Ikan Asam Padeh

Hai hai... ngeblog lagi setelah sekian lama 'menghilang'. Belum lama juga sih. Kemana aja Rika? Ga kemana-mana juga. Huhuhu. Di toko lagi banyak barang-barang datang. Jadi tiap hari sibuk aja kemasin barang. Kan puasa ga lama lagi. Jadi cetakan-cetakan juga sudah mulai berdatangan. Karena itulah masak pun seadanya. Bikin kue? Ga sempat kaka. Jadi hampir tiap malam beli martabak manis. Untung masih belum bosan makan martabak. Mudah-mudahan untuk ke depannya saya bisa lebih rajin posting ya.

Karena kangen ngeblog, jadi ini postingan sederhana tentang ikan asam pedas ala padang. Di padang bilangnya ikan asam padeh. Tumben bikin asam pedas? Karena pas ada dapet telur ikan. Kalau di saya, telur ikan itu paling oke dimasak seperti ini. Bakal terasa nikmatnya.

Ikan asam pedas itu bisa pakai ikan apa saja. Pas saya ada kakap jadi saya gunakan ikan kakap. Kalau ada tongkol, patin, atau bahkan ikan kembung pun hayuk aja.

Yang wajib dalam asam pedas itu adalah daun kunyit dan daun jeruk. Daun kunyit bisa diremas dulu baru disimpul biar ga berhamburan kemana-mana. Kalau saya, daun kunyitnya saya potong-potong. Untuk daun jeruk, sebenarnya daun jeruk purut itu akan lebih harum jika daunnya disobek dari batangnya. Ga percaya? Cobain aja.

Resep saya ambil dari bukunya Zulkaryani Lala Komala - Balado.

Bahan:
1 ekor ikan tongkol / tenggiri, cuci bersih, potong-potong (saya pakai ikan kakap beserta telur ikannya kurleb 750 gram)
1 buah jeruk nipis, ambil airnya
600 ml air
4 lembar daun jeruk purut (saya sobek)
1 lembar daun kunyit (saya potong-potong)
1 batang serai, memarkan
1 ruas lengkuas, memarkan
2 mata asam kandis

Bumbu Halus:
500 gram cabai merah keriting (saya gunakan 250 gram saja, supaya tidak pedas, semua biji saya buang)
10 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1 ruas jahe
Garam secukupnya

Cara Membuat:
- Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama 10 menit hingga meresap.
- Campur air dengan bumbu halus, daun jeruk, daun kunyit, serai, lengkuas, dan asam kandis menjadi satu. Masak hingga mendidih.
- Masukkan ikan, masak dengan api sedang hingga matang dan bumbu meresap. Angkat dan sajikan.

Kaki Naga


Saya masih ga paham mengapa snack ini disebut kaki naga. Padahal ga mirip dengan kaki naga kan ya? Apalagi kalau saya yang bikin, ya bakal lebih ga mirip lagi. Kaki naganya meletot sana sini.

Sebenarnya kaki naga itu adalah nugget yang dipakein stick. Bisa pake resep nugget apa aja. Pake resep nugget andalan masing-masing pun hayuk aja. Tinggal dibuletin, kasi stick bisa dari sumpit yang dipotong-potong atau stick es krim, terus dibentuk lonjong deh.


Kaki naga ini bisa juga untuk tambahan lauk. Tapi kalau di rumah saya, cuma jadi cemilan aja. Ga tahan lama kalau ada camilan yang seperti ini makanya mau dijadikan lauk pun udah keburu habis karena habis digoreng udah sibuk diicip sama Kirana. Alhamdulilah, sehat terus ya nak.

Oh ya, kayaknya pas goreng kaki naga ini saya kurang konsentrasi deh. Kan bikinnya malam sebelumnya, saya sudah gulingkan ke tepung roti, terus dikulkasin untuk besok paginya. Pas besok paginya mau ngegoreng malah saya celup lagi ke kocokan telur. Sadar kalau salah prosedur ketika semua udah digoreng, kok bentuknya begini ya ga crumble, ternyata saya lupa. Jadi inget iklan dian sastro di bandara.


Resep diambil dari bukunya Tim Sarasvati - Super Snack Anak

Bahan:
150 gram daging paha ayam, cincang halus
200 gram udang kupas, cincang halus
40 gram bawang bombay, cincang halus
60 gram wortel, serut halus
2 siung bawang putih, haluskan
2 sdm kelapa agak muda, parut (saya ga pake)
1 batang daun bawang, iris halus
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt pala bubuk
2 butir telur ayam
250 gram tepung roti
Minyak untuk menggoreng secukupnya

Peralatan lain:
Sumpit bambu sepanjang 6 cm

Cara Membuat:
- Campurkan daging ayam, udang, bawang bombay, wortel, bawang putih, kelapa, daun bawang, garam, merica, pala, 1 putih telur, dan 2 sdm tepung roti. Aduk hingga rata. (saya haluskan ayam, udangm dan bawang putih di dalam food processor)
- Bentuk adonan oval agak pipih dan tusukkan pada ujung sumpit. Lanjutkan hingga adonan habis.
- Olesi loyang dengan minyak.
- Kocok sisa telur. Celupkan kaki naga ke dalam telur, dan gulingkan pada tepung roti. (saya bikin di hari sebelumnya, terus dikulkasin, saya lupa, jadi sebelum akan digoreng kaki naga yang sudah ditepung roti malah saya celup ke adonan telur lagi)
- Goreng kaki naga dalam minyak panas hingga matang dan berwarna kecoklatan. Angkat dan sajikan.

