Tampilkan postingan dengan label Kue Kering 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kue Kering 2013. Tampilkan semua postingan

Kue Purnama


Ada yang pernah dengar namanya kue purnama? Ini bukan moon cake ya, beda jauh dengan moon cake. Saya baru tahu ada yang namanya kue purnama ketika saya bongkar arsip resep ibu saya, ada potongan resep dari koran yang ada resep kue purnamanya. Saya kurang tahu ini resep dari koran apa dan kapan. Yang pasti sudah lama karena warna korannya sudah kuning.

Di resep dituliskan, bunga dibentuk menyerupai bunga aster. Karena saya pun ga paham bunga aster harus dibentuk seperti apa, saya bentuk sekira saya aja. Oh iya, mengapa dinamakan kue purnama? Padahal kalau harusnya namanya adalah kue semprit aster. Mungkin hanya yang punya resep dan Tuhan saja yang tahu mengapa dinamakan demikian. Karena yang punya resep memberi nama kue purnama, maka saya juga tetap akan menggunakan nama yang sama untuk judulnya.

Cara penulisan untuk cara membuat saya ubah cara penulisannya supaya lebih mudah untuk dipahami. Tetapi hal ini tidak mengurangi inti dari cara membuatnya.

Bahan:
200 gram mentega
300 gram tepung terigu
50 gram tepung maizena
175 gram gula halus
100 gram susu bubuk
2 butir telur (saya kocok lepas)
1 sdt kayu manis bubuk
1 sdt coklat bubuk

Cara Membuat:
- Campur semua bahan di dalam sebuah wadah. Aduk dengan spatula hingga tercampur rata.
- Masukkan adonan ke dalam cetakan semprit, semprotkan ke loyang menyerupai bunga aster. Letakan kismis di tengahnya.
- Panggang hingga matang.

Catatan:
Saya menggunakan piping bag untuk menyemprotkan adonan. Jangan lupa piping bag didobel ya. Satu buat adonan potong ujungnya, satu lagi buat spuitnya potong ujungnya, piping bag yang isinya adonan dimasukkan ke dalam piping bag yang isinya spuit.

Sugee Cookies


Kali ini bikin cookies untuk uji coba tepung semolina. Tepung semolina itu adalah tepung yang terbuat dari salah satu varietas gandum yang bisa digunakan untuk membuat pasta, sereal untuk sarapan, puding, dan kukis. Semolina berasal dari bahasa Italia semola, yang berarti dedak. Semolina juga berasal dari bahasa Latin kuno simila, yang berarti tepung. Sedangkan Yunani menyebutnya semidalis. (wikipedia)

Tepung semolina ini dikasi oleh Tante Irma Puspita Dewi yang baik hati. Seneng deh dapet tepung semolina. Soalnya di Pontianak, ga ada di jual. Tante Irma bilang, beliau beli tepung semolina ini di Kemchick. Tepung semolina merupakan barang impor. Menurut label kemasan, tepung semolina yang saya gunakan itu dibuat di Singapura untuk dijual kembali ke Australia. Setelah nyampe di Australia, dibawa lagi ke Indonesia.

Uji coba pertama dibikin kukis dulu. Coba googling semolina cookies, dapetnya Sugee Cookies (dibaca suji kukis) dari Basic Bakes. Sugee cookies ini aslinya menggunakan ghee. Ghee itu kalau dalam bahasa Indonesianya adalah minyak samin. Memang ga lazim buat saya bikin kukis menggunakan minyak samin. Jadi saya menggunakan BOS (Butter Oil Subsitute) sebagai pengganti ghee. Ternyata tekstur tepung semolina itu berbulir dan berpasir, mirip dengan tepung ketan hitam.

Dikarenakan saya tidak menggunakan minyak samin, jadi tekstur cookiesnya bisa dipulung. Harusnya tekstur sugee cookies ini sangat lembut dan termasuk tipe drop cookies, jadi adonan diambil menggunakan scoop ice cream, baru dipindahkan ke loyang. Harusnya bagian atas kukisnya juga retak, tapi kukis yang saya buat tidak retak. Karena saya menggunakan resep ini utuh, maka menurut saya kukisnya terlalu manis. Kalau ingin mencobanya, saran saya kurangi jumlah gula halus yang digunakan.

