saya selama ini.


Ini red velvet percobaan saya yang agak lumayan benar saya bikinnya. Jaman dulu awal-awal baking pernah bikin red velvet juga. Tapi ya red velvet abal-abal gitu. Yang sekarang saya bikin benar-benar red velvet walau warnanya ya ga terlalu "red". Yang saya bikin ini malah berwarna kecoklatan. Mengapa jadi berwarna coklat? Karena saya pakai coklat bubuk elmer yang warnanya agak gelap dan saya pakai pewarna kupu-kupu merah cabe. Saya pun pakai pewarna merahnya agak sungkan. Kebayang kan kalau red velvet saya malah berwarna merah cerah saking banyaknya pewarna yang dipake. Dari referensi yang saya baca, untuk pewarna makanan yang paling bagus untuk red velvet itu keluaran wilton. Tapi.. di Pontianak kan ga ada pewarna merah merk wilton, jadi ya pakai yang ada di rumah saja.

Resep diambil dari bukunya Deborah Harroun - The Red Velvet Lover's Cookbook. Sebenarnya nama judul dari resep ini memang The Best Red Velvet Cupcakes. Bukan saya yang sengaja kasi nama seperti itu. Di buku ini menceritakan bahwa red velvet bisa divariasikan ke banyak cake. Ada pie, kukis, donat, dadar gulung vla, red velvet ala lava cake gitu juga ada. Awalnya mau bikin red velvet donat, tapi saya bayangkan kok kalau saya yang bikin donat berwarna merah, ntar setelah digoreng malah berubah jadi warna coklat. Akhirnya balik lagi ke red velvet klasik yaitu cupcake saja.


Bahan:
2 1/4 cup tepung terigu serba guna (315 gram)
1 sdt garam
1 sdm bubuk coklat (pilih yang tidak berwarna gelap)
1 1/2 cup gula (225 gram, saya pakai 200 gram)
1 cup minyak sayur (236 ml)
2 telur
3 sdm pewarna makanan merah
1 cup buttermilk (236 ml, saya pakai yogurt plain)
1 1/2 sdt vanila
1 sdt cuka
1 sdt baking soda

Cara Membuat:
- Panaskan oven 190 C, siapkan loyang cupcake, alasi dengan papercup.
- Aduk rata terigu, garam, dan bubuk coklat hingga rata.
- Kocok gula dan minyak sayur dengan mixer. Tambahkan telur.satu persatu, kocok selama 30 detik. Tambahkan pewarna makanan, aduk balik dengan spatula.
- Tambahkan bahan kering dan buttermilk ke dalam adonan, aduk hingga tercampur rata. Tambahkan vanila, aduk rata. Campur cuka dan baking soda ke dalam mangkuk lain hingga berbusa. Tambahkan ke dalam adonan, aduk rata.
- Isi tiap papercup dengan adonan. Panggang selama 18 menit atau hingga matang . Lakukan tes tusuk untuk mengetahui kematangan kue. Keluarkan dari oven, taruh di rak pendingin.
- Apabila cupcake sudah dingin, tambahkan cream cheese frosting.

Cream Cheese Frosting:
12 ounces cream cheese, diamkan di suhu ruang (336 gram)
12 sdm mentega tawar, diamkan di suhu ruang
1 3/4 cup + 1 sdm gula halus (193 gram)
2 sdm sour cream
1/4 sdt vanila

Kocok cream cheese dan mentega di wadah besar hingga ringan. Tambahkan gula halus, kocok hingga tercampur rata. Tambahkan sour cream dan vanila, kocok hingga tercampur rata. Semprotkan di atas cupcake. Cream cheese frosting bisa disimpan di kulkas. Apabila mau digunakan, diamkan di suhu ruang dan kocok kembali sebelum digunakan.