Gulai Ayam Tahu


Hai hai lama ga ngeblog ya. Kangen saya dengan blog saya ini. Alkisah lama ga ngeblog gara-gara Kirana sakit. Awalnya pagi diare terus main seperti biasa. Sorenya demam. Besoknya muntah-muntah. Besoknya lagi muntah dan diare. Sampe lemes dan ga bisa bangun Kirana dari toilet. Buru-buru kita bawa ke UGD. Masya allah ternyata dehidrasi berat. Saking dehidrasinya sampai kental darahnya. Akhirnya kami bertiga di UGD selama 14 jam. Harusnya Kirana masuk HCU untuk perawatan. Tapi RSnya ga ada HCU cuma ada ICU, itupun di ruangan ICU ada yang dirawat karena pneumonia, dokter anaknya ga mau Kirana dirawat barengan dengan pasien pneumonia, akhirnya kita tetap dirawat di UGD sampai kirana stabil. Kirana masuk jam 9 pagi dan baru diperbolehkan masuk ke kamar rawat inap jam 11 malam.

Selama di RS saya otomatis makan makanan kantin atau makanan yang ga dimakan sama Kirana. Jadi ya masaknya libur dulu, otomatis moto dan ngeblog pun ikutan libur. Alhamdulilah dua hari yang lalu Kirana sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Kami pun sibuk berberes rumah setelah sekian lama kosong, saya mulai aktif masak lagi. Sebagai pemanasan saya bikin gulai ayam tahu.

Kalau makanan yang ala-ala berkuah dan berbumbu seperti ini Kirana doyan nih. Biasanya kalau bikin gulai ayam itu seringnya saya tambahi kentang, tapi kali ini saya cobain gulai ayam yang ditambah tahu. Karena ada tahunya, jadi gulainya tampak banyak sekali. Banyakan tahu dari ayam maksudnya, hehehe... biar hemat. Kali ini gulai ayam dibuat ga pedes biar bisa dimakan Kirana. Alhamdulilah Kirana suka.

Untuk tahu tentu saja saya menggunakan tahu singkawang. Kalau di jakarta bilangnya tahu cina. Teksturnya lembut berwarna putih. Di Pontianak setahu saya cuma ada tahu putih. Kalau tahu yang dikunyitin sepengalaman saya belanja di pasar tradisional belum pernah ketemu. Apa saya yang kuper (kurang pergi) kali ya jadi ga pernah ketemu tahu kuning. Kalau tahu yang sudah digoreng ada juga yang dijual. Biasanya tahu yang seperti ini dibeli sama mamang bakso untuk bikin tahu bakso. Kalau saya? Dari dulu makannya ya cuma tahu putih singkawang ini.

Oh iya, di beberapa resep masakan biasanya menambahkan daun kunyit? Kira-kira daun kunyit ini manfaatnya apa di dalam masakan? Hmm menurut saya masakan akan beda harumnya jika menggunakan daun kunyit. Ada harum yang khas ketika masakan tersebut dimasak dengan dan tanpa daun kunyit. Haruumnya aja sih yang beda. Kalau ga punya daun kunyit diskip juga boleh.

Oh ya, cerita tentang daun kunyit, di rumah saya itu ada tanaman kunyit dan temu lawak, kedua tanaman ini mirip sekali daun maupun rimpangnya karena mereka dari familia jahe-jahean. Bedainnya gimana? Saya tahu beda karena beda letak nanem pohonnya. Kalau bedain rimpangnya biasanya saya potong rimpangnya kemudian rasa rasakan, kalau tawar berarti kunyit, kalau pahit berarti temulawak. Kalau daunnya, benar-benar mirip, saya pun belum bisa membedakannya. Apakah daunnya pahit? Saya belum pernah icipin daun temulawak. Jadi hati-hati ya, jangan sampai salah antara daun kunyit dan daun temulawak.

Resep saya ambil dari bukunya Tim Dapur Demedia - Kumpulan Resep Sepanjang Masa

Bahan:
½ ekor ayam broiler, potong 6 bagian
10 buah tahu putih kecil, goreng (saya pakai 6 buah tahu singkawang, potong 4, goreng)
400 ml santan encer
250 ml santan kental
3 sdm minyak, untuk menumis

Bumbu Halus:
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
6 buah cabai merah keriting
4 cm kunyit
½ sdt ketumbar
1 sdt merica biji
2 butir kemiri
1 ½ sdt garam
1 sdm gula putih

Bahan Lain:
3 lembar daun salam
½ lembar daun kunyit
3 cm lengkuas, memarkan

Cara Membuat:
- Tumis bumbu yang dihaluskan bersama bumbu lainnya hingga harum. Masukkan potongan ayam, aduk hingga berubah warna dan kaku. Tambahkan santan encer, aduk hingga mendidih.
- Masukkan tahu goreng dan santan kental, aduk terus hingga kuah mendidih. Masak hingga semua bahan matang dan kuah berkurang setengahnya. Angkat, sajikan.

Samosa

 
Hari ini ngerepotin diri dengan bikin samosa. Kenapa saya bilang repot? Karena buat saya, bikin samosa atau bikin risoles dan juga pastel itu makan waktu. Bikin isian dulu, baru bikin kulit, baru dicetak, baru deh bisa digoreng. Jadi cukup banyak waktu yang tersita untuk membuatnya.

Kalau yang simpel itu seperti bikin cake yang ngocoknya pake standing mikser, tinggal tuang ke loyang, oven, terus duduk-duduk deh. Saya banget itu.