Bahan:
200 gram ghee / minyak samin (saya gunakan butter oil subsitute)
150 gram gula halus
1/2 sdt garam
150 gram tepung semolina
200 gram tepung terigu serbaguna
1/2 sdt baking soda

Cara Membuat:
- Panaskan oven dengan suhu 175 C, alasi loyang dengan kertas roti (saya langsung di loyang).
- Di dalam wadah, campur semua bahan, aduk rata dengan spatula hingga tercampur rata.
- Ambil adonan menggunakan sendok teh / sendok es krim, taruh di loyang, beri jarak antara adonan yang satu dengan yang lain.
- Panggang hingga matang dan bagian atasnya retak (saya ga retak).

Banana Chocolate Chip Cookies


Ini ceritanya masih dalam rangka memberdayakan hasil panen pisang, jadinya pisangnya dicoba untuk dibuat kukis. Saya belum pernah cobain kukis yang dibuat dari pisang dan sudah lama sekali kepengen bikinnya. Akhirnya saya cobain juga.

Resep saya gunakan dari Tante Martha Stewart. Di resepnya menggunakan satu buah pisang, dan saya dengan sotoynya menambahkan dua pisang ke dalam adonan. Kemudian saya mengurangi takaran gula, dan setelah gula dikurangi kukisnya pun masih terasa cukup manis, apalagi jika menggunakan takaran resep asli. Tekstur kuenya chewy, bukan garing seperti kukis kebanyakan.


Bahan:
1 1/4 cup terigu serba guna (140 gram)
1/2 sdt baking soda
1 sdt garam
8 sdm mentega tawar (115 gram)
6 sdm gula pasir (100 gram tapi saya cuma menggunakan 50 gram saja)
6 sdm gula palem (100 gram)
1 butir telur
1 sdt vanili
1 buah pisang matang, haluskan (saya menggunakan 2 buah pisang)
3/4 cup chocolate chip (saya ukur pake cup)

Cara Membuat:
- Panaskan oven sampai 375 derajat Fahrenheit. Olesi loyang dengan mentega / margarin.
- Aduk rata tepung, baking soda, dan garam, sisihkan.
- Dalam mangkuk besar, kocok mentega, gula, telur, dan vanili dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata saja. Masukkan campuran tepung, aduk rata menggunakan spatula. Tambahkan pisang dan chocolate chip, aduk sampai rata.
- Ambil setengah sendok makan adonan. Sendokan adonan ke loyang. Gunakan 2 sendok makan untuk membulatkannya agar hasilnya lebih rapi. Beri jarak yang cukup lebar antar adonannya. Panggang selama 10-12 menit, sampai berwarna cokelat keemasan.

Catatan: Ketika sudah matang, adonan akan cukup menempel ke dasar loyang, jadi jangan pernah menggunakan kertas roti untuk mengalasi loyang. Gunakan sendok kue (sutil) yang tipis untuk melepaskan kukis yang sudah matang dari loyang.

Semprit Cokelat


Masih edisi bikin kukis ini. Kali ini nyobain semprit cokelatnya Ibu Fatmah Bahalwan. Kali ini motifnya ga secantik semprit dahlia yang kemaren saya bikin. Semprit cokelatnya melebar ketika dipanggang. Kuat dugaan saya melebarnya ini dikarenakan saya mengocok mentega dan gula terlalu lama. Makanya ketika dispuitin bentuknya cantik, tetapi ketika dipanggang malah melebar. Oke, lain kali harus bikin yang lebih bagus lagi.

Kalau soal rasa, semprit cokelatnya kurang berasa cokelat. Hal ini wajar karena cuma menggunakan cokelat bubuk, bukan cokelat leleh. Semprit cokelat ini disukai oleh kirana. Ayah kirana juga doyan. Sambil nungguin loyang yang lain matang, loyang yang masih hangat juga sudah dimakan sama mereka berdua. Kukis hangat itu rasanya memang enak.