Lempeng Pisang


Yang saya tahu lempeng pisang itu makanan khas asli banjarmasin. Dulu ibu saya sering membuat lempeng pisang. Beliau bilang ini "wadai banjar". Nah.. pas saya buka-buka buku resep dari malaysia, saya lihat ada resep lempeng pisang. Ternyata lempeng pisang ini juga dikenal di malaysia. Namanya pun sama yaitu lempeng pisang. Kalau lempeng pisang ala ibu saya itu pakai telur dan air, mirip adonan jemput-jemput gitu tapi kalau jemput-jemput kan digoreng, kalau lempeng pisang ala ibu saya dipanggang di atas teflon. Nah.. resep lempeng pisang yang dari malaysia ini malah mirip banget dengan lopak-lopak oku dari oku sumatera selatan yang dulu pernah saya bikin. Tanpa air dan telur, juga dipanggang di atas teflon.

Ini yang kedua kali saya bikin lempeng pisang. Lempeng pisang pertama saya bikin kemaren, bentuknya tak karuan karena saya panggang di atas teflon anti lengket yang ternyata ga anti lengket. Alhasil pada nempel lempengnya. Tragis banget liatnya. Walau tetep masih bisa dimakan tapi kan ga cantik buat difoto. Akhirnya tadi pagi saya bikin lagi. Kali ini pakai cetakan kue cubit hadiah dari ci yuli waktu ncc brownies week yang lalu. Harusnya memang berbentuk lempengan, tetapi karena saya pakai loyang kue cubit, jadi lempengan saya sudah ga berbentuk lempengan lagi. Ada yang bentuk hati, bulat, segitiga, bunga, segienam. Memang ga lazim sih bentuknya seperti ini. Tapi kan yang penting bentuknya bagus, hehehe....

Resep saya ambil dari bukunya Chef Hanieliza - Resipi Kompilasi Warisan. Resep sudah saya terjemahkan ke bahasa Indonesia.

Bahan:
7 buah pisang berangan
1 cup tepung terigu, ayak
1/2 sdt garam
2 sdm gula

Cara Membuat:
- Hancurkan pisang di dalam mangkuk (saya hancurkan menggunakan garpu).
- Masukkan gula dan garam, aduk rata.
- Masukkan tepung terigu, aduk rata.
- Panaskan pan anti lengket dengan api paling kecil.
- Letakkan 1 sendok adonan dan ratakan sedikit.
- Tutup pan, balik jika sisi bawah sudah kekuningan.
- Angkat dan siap dihidangkan.

Cetakan Ikan Koi TTC 197


Harga Rp. 19.000

Cetakan Coklat Pagar TTC 321


Harga Rp. 19.000

Rica Rodoh


Kalau yang namanya rica kita pasti sering dengar, yang sangat familiar yaitu ayam rica-rica. Tetapi bagaimana dengan rica rodoh, sering dengar juga kah? Rica rodoh itu sayur ala rica-rica gitu. Campurannya cukup banyak. Alhamdulilah.. ayah kirana suka..

Rica rodoh ini masakan manado. Biasanya yang namanya rica kan banyak sekali cabenya. Nah.. resep rica rodoh ini ga terlalu banyak cabenya. Jadi saya yang ga bisa makan terlalu pedas, bisa ikutan makan.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
200 gram daging sapi (sengkel / tetelan), rebus sampai lunak, iris tipis
200 ml cairan perebus / kaldu daging
5 buah kacang panjang, potong 3 cm
1 buah jagung, sisir
1 buah terung, belah dua, potong 2 cm menyerong.
50 gram daun melinjo muda
2 batang daun bawang, iris serong 2 cm
5 lembar daun jeruk purut, sobek-sobek
1 batang serai, memarkan
50 gram daun kemangi

Bumbu Halus:
4 buah cabai merah dan rawit sesuai selera
8 buah bawang merah
1 sdm jahe cincang
1/2 sdt garam

Cara Membuat:
Tumis bumbu halus dengan 3 sdm minyak goreng, bersama daun jeruk purut dan serai. Masukkan daging, jagung, dan kacang panjang, setelah layu, tuangkan kaldu daging, didihkan. Masukkan berturut-turut: terung, daun melinjo, daun bawang, dan daun kemangi. Setelah mendidih kembali, angkat.