Jadi sesuatu lah ketika hari ini saya bikin samosa. Saya mulai bikin dari tadi subuh untuk isian. Masak pun cuma goreng ayam dan tumis kangkung biar ga ribet. Sambil masak masih bisa sambil bikin kulit dan ngisinya. Karena saya bikin samosa pakai cetakan segitiga (sebenarnya saya sebagai penjual cetakan pun ga tahu ini cetakan samosa atau pastel atau bisa untuk keduanya). Jadi saya coba aja untuk bikin samosa. Rupanya cantik ya hasilnya. Anti ribet lipat-lipat yang saya ga tahu saya bisa apa ga ngelipatnya samosa ini. Pengalaman dulu bikin risoles segitiga malah ketebalan ngelipatnya.

Karena bikinnya makan waktu, jadi bikinnya sekalian banyak. Bisa disimpen di freezer. Kapan mau makan tinggal goreng aja. Kalau nyimpennya ditumpuk, jangan lupa tiap lapisan dialasi kertas minyak, kertas roti, atau plastik biar ga nempel.

Resep saya ambil dari bukunya Pak Sahak dan Teh Nenis - 99 Masakan Harian Ala Resto. Karena pakai cetakan, jadi samosa ini ga bisa diisi banyak. Untuk 1 resep isian, saya butuh 1.5 resep kulit. Saya pakai cetakan yang besar, bisa dapat 38 pcs.

Bahan Isi:
500 ml minyak goreng
1 1/2 sdt biji jintan
1/2 sdt ketumbar, haluskan (saya gunakan ketumbar bubuk)
100 gram bawang bombai, cincang halus
450 gram kentang, kupas, kukus, haluskan
75 gram kacang polong (saya ganti dengan wortel, potong dadu)
1 1/2 sdt cabai bubuk
2 buah cabai hijau, iris tipis (saya ga pake)
2 sdm daun ketumbar, cincang halus (saya ganti daun seledri)
1 sdt garam

Bahan Kulit:
250 gram tepung terigu protein sedang
1 sdt garam
3/4 sdt biji jintan, sangrai
2 sdt minyak goreng
150 ml air (air dituang perlahan-lahan, hentikan pemberian air jika adonan kulit sudah kalis)

Cara Membuat:
- Isi: Panaskan 2 sdm minyak, tumis biji jintan dan ketumbar hingga harum. Masukkan bawang bombai, masak hingga layu. Tambahkan kentang, kacang polong, cabai bubuk, cabai hijau, daun ketumbar, dan garam. Masak hingga matang. Angkat dan dinginkan.
- Kulit: Aduk semua bahan hingga kalis. Bagi adonan kulit menjadi 10 bagian, bentuk lonjong dengan panjang 20 cm dan lebar 10 cm. Potong lembaran adonan kulit menjadi 2 bagian hingga membentuk 1/2 lonjong. (karena saya menggunakan cetakan samosa, jadi adonan samosa saya giling dengan pasta maker, potong sesuai kebutuhan, taruh kulit di cetakan, beri isi, kemudian tutup dan tekan cetakan, bersihkan pinggiran kulit yang tidak terpakai)
- Masukkan 2 sdt adonan isi di bagian tengah kulit.
- Lipat kulit hingga membentuk segitiga, rekatkan sisinya dengan air (saya ga pakai air)
- Panaskan minyak, goreng dengan api sedang hingga berwarna kuning kecoklatan.

Karmanaci


Pernah mendengar masakan bernama karmanaci? Karmanaci berasal dari Nusa Tenggara Timur. Jika dilihat sepintas mirip semur ya? Yup memang kembaran semur si karmanaci ini. Terus bedanya apa? Karmanaci ini bumbunya lebih variatif daripada semur. Salah satunya, karmanaci ini menggunakan adas manis. Kalau dari segi rasa dan aroma ya semur.

Bahagianya saya menjelajahi masakan-masakan Nusantara. Indonesia itu memang sangat menakjubkan. Karena Indonesia itu luas dan terdiri dari beragam suku dan budaya sehingga kuliner baik itu masakan atau kue-kue sangat bervariasi. Beda tempat bisa beda nama walau proses pembuatannya hampir sama. Ya termasuk karmanaci ini.

Buat yang suka memasak praktis, bisa mencoba karmanaci ini. Semua bumbu tinggal dimasukkan terus nyante-nyante deh sambil tunggu daging empuk. Pengalaman saya masak karmanaci ini, mengempukkan daging agak lama. Jadi selalu cek dan tambahkan air seperlunya ya.

Karmanaci ini harusnya menggunakan daging yang diiris tipis-tipis biar cepat empuk. Nah, saya itu pakai daging yang ada aja di freezer. Saya masih ada stok daging yang sudah saya potong. Rencana awal mau bikin rendang tapi belum kesampaian bikin rendang, males melanda. Jadi dagingnya saya ganti haluan jadi karmanaci ini.

Resep saya ambil dari bukunya Saji - Mudah Memasak Kuliner Nusantara

Bahan
500 gram daging sapi has
3 sdm kecap manis
1 sdt asam jawa dan 1 sdm air, larutkan
1 sdt garam
1/2 sdm gula pasir
2 cm jahe, memarkan
500 ml air
3 sdm minyak goreng

Bumbu Halus
10 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm lengkuas
2 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdt adas manis sangrai
1/2 sdt merica bubuk

Cara Memasak:
- Potong-potong daging has.
- Campur daging has, bumbu halus, kecap manis. Aduk rata.
- Tuang air asam, garam, gula pasir, jahe, dan air. Masak sampai matang dan meresap.
- Tambahkan minyak goreng. Aduk rata. Sajikan.

Rice Bake

 
Masih edisi coba-coba resepnya buku Hamlyn. Kali ini pilihan jatuh ke rice bake. Nasi panggang ala-ala orang Inggris. Bukan nasi panggang ala-ala orang Indonesia. Rice bake ini menggunakan banyak keju, saus putih, telur, daging. Porsi nasinya ya ga banyak.