Bahan :
300 gr margarine
350 gr tepung terigu protein rendah
50 gr cokelat bubuk
2 butir kuning telur
200 gr gula halus
1 sdt vanilla

Bahan tambahan :
Chocolate chip (ga pake, lagi ga ada stok soalnya)

Cara membuat:
- Kocok mentega dan gula bubuk dikocok sampai lembut.
- Masukkan kuning telur satu persatu kocok lagi sampai tercampur rata.
- Masukkan terigu, coklat bubuk dan vanilla yang sudah diayak, aduk rata.
- Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, cetak menggunakan spuit bintang no.4B, beri hiasan chocolate chip ditengahnya. (saya gunakan spuit yang dari plastik)
- Oven dengan suhu 140C selama kurang lebih 30 menit atau sampai matang.
- Hasil jadi 2,5 toples ukuran 500 gr.

Chocolate Rice Cookies


Kirana lagi seneng-senengnya ngemil kukis, makanya saya mesti sering bikin kukis supaya ada stok makanan di rumah dan di toko ketika kirana kepengen ngemil. Kukis kan bisa lama disimpan, makanya jadi salah satu camilan kirana selain kerupuk.

Kali ini saya bikin Chocolate Rice Cookies alias Kukis Beras Coklat alias Kukis Meises. Saya ada stok sisa meises yang lumayan banyak di kulkas. Meises ini sebenarnya sisa bikin Milo Doggie Cookies waktu jaman lebaran idul fitri kemaren. Saya dulu beli meises sekantong besar. Udah dijadiin isian roti tawar juga tapi tetap aja masih bersisa banyak. Akhirnya saya teringat dengan resep Chocochips Cookies yang pernah diposting oleh Mba Nina Agustina. Mba Nina dapet resep ini dari Mba Renny, salah satu LBTers juga. Di resep asli pake chocolate chips, nah.. karena saya mau memberdayakan meises, makanya chocolate chips saya ganti dengan meises. Cantik juga kan kukisnya dikasi meises.


Bahan :
300 gr butter / margarin
120 gr gula pasir halus
2 kuning telur
340 gr tepung terigu protein rendah atau sedang
50 gr maizena
50 gr susu bubuk full cream
150 gr chocolate rice / meises


Cara Membuat :
- Panaskan oven 140'C, oles tipis loyang dengan margarin.(saya tidak olesi dengan margarin, saya alasi dengan kertas roti)
- Campur dan ayak tepung terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan (saya aduk juga dengan chocolate rice)
- Kocok butter dan gula pasir halus sebentar saja asal rata. Masukkan kuning telur dan mixer kembali sebentar asal tercampur rata.
- Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan sendok kayu / spatula hingga tercampur rata.
- Masukkan chocochips, aduk rata.(tidak lakukan ini)
- Ambil adonan kurang lebih sebanyak 1 sdt, pulung dan tata di loyang. Tekan adonan perlahan dengan menggunakan garpu. Lakukan hingga adonan habis.(saya timbang setiap adonan seberat 8 gram)
- Panggang hingga berwarna kecoklatan dan matang.
- Angkat dan dinginkan di atas cooling rack baru kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.

Semprit Dahlia


Kue kering itu bener-bener nikmat jika dinikmati ketika bukan hari raya. Tiap gigitan akan berasa sekali nikmatnya. Jika hari raya, kue kering seenak apapun akan terasa biasa karena hampir semua rumah juga menyajikan kue kering. Oleh karena itulah tadi pagi saya coba-coba membuat kue kering. Kue kering yang saya pilih untuk buat kali ini adalah semprit dahlia atau semprit jadul. Kalo di pontianak, kami bilang dengan semprit melati. Dulu waktu saya masih kecil, jika hari raya, semprit dahlia ini selalu disuguhi di rumah-rumah yang saya datangi. Sekarang semprit dahlia sudah tergeser oleh sagu keju, hanya sedikit rumah-rumah yang masih mau menyuguhi semprit dahlia buat para tamunya.

Aslinya semprit dahlia ini menggunakan selai stoberi di tengahnya. Tapi karena saya mau buat semprit dahlianya berasa jadulnya, maka saya menggunakan adonan dasar semprit diberi pewarna merah, dibulat-bulatkan dan ditempel di tengahnya. Seingat saya, dulu semprit yang saya makan memang seperti itu bentuknya. Tadi setelah saya makan pun, rasanya memang seperti yang dulu pernah saya makan.


Saya menggunakan resepnya Ibu Fatmah Bahalwan yang beliau posting di facebooknya.