Kalio Telur


Kalio telur ini mirip-mirip dengan teluk benggala yang dulu pernah saya buat. Telur dimasak santan istilahnya. Hmm.. karena Indonesia itu kaya akan budaya dan kulinernya, jadi ada beberapa makanan yang mirip tapi namanya berbeda karena berbeda wilayah. Bumbu dan cara membuatnya pun hampir sama walau tak sama persis. Jadi mengutip bagian belakang buku Dapur Indonesia "khazanah dapur indonesia, sungguh luar biasa". Memang betul, kuliner Indonesia jauh sangat menggoda dan menantang saya untuk lebih mengenalnya.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia.

Bahan:
6 butir telur rebus, kupas (saya pakai 7 buah)
1 lembar daun kunyit, sobek-sobek, simpulkan
1 batang serai, memarkan
3 lembar daun jeruk purut
1-2 potong asam gelugur / asam kandis
750 ml santan dari 1 butir kelapa sedang

Bumbu Halus:
8 buah cabai merah
8 buah bawang merah
1 sdm lengkuas
1 sdm jahe cincang
1 sdm kunyit cincang
2 sdt ketumbar sangrai
1 sdt garam

Cara Membuat:
Sambil sesekali diaduk, didihkan santan bersama bumbu halus, daun kunyit, serai, dan jeruk purut, serta asam, masak sampai kuah mulai mengental. Kecilkan api, masukkan telur, masak hingga kekentalan sesuai selera.

Mika Puding Telur Ceplok


Harga Rp. 10.000 / 100 pcs dan Rp. 66.000 / 780 pcs

Cetakan Coklat Pagar TTC 320


Harga Rp. 19.000

Cetakan Coklat Pagar TTC 319


Harga Rp. 19.000

Quiche Lorraine


Keren kan namanya? Dibaca kish lorein. Ini pie asin asal Perancis. Saya itu sudah terobsesi untuk membuat quiche lorraine sejak dahulu kala. Lamaa banget pengen dicoba tapi ya ga dicoba-coba karena rasa malas selalu mendera. Sok sibuk lah, ngerasa biknnya ribet lah. Padahal ya ga ribet. Berkali-kali beli bayam untuk dibuat quiche, tapi bayam selalu berakhir dengan sup bening. Berkali-kali beli jamur kaleng, tapi malah bikin yang lain.

Sampai di hari kemaren entah kenapa niat saya sedang membara. Walau sudah jam 9 malam, saya bikin si quiche. Dari bikin kulit pie, iris-iris, bikin isian, panggang, cuci perabotan dapur, leyeh-leyeh, selesai jam 11.30 malam. Matikan oven, buka dikit pintu oven, saya pun tidur. Keesokan paginya saya hangatkan quiche lorraine ini di oven, maksudnya biar dimakan hangat. Masya Allah, saya lupa.... dan baru ingat setengah jam kemudian. Alhasil bagian atas quiche lorraine ini kurang cantik. Agak mencoklat gitu karena kelamaan dipanggang. Soal rasa, oke banget.


Resep saya ambil dari bukunya Ibu Fatmah Bahalwan & Tim NCC - 241 Resep Makanan Favorit Anti Gagal. Resep di bawah ini satu resep sesuai dengan buku. Untuk kulit saya bikin 1 resep. Untuk isian banyaknya ga saya takar, intinya isinya sama, ada sosis, jamur, bayam, bawang bombai, dan keju. Untuk custard saya hanya pakai untuk 3 telur dan 300 ml susu cair. Hasil akhir ada 1 cetakan pie diameter 20 cm, dan 6 buah pie mini pakai cetakan cupcake. Kenapa untuk isian ga saya takar sesuai resep? Karena cetakan pie yang saya gunakan rendah, ga bisa untuk menampung semua isian sesuai resep. Jadi ketika kulit pie sudah dibentuk di loyang, saya tata irisan sosis dan jamur kuping selang seling hingga menutupi seluruh dasar pie, kemudian saya tabur dengan bawang bombai yang saya cincang, saya tambahi irisan bayam hingga menutupi semuanya, kasi custard, baru taburi keju.