Awal-awalnya agak kaget dengan rasanya karena baru kali ini saya cobain. Berasa makan lasagna tapi pakai nasi, bukan pasta. Kalau tipikal orang Indonesia kan nasinya banyak, lauknya sedikit. Nah, kalau rice bake ini, nasinya seuprit, yang lain-lainnya bejibun. Memang bukan tipikal masakan Indonesia sih ya. Jika ingin memakan nasi gaya lain, rice bake ini boleh dicoba.


Resep didapat dari buku Hamlyn New All Colour Cookbook. Resep di bawah ini untuk 1 resep, saya cuma gunakan 1/2 resep bisa dapat 1 pinggan besar seperti di gambar.

Bahan:
100 gram beras long grain
300 ml air
Garam dan lada secukupnya

225 gram daging ham yang sudah dimasak, potong dadu (saya gunakan sosis sapi, iris tipis)
4 butir telur rebus, kupas kulitnya, cincang
225 gram keju cheddar, potong dadu
Daun parsley secukupnya, cincang (saya ganti dengan italian herb kering)

Saus Putih:
50 gram mentega atau margarin
50 gram tepung terigu serbaguna
600 ml susu cair
Garam dan merica

Cara Membuat:
- Taruh air ke dalam beras, masak sesuai petunjuk memasak nasi. (saya masak nasi pakai magic com, untuk 1/2 resep saya gunakan 150 gram nasi putih tanpa tambahan garam dan lada)
- Aduk daging ham, telur, keju, dan parsley. Sisakan sedikit parsley untuk garnish. Sisihkan
- Untuk saus putih, cairkan mentega atau margarin dengan api kecil. Tambahkan tepung, masak selama 2 menit sambil terus diaduk. Tambahkan susu cair, aduk sampai saus mengental. Hilangkan uap panas, dan diamkan selama 2 menit. Tambahkan garam dan merica.
- Masukkan sebagian saus putih ke dalam mangkuk saji, tutupi dengan setengah bagian dari campuran daging ham dan keju, kemudian tutupi dengan nasi. Lanjutkan dengan menambahkan campuran daging ham dan keju, kemudian ditutup dengan saus putih.
- Panggang di oven selama 30 menit hingga berwarna kecoklatan. Beri taburan parsley di atasnya. Sajikan hangat. (saya lupa kasi garnish, jadinya cuma polos gitu aja)

Flat Cheesecake Brownies


Flat cheesecake brownies ini bukan saya yang bikin. Tetapi ini bikinan teman saya Diar. Beliau menjual kue-kue yang berbahan dasar tepung mocaf sehingga kue-kue yang dijual dijamin bebas gluten. Nah, buat yang tinggal di Pontianak dan mau icip-icip kue yang bebas gluten, silakan hubungi Diar di

Ig: @sepiringkue
Facebook: sepiringkue
Whatsapp: 081257957752

Testimoni tentang rasa cakenya, enak banget. Cuma karena saya cheeselovers garis keras, jadinya tetap mikir bahwa lebih enak jika full cheese ketimbang dipadukan dengan cokelat. Jika dipadukan dengan cokelat, rasa cokelat mengalahkan rasa keju. Ini pendapat pribadi aja ya. Terus karena cheesecake, jadi memang lebih afdol tanpa toping apapun seperti yang saya fotoin ini.

Curry Biscuits


Ngekukis jadul lagi. Masih coba-coba resepnya Ibu Nila Chandra. Kali ini uji coba membuat curry biscuits atau kukis kari.

Baru kali ini saya cobain ngekukis dengan tambahan bubuk kari. Ternyata ketika dipanggang harum sekali aroma karinya. Walau setelah matang dan kukis dingin, aroma kari tersamarkan, kukis menjadi lebih mirip kukis keju daripada kukis kari. Wajar sih, karena memang ada tambahan keju parut. Untuk camilan, tentu saja kukis ini oke banget.

Coba-coba ngefoto kukis yang ga lazim. Lokasi ada di pintu rumah. Karena pintu rumah saya ga umum memiliki dua daun pintu dan juga dua buah gembok di depannya serasa bukan rumah tapi toko. Terus cat pintu-nya mulai berkelupasan berasa rustic gitu (padahal bukan rustic tapi karena memang selama 15 tahun ga pernah dicat ulang dan tiap hari motor keluar masuk dari teras ke dalam rumah jadinya kesengol dan mengelupaslah cat-nya). Saya coba-coba memadukan pintu rumah dengan kukis. Bagaimana kelihatannya? Masikah ala-ala seperti ini disebut food photography?

Resep diambil dari bukunya Joyce Aswan - Kue Kering Ala Nila Chandra.

Bahan:
100 gram mentega / margarin (disarankan full mentega atau setengah bagian mentega dan setengah bagian margarin, jangan full margarin)
1 butir telur ayam
50 gram keju parut
185 gram tepung terigu *
1/2 sdt baking powder (saya ga pake) *
1/2 sdt garam *
1/4 sdt kari bubuk *campur dan ayak

Cara Membuat:
- Kocok mentega / margarin dan telur hingga halus. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit dan keju. Aduk rata.
- Giling adonan setebal 3 mm, cetak bentuk sesuai selera.
- Letakkan potongan adonan dalam loyang yang telah diolesi mentega / margarin. Panggang dengan api sedang (180 C) selama 25 menit hingga matang, angkat. Simpan dalam wadah tertutup setelah dingin.

Lawar


Pernah mencoba makan lawar? Dilihat sekilas, lawar ini mirip urap dari Jawa. Lawar dari Bali ini tidak hanya terdiri dari sayur-sayuran, namun juga ayam dan daging cincang. Sayurannya pun tidak dimasak, melainkan disajikan dalam keadaan mentah, sehingga ketika digigit, terasa segar sekali di dalam mulut. Kalau urap sayur-sayuran yang disajikan direbus terlebih dahulu. Karena lawar ini sayurannya mentah, maka lawar segera disantap agar tetap nikmat. Lawar ini mudah basi, makanya ga bisa terlalu lama dihidangkan.