Bahan:
300 gram margarin
75 gram butter
250 gram gula halus
3 butir kuning telur
500 gram tepung terigu
1 sdm tepung maizena
1 sdm susu bubuk
200 gr selai strawberry (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Kocok gula dan telur sampai pucat, tambakan margarin dan butter kocok lagi sampai pucat. Matikan mikser. Masukkan terigu, maizena dan susu bubuk, aduk rata.
- Masukkan adonan kedalam plastik segitiga. Pasang spuit no. 1B. Sempritkan pada loyang kue kering yang sudah dipoles mentega.
- Semprotkan sedikit selai dibagian tengah hingga menyerupai bunga.
- Panggang dalam oven suhu 160'C, selama kurleb 30 menit atau hingga matang.

Catatan:
- Kantong plastik segitiganya didobel ya. Kantong pertama untuk diisi adonan, potong ujungnya. Kantong kedua untuk diisi spuit, masukan spuit, potong ujungnya. Nah.. kantong segitiga yang isinya adonan dimasukan ke dalam kantong segitiga yang isinya spuit.
- Loyang tidak saya olesi dengan mentega tapi saya lapisi dengan kertas roti. Biar ga repot nyucinya. *pemalas*
- Di resep menggunakan spuit wilton, kalau saya menggunakan spuit melati biasa yang berbahan plastik.

Almond Bulan Sabit

Postingan pertama saya setelah idul fitri ini. Semenjak idul fitri, saya belum ada satu pun membuat cake atau puding. Almond bulan sabit ini saya buat untuk idul fitri kemaren, baru sempet uplod sekarang setelah masih terlena akan jalan-jalan dan makan-makan ketika saya, kirana, dan ayah kirana mudik selama dua minggu ke jakarta, bekasi, dan karawang. Jadi sampai sekarang pun masih terngiang-ngiang akan euforia mudik. Beberapa hari yang lalu saya ada membuat lopak-lopak oku. Tapi karena sudah pernah diposting, saya ga posting ulang. Saya lagi kena syndrom baking blue, bloging blue, dan facebooking blue. Huhuhu.....

Almond bulan sabit ini aslinya menggunakan gula halus / gula mint / gula donat. Tapi karena saya ga mau rumah terlalu kotor karena ceceran gula dimana-mana ketika kirana memakan kuenya, jadilah almond bulan sabitnya ga saya bedakin, saya biarkan polos saja apa adanya.


Resep saya pake dari buku Terampil Membuat Kue Kering - Yasa Boga

Bahan:
235 gr mentega / margarin
3 kuning telur
325 tepung terigu protein rendah
110 gr gula halus
150 gram almond tumbuk / mete goreng, cincang halus
1/4 sdt garam halus
1/4 sdt almond ekstrak (saya ga pake)
Gula halus untuk ditaburkan (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Campur terigu, gula halus, almond/mete dan garam dalam sebuah wadah, buat lubang di tengah. Isi dengan mentega, kuning telur, dan almond ekstrak. Aduk perlahan dengan tangan hingga adonan tercampur rata dan dapat dibentuk. Tutup dengan plastik, simpan dalam lemari es selama 30 menit.
- Bentuk adonan sesuai selera. Taruh dalam loyang kue kering yang telah diolesi margarin.
- Panggang dalam oven hingga matang.
- Taburi dengan gula halus.

Lidah Kucing Vanila Coklat Keju


Sejak dari jaman Mba Melly posting lidah kucing coklat vanilanya setahun atau dua tahun yang lalu, saya kepengen bikin juga. Dan selama itulah si lidah kucing menjadi waiting list. Alhamdulilah sekarang sudah berhasil mengeksekusinya walau bikinnya juga bukan buat saya tapi pesanan sepupu saya. Saya bikin versi keju yang dicampur dengan vanila dan coklat. Rencana awalnya mau bikin versi rainbow. Jadi si lidah kucing berbelang-belang coklat putih coklat putih. Ternyata tidak gampang membuat versi belang-belang gitu. Karena saya buatnya udah malam dan ga bisa banyak sabar mau telateni membuatnya, makanya saya putuskan dengan membuatnya jadi sebelahan aja biar selesainya jadi lebih cepat.