Bahan kulit:
350 gr tepung terigu protein sedang
200 gr mentega
3 btr kuning telur
100 ml air es (saya hanya gunakan 50 ml)

Bahan isi:
450 gr jamur kaleng, iris halus
100 gr bayam, iris halus
100 gr bawang bombay, iris halus
125 gr keju parut
250 gr sosis, iris tipis

Bahan Custard::
1 liter susu
10 kuning telur
1 sdt garam
¼ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk

Cara Membuat:
- Kulit: aduk tepung terigu, kuning telur dan mentega hingga berbutir-butir. Tuangi air es sedikit demi sedikit, uleni hingga tercampur rata, bulatkan. Giling, cetak dalam cetakan pie yang telah diolesi margarin.
- Custard: aduk semua bahan menjadi satu, saring.
- Isi kulit pie dengan bahan isi. Tuangi adonan custard. Panggang ke dalam oven hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat, keluarkan dari cetakan.
- Hidangkan.

Ayam Masak Habang


Pernah coba ayam masak habang? Ayam masak habang ini berasal dari Kalimantan Selatan. Kakek saya berasal dari Kalimantan Selatan, tepatnya dari Nagara. Tante saya masih bisa berbahasa banjar, tetapi saya dan sepupu-sepupu yang lain yang masuk ke cucu, sudah tidak ada lagi yang bisa berbahasa banjar. Insya allah suatu hari saya akan ke Kalimantan Selatan. Tunggu saya ya..

Kalau tidak salah, habang dalam bahasa banjar itu artinya merah. Berarti ayam masak habang itu sama dengan ayam masak merah. Koreksi saya ya jika saya salah.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
1 ekor (850 gram) ayam negeri, potong 8
1 batang serai, memarkan
2 buah tomat, potong 8
2 sdm asam jawa + 1 sdm air
350 ml air
1/2 sdt gula merah

Bumbu Dihaluskan:
8 buah cabai merah
6 buah bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah kemiri sangrai
1 sdt kencur cincang
1 sdt jahe cincang
2 sdt lengkuas cincang
1/2 sdt terasi
1 sdt garam

Cara Membuat:
- Lumuri ayam dengan campuran air asam dan air, diamkan selama 5 menit. Tiriskan, goreng sampai kecoklatan.
- Tumis bumbu halus dengan 3 sdm minyak goreng, masukkan serai, tomat, air, dan gula merah, didihkan. Masukkan ayam, setelah mendidih kembali masak dengan api kecil, bila perlu tambahkan air hangat sedikit-sedikit, angkat setelah ayam empuk dan kuah kental berminyak.

In memoriam keluarga H. Syahdan Oetar
Dari kiri ke kanan Bapak Abdul Karim, Kakek Syahdan Oetar, Ibu Asyiah, Nenek Hawa, Ibu Sabariah, Ibu Hamsah. Sebenarnya di keluarga Syahdan Oetar ada lagi satu anak yang bernama Nursiah. Tapi di foto ini Tante Nursiah ga ada penampakannya. Mungkin pada saat itu Tante Nursiah belum lahir. Mereka-mereka yang ada di foto ini sudah meninggal termasuk ibu saya, Ibu Sabariah. Suatu hari nanti insya allah kita semua akan dipertemukan kembali ya... 
Dulu kakek saya itu pedagang toko kelontong di Pasar Parit Besar, ketika tahun 1978 Pasar Parit Besar direnovasi, jadi toko kakek saya ikut digusur. Jadi sama Pemkot Pontianak, dipindahkan ke Pasar Sudirman. Nah.. toko inilah yang sampai sekarang menjadi Toko Cetakan Kue. Sudah lama sekali kan toko saya.