Secara umum lawar ada dua macam, lawar putih yang hanya terdiri dari sayuran dan ayam/daging, dan lawar merah karena diberi tambahan darah dari daging yang digunakan. Penamaannya lawar pun bervariasi, biasanya berdasarkan jenis daging yang digunakan atau jenis sayurannya. Bila yang digunakan daging babi, maka lawar yang dihasilkan disebut lawar babi, demikian juga bila yang digunakan sayur nangka, maka lawarnya diberi nama lawar nangka. Ada juga lawar yang bernama lawar padamare, yaitu sejenis lawar yang dibuat dari campuran beberapa jenis lawar.

Dulunya saya cuma tahu jika lawar itu identik dengan darah. Ternyata banyak jenisnya ya. Termasuk yang saya bikin ini tanpa menggunakan darah, tetapi menggunakan toge, kacang panjang, daging ayam, dan kelapa parut. Jadi yang saya bikin ini disebut lawar apa ya? Lawar ayam? Lawar toge? Atau lawar kacang panjang?


Resep diambil dari bukunya Primarasa – Hidangan Eksotik Nusantara. Resep di bawah ini untuk 1 resep. Saya bikin 1/2 resep bisa dapet semangkuk bakso.

Bahan:
100 gram daging ayam cincang (saya gunakan ayam giling)
100 gram kelapa setengah tua (saya beli kelapa yang sudah dibuka ari-arinya di pasar, saya kukus terlebih dahulu)
100 gram kacang panjang
100 gram taoge panjang
2 sdm minyak goreng
1 sdt garam
2 sdt gula merah sisir
1 sdt air jeruk nipis
2 sdm bawang goreng

Bumbu Halus:
2 buah cabai merah
4 buah cabai rawit
6 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 sdt merica bubuk
2 butir kemiri goreng
1 cm jahe
1 cm lengkuas
2 cm kencur
1/2 sdt ketumbar sangrai
1 sdt terasi bakar

Cara Membuat:
- Panaskan wajan di atas api sedang, masukkan daging ayam cincang. Sangrai sambil terus diaduk hingga mengering, angkat, sisihkan. Buang kulit ari kelapa, lalu parut memanjang, sisihkan.
- Iris-iris kacang panjang ukuran 1/4 cm. Buang akar taoge, sisihkan.
- Panaskan minyak dalam wajan, masukkan bumbu halus, tumis sebentar, tambahkan garam dan gula, aduk hingga bau langunya hilang.
- Masukkan daging ayam sangrai dan kelapa parut, aduk sebentar saja hingga rata, angkat, sisihkan hingga dingin.
- Penyajian: campur kacang panjang dan taoge bersama bumbu kelapa dalam wadah. Tambahkan air jeruk nipis, aduk rata. Hidangkan segera dengan taburan bawang goreng.

Rainbow Wheat Bread


Coba-coba bikin rainbow wheat bread atau roti tawar pelangi. Udah lama kepengen bikin roti tawar warna warni seperti ini sejak makan es potong singapore yang sempat ngehits jaman saya mudik lebaran lalu. Di salah satu mall di Jakarta Timur, es krim potongnya menggunakan roti tawar rainbow. Lucu banget liatnya.

Dan setelah sekian lama, roti tawar rainbow pun terlupakan. Entah kenapa tetiba aja kemaren teringat lagi akan si renbo. Jadiah tadi subuh saya cobain bikin roti tawar rainbow ini. Sengaja bikin subuh supaya cuaca adem dan ragi terfermentasi dengan baik. Alhamdulilah jadi juga roti tawarnya, tapi entah dimana letak salahnya, roti tawar yang saya bikin pori-porinya cukup besar dan agak kering. Ga seperti roti tawar ala toko bakery yang mulus aja pori-porinya. Apa karena ngulenin pake tangan? Atau karena tanpa telur kali ya? Mana motongnya pun seadanya menggunakan pisau cake gerigi, jadinya tambah ga mulus aja si roti tawar.

Puas kan ya bisa makan roti tawar hangat. Sukaaa sekali. Kapan-kapan mau cobain motif semangka dan jerapah juga. Kapan ya? Kapan-kapan deh.

Oh ya, karena colorpul kek gini, jadi roti renbo ini ga ideal buat difrench toast, jadi butek warnanya (saya sudah coba), kalau sudah kepengen bikin roti bakar, mending dioven aja sebentar hingga tekstur roti agak garing. Kalau dioven, warna roti masih cantik (saya sudah coba juga).

Gara-gara bikin roti tawar ini jadi kepengen punya bread maker. Kapan gitu ya saya punya. Huhuhu....


Resep saya ambil dari Facebooknya bu Fatmah Bahalwan. Resep di bawah ini untuk satu resep. Saya bikin setengah resep menggunakan loyang 12x22x10 cm.