Saya menggunakan keju cheddar untuk adonannya dan melelehkan 50 gr dcc untuk memberi warna dan rasa coklat. Untuk vanila saya menggunakan vanila susu. Adonan dasar (lidah kucing keju) saya bagi dua (kira-kira 460 gram per warnanya) lalu saya beri coklat dan vanila susu. Masuk ke piping bag, semprot-semprot. Bakar, jadi deh. Dasar saya yang sotoy mencampur-campurkan rasa. Ternyata ketika dicicipi hasilnya tidak seperti yang saya duga. Rasa kejunya hilang ditelan rasa coklat yang sangat mendominan. Jadinya lebih mirip lidah kucing coklat ketimbang lidah kucing keju.


Resep di bawah ini adalah resep dasar lidah kucing keju dari NCC

Bahan :
250 gr Mentega (saya campur antara butter + margarine)
75 cc Putih telur
140 gr Gula halus
150 gr Keju cheddar parut
225 gr Tepung terigu
60 gr Maizena
50 gr Keju parut untuk taburan (saya ga pake)
½ sdt Emplex (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Kocok mentega dan gula hingga mengembang benar, masukkan emplex, kocok lagi.
- Masukkan putih telur, teruskan mengocok hingga rata
- Masukkan tepung terigu, maizena, kocok perlahan selama 1 menit hingga rata
- Masukkan keju parut, aduk rata
- Poles loyang dengan mentega, tuang adonan, taburi bagian atasnya dengan keju parut
- Panggang dengan panas api 150 derajat celcius selama ± 20 menit

Catatan:
- Adonan yang sudah jadi dibagi menjadi dua bagian, masukan ke dalam piping bag, gunting ujungnya sebesar 1/2 cm kemudian semprotkan memanjang ke loyang lidah kucing. biarkan bentuknya membulat di loyang, lakukan hal yang sama ke adonan yang lain. Antara coklat dan vanila harus saling menempel supaya tidak terlepas ketika dibakar.
- Poles loyang lidah kucing dengan mentega yang agak tebal untuk pertama kali saja, untuk yang berikutnya ga perlu diolesin mentega lagi.
- Kalo sudah mateng lidah kucingnya ga perlu dicungkil dari loyang, digeser pake jari juga bakalan copot. nah.. tinggal disemprotin lagi dengan adonan baru kemudian bakar.
- Kalo ga punya loyang lidah kucing, bisa pake loyang biasa, cuma harus dijarakin supaya ga nyatu ketika dipanggang 

Kue Satu


Kalau cerita tentang kue satu di pontianak, pasti ga ada yang ngeh'. Di pontianak, kami mengenal kue satu dengan nama putu kacang. Di pontianak cukup familiar dengan si putu kacang karena ketika lebaran-lebaran yang lalu, saya sering menemukan kue ini disajikan ketika hari raya. Kue ini adalah kue kesukaan almh ibu saya, saya sendiri ga suka dengan putu kacang karena jika memakannya pasti haus. Dulu ketika lebaran, putu kacang ini merupakan kue wajib yang mesti ada di rumah kami. Ketika dahulu, saya belum bisa membuat kue seperti sekarang. Jadi dulu kami pesen putu kacang ini ke bule' saya. Ga banyak tamu yang suka dengan putu kacang. Biasanya kalau putu kacang masih banyak sisanya setelah lebaran, ibu saya mengolah putu kacang ini menjadi bingka kacang. Miss you mom *sedih* sudah 4 tahun kita tidak bersama.

Tahun ini suami saya yang rikuest minta dibikinin putu kacang. Saya sebenarnya agak setengah hati mau membuatnya karena bikinnya itu cukup ribet. Ribetnya itu di proses membuat tepung kacang hijaunya. Kalau sudah jadi tepung maka kerjaan selanjutnya jadi lebih mudah. Saya akan cerita mulai dari proses awalnya yaitu memilih kacang hijau. Kacang hijau yang digunakan harus kacang hijau impor, tidak bisa menggunakan kacang hijau lokal karena kacang hijau impor memiliki warna yang bagus sehingga ketika digunakan untuk membuat putu kacang, warna yang dihasilkan juga bagus. Terus nanti kacang hijau disangrai dengan api kecil. Harus dipastikan tidak ada yang hangus. Kalau sampai ada yang hangus, yang hangus harus dipisahkan satu per satu dari yang bagus dan dibuang. Setelah disangrai nanti ditumbuk hingga kulit kacang terlepas dari kacangnya. Kulitnya dibuang dan isi kacang hijaunya diambil kemudian dikisar menggunakan kisaran tepung. Kalau tidak punya kisaran tepung, pakai blender atau food processor juga bisa. Nah.. ketika sudah jadi tepung proses selanjutnya gampang....