Kue Bolu Cubit


Ahaaaa akhirnya saya uji coba juga snack makernya. Ini adalah snack maker yang saya dapatkan sebagai hadiah NCC Brownies Week dari Ci Yuli. Bahannya bagus banget, anti lengket, tapi bukan bahan teflon. Coba liat bahannya, beda kan dengan teflon. Suka deh dapat snack maker yang oke gini.

Percobaan saya kenalan dengan gadget baru. Masih berusaha mengenali karakteristik cetakannya. Ternyata kue sangat cepat matang walau apinya udah kecil banget. Dari atas ga terlalu keliatan kalau sudah matang, dari samping pun masih kekuningan, di bagian bawah rupanya sudah keburu coklat. Kalo ga salah ada yang pernah cerita kalau cetakan yang seperti ini harus dipakein alas. Entar deh untuk uji coba berikutnya saya pakein alas loyang bekas sebagai dasarnya supaya cetakan ga langsung kena api.

Eh ya.. saya itu orangnya agak ngeyel. Di resep bilang langsung dikasi topping meises atau keju pada saat adonan masih mentah. Saya pikir nanti lah tunggu setengah matang baru dikasi topping. Saya tinggal cuci piring, ketika saya cek lagi, olalaaa kue cubitnya sudah benar-benar matang. Ga bisa lagi dikasi topping. Ya sudahlah, kita makan polosan aja atau dikasi selai coklat enak juga.


Resep saya ambil dari bukunya Ibu Sisca Susanto - Kue Serba Panggang Ala Kaki Lima. Satu resep ini cuma dapat satu loyang snack maker. Tapi snack makernya berukuran jumbo. Makan satu aja udah kenyang saking jumbonya.

Bahan I:
3 butir telur
100 gram gula pasir
1/2 sdt cake emulsifier

Bahan II:
100 gram tepung terigu
1/2 sdt vanili cair
1/2 sdt baking powder

Bahan III:
75 gram mentega, cairkan

Pelengkap:
Keju parut dan meises secukupnya

Cara Membuat:
- Kocok sampai kental bahan I, lalu masukkan bahan II dan kocok dengan kecepatan rendah.
- Tuang mentega cair, aduk hingga tercampur rata.
- Siapkan cetakan kue cubit, olesi dengan mentega, dan panaskan. Tuang adonan, taburi keju dan meises di atasnya, lalu panggang sampai matang.

Sup Keribang (NCC Pangan Lokal Week)


Ikutan NCC Panlok lagi. Ini setoran keempat saya. Kali ini saya cukup rajin bebikinan untuk ncc week.

Adakah yang mengenal apa itu keribang? Keribang nama latinnya Dioscorea alata L. sin. D. atropurpurea Roxb., D. purpurea Roxb., D. sativa Del. Sekilas, keribang itu mirip dengan ubi ungu, tetapi kalau diperhatikan lebih teliti, sangat berbeda. Dari segi fisik, keribang itu berakar dan akarnya menempel di umbi, kalau ubi ungu permukaan umbinya mulus. Keribang kulitnya berwarna ungu cerah seperti buah naga merah, kalau ubi ungu berwarna ungu muda. Jika dipotong, keribang bergetah dan berlendir, sedangkan ubi ungu tidak bergetah. Bagian dalam keribang ada yang berwarna putih dan ungu cerah, sedangkan ubi ungu berwarna ungu muda.

Dulu saya kira keribang itu sama dengan ubi ungu. Pas dibeli pun saya masih ngotot bahwa keribang sama dengan ubi ungu. Ketika saya bersihkan dan potong-potong saya baru tersadar bahwa keribang dan ubi ungu betul betul berbeda. Akhirnya curhat dengan teman masalah keribang ini. Saya pun diceritakan bahwa keribang itu sering dimakan oleh Masyarakat Tionghoa yang ada di Pontianak. Saya pun diajarin oleh tetangga di sebelah toko bagaimana memasak keribang ini.