Bahan:
600 gr tepung terigu protein tinggi (saya campur 1 bagian tepung terigu dengan 1 bagian tepung gandum)
11 gr ragi instan
40 gr gula pasir
30 gr susu bubuk
350 ml air es
60 gr mentega putih
1 1/2 sdt garam

Cara Membuat:
- Campur tepung terigu, ragi instan, gula pasir, dan susu bubuk. Aduk rata. Tuang air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Masukkan mentega putih dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 30 menit. Kempiskan adonan.
- Timbang masing-masing 180 gram, beri warna-warni pelangi pada setiap bulatannya. Uleni rata. Lalu masing-masing warna dibagi menjadi 4 bagian, bulatkan licin. Diamkan 10 menit. (adonan warna saya bagi 2 bagian saja)
- Giling tipis memanjang tiap bulatan, tumpuk dengan susunan warna pelangi, gilas lagi. Gulung sambil dipadatkan dan ditekan. Giling lagi dan gulung.
- Letakkan di loyang 30x12x12 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti. Masing-masing loyang isi 6 adonan. Tutup 1/2 bagian loyang. Diamkan 75 menit sampai mengembang. Tutup rapat loyang.
- Bila menggunakan loyang loaf, tak perlu ditutup, menjadi roti tawar pelangi open top.
- Oven 35 menit dengan suhu 190 derajat Celsius.

Glazed American Donut


Kali ini tangan Ayahnya Kirana nampang di foto saya. Horeee.... Sebelumnya belum pernah kan? Hasilnya memang kurang fotogenik tangan si Ayah. Apa boleh buat, tadi pagi anak gadisnya masih tidur, jadi hand model beralih ke Ayah, si emak ga ada pilihan lain.

Tadi subuh coba-coba bikin donat. Saya cobain bikin yang di-glaze. Di toko roti terkenal kan ada tuh donat yang dijual cuma dilapis gula cair yang membeku. Nah ini ala-ala toko roti itu. Entah kenapa glazenya saya kurang cantik, ga bisa terlalu kering seperti di tukang roti. Kering sih, tapi kok ya lama keringnya. Beda merek gula bubuknya kah? Saya pakai gula bubuk lokal. Bisa jadi salah satu penyebabnya dari gula bubuk.

Eh iya, itu fotonya ga beneran ya, kalau nge-glaze itu ga dituang gitu cairan gulanya, tapi donatnya dimasukin ke dalam pan, aduk-aduk sampai semua bagian donat tercampur rata baru deh ditiriskan. Pas nyoba moto donat di dalam pan kok ga ada yang cakep hasilnya, akhirnya saya cobain foto ala-ala netes gini glazenya. Cuma sekedar buat memuaskan hati bikin foto ala-ala gini boleh kan ya.

Resep saya ambil dari bukunya Primarasa - Kaki Lima Mancanegara. Saya cuma bikin 1/2 resep bisa dapet 12 buah donat ukuran sedang.

Bahan:
50 gram gula pasir
275 ml susu cair, hangatkan
3 sdt ragi instan
2 butir telur
150 gram mentega tawar, lelehkan (saya pakai unsalted margarin)
600 gram tepung terigu protein tinggi
1/2 sdt garam
Minyak untuk menggoreng

Glaze:
175 gram gula bubuk
65 ml air es
1/4 sdt garam
1/2 sdt vanili bubuk
1 sdm mentega, lelehkan

Cara Membuat:
- Campur gula dan susu cair hangat dalam mangkuk, aduk hingga gula larut. Tambahkan ragi instant, diamkan selama 5-10 menit hingga ragi membentuk gelembung-gelembung.
- Kocok telur dalam mangkuk, masukkan mentega leleh, aduk hingga rata. Masukkan campuran telur ke dalam mikser roti, tambahkan campuran susu dan ragi. Aduk dengan kecepatan rendah.
- Campur tepung dan garam, lalu masukkan dalam 3-4 tahap ke dalam mangkuk mikser, aduk hingga tercampur rata dengan cairan. Proses selama 10 menit hingga kalis (tidak melekat di mangkuk), angkat.
- Bulatkan adonan, masukkan ke dalam wadah. Tutup dengan plastik lengket. Simpan di tempat hangat hingga mengembang 2 kali semula (45 menit). Kempiskan adonan, taruh di atas meja yang ditabur sedikit tepung.
- Gilas setebal 1/2 - 3/4 cm. lalu cetak dengan ring cutter diameter 8 cm, lalu potong tengahnya dengan ring cutter diameter 2 cm. Buang bagian tengahnya, taruh adonan di atas loyang beralas kertas roti. Biarkan mengembang lagi kurang lebih 15 menit. (saya gunakan donat cutter)
- Panaskan minyak yang banyak dalam wajan di atas api kecil. Goreng donat secara bertahap. Balik sekali saja agar tidak menyerap minyak. Setelah kedua sisinya berwarna kuning kecoklatan, angkat, tiriskan hingga dingin.
- Glaze: Campur gula bubuk, air es, garam, dan vanili dalam mangkuk, aduk hingga menjadi campuran yang halus. Masukkan mentega leleh, aduk rata. Celupkan donat ke dalam glaze, tepiskan kelebihan cairan gula, tiriskan di atas rak kawat. Sajikan bila gula sudah mengeras.

Bakso Ayam


Coba-coba bikin bakso ayam atau chickenball. Seingat saya, saya belum pernah deh posting tentang bakso. Jadi kali ini saya cobain posting tentang bakso ayam.

Bakso ayam itu seperti inilah penampakannya. Putih dan lebih lembut ketimbang bakso sapi. Yang pasti jauh lebih murah membuat bakso ayam ketimbang bakso sapi, kan ayam harganya jauh lebih murah. Hehehe... Oh ya, seperti biasa, saya kan bukan ahli di dalam perbaksoan, jadi jika baksonya kurang bulat ya harap dimaklumi.