Resep saya dapat dari Bule' Mami

Bahan:
250 gram kacang hijau
125 gram gula bubuk
1 helai daun pandan

Cara Membuat:
- Sangrai kacang hijau dan daun pandan dengan api kecil.
- Setelah disangrai, dinginkan, kemudian tumbuk hingga terlepas kulit kacang hijaunya. Buang kulitnya.
- Haluskan kacang hijau dengan menggunakan kisaran tepung / blender / food processor. Hasil tepungnya diayak, yang masih kasar harus dikisar kembali. Lakukan hingga semua kacang hijau menjadi tepung.
- Campur gula halus ke dalam tepung kacang hijau yang sudah dikisar.
- Cetak adonan, kemudian panggang dengan api yang kecil hingga kering (ingat! tanda keringnya bukan bagian bawah yang berwarna kecoklatan, jika bagian bawah kecoklatan, artinya kue sudah hangus).

Kastengel Anchor


Kali ini saya bikin kastengel pesanan sepupu saya. Karena lagi kepengen uji coba resep baru, saya teringat dengan Mba Nina Agustina yang pernah posting kastengel ambrosia. Kastengel ini aslinya adalah resep yang diposting oleh Mba Andrie Anne yang didapat dari anchor. Silakan klik disini jika ingin melihat resep aslinya.

Bahan :
25 gr margarin
150 gr mentega
150 gr keju parmesan, parut
225 gr tepung protein sedang
2 btr kuning telur

Cara membuat :
- Kocok mentega, margarin dan kuning telur dengan kecepatan rendah hingga sedikit mengembang.
- Tambahkan tepung dan keju parmesan, aduk rata dengan spatula.
- Bentuk sesuai selera lalu poles dengan kuning telur, taburi dengan keju parut.
- Panggang dalam oven panas 160 derajat hingga matang.

Bangket Jahe Kayu Manis


Kue ini saya buat beberapa hari yang lalu tapi baru hari ini bisa saya posting. Bikinnya pun karena pesanan tante dan bukan untuk saya. Awalnya saya kira kue bangket itu kue asli indonesia. Ternyata dari mba wati, saya baru tahu ternyata kue bangket juga ada masuk ke dalam buku Classic Peranakan Cooking (buku terbitan Singapura). Buku ini ada dijual di amazon, tapi sepertinya belum ada dijual di Indonesia. Kue bangket juga dikenal di masyarakat rumpun melayu seperti malaysia, brunai, maupun singapura. Di pontianak yang bermayoritas melayu sendiri ga terlalu kenal kue bangket (atau saya aja yang ga kenal), soalnya saya jarang menemukan kue bangket dihidangkan pada saat lebaran.

Resep diambil dari Kue Jahe Manis - Majalah Sedap tahun 2001

Bahan:
175 ml santan (saya gunakan santan instant)
100 gr gula merah (saya pakai 50 gr)
50 gr jahe, diparut
1 batang kayu manis
100 gr margarine
100 gr gula halus
1 kuning telur
500 gr kanji, sangrai 15 menit di atas api kecil
1 sdt bubuk kayu manis

Cara membuat:
- Siapkan dan timbang bahan. Sangrai tepung sagu, kurleb 15 menit di atas api kecil.
- Rebus gula merah, perasan jahe, batang kayu manis dan santan. Saring dan dinginkan.
- Kocok margarine dan kuning telur hingga lembut.
- Masukkan campuran tepung sagu dan bubuk kayu manis sedikit demi sedikit, aduk rata.
- Tambahkan rebusan gula sedikit demi sedikit. Aduk rata.
- Tipiskan adonan lalu cetak sesuai selera
- Panggang hingga matang.
- Biarkan agak dingin terlebih dahulu, lalu pindahkan ke toples.
 