Ternyata keribang dijadikan sup itu enak lho. Getah yang ada pada keribang jangan dibuang, dibiarkan saja. Getah itu yang akan membuat sup menjadi kental. Mirip seperti sup yang menggunakan maizena, padahal sup ini tanpa maizena.

Bahan:
6 siung bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
200 gram keribang, bersihkan, potong dadu
400 ml air
30 gram ikan teri, rendam, tiriskan
Garam secukupnya
Merica secukupnya

Cara Membuat:
- Tumis bawang merah dan bawang putih dengan sedikit minyak hingga harum.
- Masukkan keribang dan air, masak hingga keribang lunak, tambahkan air jika perlu.
- Masukkan teri, garam dan merica, masak hingga matang dan air menyusut.
- Sajikan.

Kangkung Belacan

 
Salah satu variasi dalam memasak kangkung nih ceritanya. Sama sih dengan tumis kangkung pada umumnya. Yang bikin beda cuma penambahan terasi aja.

Resep diambil dari bukunya Yasaboga - 36 Resep Lauk Sehari - hari.

Bahan:
250 gram kangkung, potong-potong, rebus, tiriskan
1 buah tomat, potong-potong

Tumbuk Kasar:
5 buah cabai merah
5 buah bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt terasi
1 sdt garam
Gula menurut selera

Cara Membuat:
Dengan 3 sdm minyak goreng, tumis bumbu tumbuk sampai berbau harum dan matang, masukkan tomat, aduk sampai layu. Tata kangkung rebus di piring saji. Siramkan bumbu tumis.

Beef Kofta


Beef kofta yang saya bikin ini benar-benar acak adut. Entah mengapa daging cincangnya ada beberapa yang lepas atau patah dari tusukan sate. Permasalahannya ketika dipanggang. Saya menggunakan pemanggang gas yang ada jari-jarinya. Ketika dipanggang, kebanyakan tusukan daging pada lengket di pemanggangnya, kalau pun ga lengket ya patah ketika dibalik. Saran saya, jika mau buat beef kofta yang lebih mudah, gunakan saja teflon anti lengket supaya lebih mudah proses memanggangnya.

Dagi segi rasa tidak mengecewakan, yang mengecewakan hanyalah bentuknya yang kacau. Mungkin juga harusnya pakai tusukan yang lebih besar seperti bambu atau bilah besi supaya lebih lebar dan lebih mudah dibalik.

Beef kofta ini mempunyai cerita tersendiri bagi saya. Saya ingat saya dulu pernah makan beef kofta ketika haji dengan Alm. Bapak pada tahun 2010 lalu. Di dekat hotel saya di daerah Jarwal ada restaurant arab. Salah satu menu yang disajikan adalah beef kofta ini. Dulu saya kira sate karena mirip sate, rupanya bukan sate. Tetapi ya, saya makan saja. Sekarang ini saya baru tahu yang dulu saya makan itu namanya beef kofta.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Koleksi 120 Resep Makanan Sapi.

Bahan:
500 gr daging cincang tanpa lemak
1/2 bh bawang bombai, cincang
1 butir putih telur
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
100 gr keju cheddar
3 sdm daun ketumbar cincang (saya ga pake)
1 sdt ketumbar sangrai dihaluskan
1/4 sdt jintan sangrai dihaluskan
1/2 sdt cabai bubuk
1 sdt paprika bubuk (kalau ada)
1/2 sdt kunyit bubuk
1/8 sdt kayu manis bubuk
10 buah tusuk sate besi / bambu yang pipih

Pelengkap:
Sayuran segar
Mayones siap beli
Daun ketumbar bila suka
Roti pita

Cara Membuat:
Campur semua bahan jadi satu, aduk rata. Bagi menjadi 10 bagian, masing-masing dibalutkan pada tusuk sate sambil dipadatkan berbentuk lonjong. Panggang di atas bara api hingga matang sambil dioles dengan minyak goreng, hidangkan dengan roti pita / masi, serta pelengkapnya.