Kalau mau bikin bakso, bakso apapun itu, wajib ya menggunakan food processor atau chopper khusus mencacah daging. Jangan gunakan blender yang biasa kita gunakan untuk bumbu atau juice. Kasihan blendernya, kerja rodi. Jangan juga menggunakan daging giling yang biasa dijual di supermarket. Bisa sih pakai daging giling, tapi hasil akhirnya bakalan beda. Ga mulus baksonya. Sebenarnya bisa juga diupahin ke tempat penggilingan daging, tapi kan kita ga pernah tahu riwayat penggilingan daging sebelumnya. Jadi lebih aman ya, haluskan daging sendiri. Jadi jika suka bikin bakso dan ga punya chopper, menabunglah. Chopper juga terjangkau kok harganya, lebih mahalan blender daripada chopper lho.

Eh iya, hari ini kan saya masak sup iga, kuah sup iga ini saya jadikan kuah bakso, sedappp. Untuk mi, saya gunakan mi asin singkawang. Pas ada nemu di supermarket, mi asin yang warnanya kuning. Lucu kan ya, biasanya mi asin itu putih aja. Untuk mi asin, mudah kok penyajiannya, tinggal rendam di air matang hingga lunak, bilas lagi di air matang supaya rasa asin dari mi berkurang, tiriskan, dan mi asin siap untuk digunakan. Mudah bukan?


Resep saya ambil dari bukunya Dapur Elisa - Bakso Istimewa : Alami dan Praktis

Bahan:
300 gram fillet ayam (saya gunakan bagian dada)
2 sdm bawang putih goreng (saya goreng dari 2 siung bawang putih)
50 gram es batu
1 butir putih telur
75 gram tepung sagu putih
1/2 sdt merica bubuk (saya pakai agak banyak)
1 sdt kaldu ayam bubuk (saya pakai non msg)
1 sdt garam (saya kok ngerasa kurang asin ya, kalau mau ditambah hayoo aja)
Air hangat secukupnya

Cara Membuat:
- Campur semua bahan kecuali air hangat, haluskan dengan food processor.
- Bentuk adonan bulat-bulat, masukkan dalam air hangat. (pastikan tangan selalu dalam kondisi basah supaya mempermudah untuk membualatkan bakso, saya tidak rendam dalam air hangat tetapi langsung direbus)
- Rebus hingga adonan mengapung, angkat dan sajikan. (saya tambah waktu perebusan selama 15 menit)

Rock Cakes


Coba-coba eksplore bukunya Hamlyn lagi. Kali ini cobain rock cakes. Rock cakes termasuk salah satu cake yang cukup famous di Inggris. Membuatnya pun tentu saja sangat mudah, cukup diaduk dengan tangan saja, ga butuh mikser. Taruh di loyang, panggang, jadi deh. Rock cakes ini disarankan untuk disantap pada hari yang sama. Saya malah lebih doyan ketika masih hangat, sedap banget.

Rock cakes ini perpaduan antara cookies dan cake. Mirip cookies raksasa karena besarnya seukuran telapak tangan, luarnya garing dan bagian dalamnya masih lembab. Cake ini memang disajikan seperti ini. Disajikan perbuah dengan ukuran yang cukup besar. Kenyang? Pastilah... Kalau belum kenyang? Makan 2 aja.

Oh ya, di resep ini menggunakan gula demerara. Demerara sugar atau gula demerara memang salah satu jenis gula yang lazim digunakan untuk membuat cake dan biscuit di Inggris. Bentuk gulanya lebih besar daripada gula pada umumnya. Warnanya pun keemasan, dan termasuk jenis brown sugar. Ga punya? Ganti aja dengan gula pasir biasa.

Kue ini rencananya akan dibawa nanti sore ke bioskop buat nonton Zootopia bareng Kirana. Ke bioskop bawa bekal? Iya dong, kan biar hemat. Di bioskop kan mahal-mahal makanannya. Jadi mending bawa bekal. *emak yang hematnya keterlaluan*

Resep didapat dari buku Hamlyn New All Colour Cookbook

Bahan:
225 gram tepung terigu serbaguna
1 sdt mixed spice (saya pakai bubuk spekuk)
1/2 sdt pala parut (saya ga pake)
150 gram margarin
75 gram gula demerara (saya pakai gula pasir)
150 gram buah-buahan kering (saya gunakan 100 gram kismis hitam, rendam selama 15 menit, tiriskan)
1 butir telur, kocok dengan garpu
2 sdm susu cair

Cara Membuat:
- Olesi 2 loyang kue kering.dengan margarin, sisihkan (saya gunakan baking paper anti lengket, ga perlu oles-oles lagi)
- Ayak tepung terigu, mixed spice, dan pala parut ke dalam baskom. Tanbahkan margarin, aduk dengan tangan hingga berbutir-butir.
- Masukkan gula dan buah-buahan kering, aduk rata. Tambahkan telur dan susu cair, aduk hingga semua tercampur rata.
- Bagi adonan ke dalam 8 bagian, taruh di loyang, panggang di dalam oven selama 20 menit hingga matang. (saya timbang @70-75 gram untuk tiap adonan, jika dipanggang dengan otang, butuh waktu 30 menit).
- Dinginkan di rak pendingin.

Broccoli Quiche


Adakah yang tahu bedanya Pie, Tart, Flan dan Quiche? Coba tebak!

Kirana itu udah beberapa hari ini cerita tentang pai pai dan pai. Entah nonton dari mana dia jadi tahu tentang makanan bernama pai. Jadi tadi pagi emak ini bikin pai brokoli. Brokoli bisa dibikin pai? Bisa dong...

Saya tahu tentang pai brokoli ini gara-gara buka-buka buku resep. Ada buku resep yang sudah lama dibeli tapi jarang saya buka-buka. Buku resep ini buku resep jadul terbitan 1987 berbahasa inggris yang saya dapat seharga 35 ribu saja di Bekasi Square. Di Bekasi Square ini ada lapak yang menjual buku-buku bekas. termasuklah buku yang saya beli ini. Sayangnya saya datang ke Bekasi Square di hari terakhir pas saya mudik ke jakarta dimana bagasi saya sudah overload. Jadi mesti tahan iman ketika lihat buku resep yang murah meriah kayak gini. Alhasil, ga bisa beli buku banyak.

Buku resep yang saya beli ini terbitan Hamlyn. Judulnya Hamlyn New All Colour Cookbook. Di tahun 1987 buku ini cuma seharga £ 4.99. Menakjubkan sekali rasanya memiliki buku jadul yang mungkin heppening sekali pada masanya. Untuk masa itu, buku ini pasti keren banget. Semua halaman berwarna, ada foto-foto jadul, dan yang pasti resep jadul juga. Ahh saya suka itu.

Oh ya, saya curiga, buku ini dulunya dimiliki oleh salah seorang kontributor majalah femina. Di beberapa resep masih ada tulisan tangan menggunakan pensil yang bertuliskan "ada di femina". Saya curiga, mungkin pemilik buku ini sudah meninggal. Nah, mungkin anak atau cucunya ngeliat buku-buku resep ini menuh-memenuhi rumah aja, terus buku ini dijual di lapak barang bekas itu. Padahal buat saya, buku-buku resep seperti ini aset lo, sangat berharga buat saya. Oh ya, pemilik buku ini apik sekali simpan buku. Buku-buku jadul tapi masih dalam kondisi sangat bagus. Tanpa lipatan, apalagi koyak-koyak. Ga kayak saya.

Oh ya, balik lagi ke pai brokoli, brokoli ini ketika dibikin pai, ada aroma langunya. Tapi buat Kirana ga masalah. Sedap aja dia makan pai brokolinya. Padahal kalau ditumis, ga doyan dia dengan brokoli. Giliran dibikin pai, doyan banget. Alhamdulilah... Tekstur brokoli sudah ga kres-kres lagi ketika diolah dengan cara dipanggang seperti ini. Sudah lembut, jadi tinggal hap hap hap aja.

Resep didapat dari buku Hamlyn New All Colour Cookbook

Bahan:
225 gram tepung gandum / wholemeal flour (saya gunakan tepung taj mahal buatan bogasari, kalau tidak ada, bisa menggunakan tepung terigu serbaguna)
Garam secukupnya
Paprika bubuk secukupnya (saya ga pake)
100 gram margarin
2-3 sdm air dingin (beda jenis tepung beda kadar serap air, saya butuh sekitar 5 sdm air dingin)

Bahan Isian:
225 gram brokoli
2 telur
300 ml susu cair (saya rasa 300 ml kebayakan karena masih ada sisa campuran susu dan telur, 250 ml susu cair sebenarnya cukup)
Garam dan lada secukupnya
100 gram keju cheddar, parut

Cara Membuat:
- Aduk rata tepung gandum, garam, paprika di dalam wadah. Potong margarin berbentuk kotak-kotak kecil. Campurkan ke dalam campuran tepung, aduk rata hingga berbentuk remahan. Tambahkan air dingin sambil diaduk rata sedikit demi sedikit sampai didapat adonan yang kalis. Giling adonan di meja yang sudah ditaburi terigu, taruh adonan kulit ke dalam cetakan pie berukuran 20 cm.
- Rebus brokoli dengan air mendidih selama 2-3 menit. Tiriskan. Potong kecil-kecil. Tata brokoli di dasar pie. Sisihkan. Kocok dengan garpu telur, susu cair, garam, dan lada hingga tercampur rata. Tuang campuran susu ke atas brokoli. Taburi dengan keju cheddar. (saya potong brokoli kecil-kecil baru direbus, untuk susu dan telur lakukan tes rasa ya supaya rasa asinnya pas)
- Panggang di dalam oven selama 35-40 menit hingga matang. Sajikan hangat.

Kue Kenari


Ngekukis lagi... Jangan bosan ya dengan postingan kukis saya.

Kali ini saya coba bikin kue kenari. Kukis kenari lebih tepatnya. Kukis ini kukis jadul katanya. Kalau soal rasa, mirip dengan Janhagel yang dulu pernah saya buat. Metodenya pun sama, dipotong-potong ketika kukis sudah matang.

Karena saya ga pandai motong kukis yang sudah matang, pasti deh retak-retak. Jadi saya cetak kukis ketika masih adonan mentah. Adonan sebenarnya masih bisa dicetak, cuma memang agak lembut. Jadi saya kulkasin adonan sekitar 2 jam-an, baru mulai saya cetak.

Eh iya, kukis jadul itu gayanya memang sederhana seperti ini. Kukis yang cuma ditabur gula atau dikasi kacang atau kismis atau sukade. Simple banget kan ya. Ga terlalu heboh dengan kukis modern yang lagi ngehits seperti sekarang ini.

Resep saya ambil dari bukunya Dapur Anissa - 100 Resep Kue Kering Klasik Populer Indonesia

Bahan:
1 kuning telur
150 gram mentega
100 gram gula halus
175 gram tepung terigu
75 gram kenari yang telah dicincang (saya gunakan kenari ga banyak, iris memanjang)
75 gram gula pasir, untuk taburan (saya pake ga sampai 75 gram)

Cara Membuat:
- Campur mentega dan gula hingga lembut. Masukkan kuning telur, aduk rata dengan tangan. Masukkan tepung terigu yang sudah diayak, aduk dengan spatula hingga rata.
- Tempatkan dan tipiskan adonan langsung pada loyang. Olesi kuning telur, taburi kenari dan gula pasir. Panggang dalam oven dengan suhu 160 C hingga matang dan kering. (saya cetak adonan ketika masih mentah baru dipanggang)
- Keluarkan lalu potong-potong persegi panjang langsung pada loyang tersebut. (saya skip bagian ini)