Abon Keju


Untuk lebaran kali ini saya mencoba membuat abon keju. Sebenarnya dari dua tahun lalu ingin membuat kuker abon keju tapi belum kesampean gara-gara hunting resep ke para tante tapi mereka juga ga punya. Di pontianak, kami familiar dengan kue abon keju yang berbentuk wajik dan di tengahnya ada bolongan untuk mengisi abon terus nanti di atas abon disilangkan keju yang dipotong berbentuk korek api. Cetakannya pun juga model jadul yang penekan untuk bolongan di tengahnya itu terbuat dari kayu. Di beberapa rumah tempat saya bersilaturahmi kalau lebaran kadang menyajikan si kue abon. Kue abon yang pernah saya makan itulah yang saya buru resepnya sejak lama. Tapi sampai sekarang belum ketemu. Kalau ada yang pernah bikin share ke saya ya.

Ketika saya browsing di internet mencari resep abon cookies, saya menemukan resep dari sedap sekejab. Dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat dengan resep dari sedap sekejab itu. Ada beberapa kendala ketika saya membuatnya. Kendala pertama dimulai ketika adonan sudah selesai masuk kulkas dan akan segera dicetak ternyata adonan ga bisa dipulung saking lembutnya. Nah.. ketika browsing pun ternyata sahabat saya yaitu Mba Niena Yatomi (wanita Indonesia yang menikah dengan pria Jepang dan sekarang tinggal di Jepang) juga mengalami kendala yang sama dengan saya. Akhirnya di adonan yang sudah masuk kulkas saya tambahkan lagi terigu, maizena, dan susu bubuk, alhamdulilah adonan sudah oke, sudah bisa dicetak. Kendala kedua yaitu saya ga pernah bikin kukis yang digulung, huhuhu.... Masih ga tahu triknya gimana. Tapi saya coba saja. Supaya besarnya sama, adonan saya roll agak tipis baru dicetak dengan cetakan kuker persegi panjang, taruh abon, gulung dengan bantuan plastik. Kalau masih belum rapi digulung-gulung aja kue abon kejunya, yang penting jadi kuenya. Makanya bentuk abon keju saya masih jauh dari rapi, sudah ada bentuknya saja, saya sudah bersyukur. Namanya kan juga baru belajar. Oh iya, ternyata walaupun sudah ditambah tepung, kue kering keju abonnya masih lembut lo. Ketika digigit langsung lumer di mulut. Top deh resepnya. Walau ga sama dengan yang biasa saya makan, tapi cukup untuk menutupi rasa rindu saya terhadap si kue abon.


Bahan:
150 gram margarin
1 sendok makan gula tepung
1/4 sendok teh garam
2 kuning telur
75 gram tepung terigu protein rendah (saya 110 gram)
30 gram tepung maizena (saya 45 gram)
20 gram susu bubuk (saya 30 gram)

Bahan Isi:
50 gram abon ayam

Bahan Olesan (aduk Rata):
1 kuning telur
1 sendok teh susu cair

Bahan Taburan:
25 gram keju parut

Cara Pengolahan :
- Kocok margarin, gula tepung, dan garam 30 detik. Tambahkan kuning telur. Kocok rata.
- Masukkan tepung terigu, tepung maizena, dan susu bubuk sambil diayak dan diaduk rata. Diamkan 15 menit dalam lemari es.
- Giling tipis adonan. Potong 5x3 cm. Beri isi. Gulung. Letakkan di loyang yang dioles margarin (loyang tidak saya oles dengan margarin).
- Oles kue kering dengan bahan olesan. Tabur keju parut.
- Oven 30 menit dengan suhu 150 derajat celsius sampai matang.

Snow Ball Coconut Cookies


Saya sudah lama sekali tidak membuat kukis yang menggunakan kelapa kering. Terakhir kali membuat kukis yang berbahan kelapa kering pun tidak saya ingat saking lamanya. Entah kenapa kemaren-kemaren saya enggan membuat coconut cookies. Nah.. ketika saya lagi nyari ide mo bikin kukis apa, saya mencoba jalan-jalan di blognya Mba Marisa Tamara, saya menemukan si snowball ini. Kebetulan semua bahan ada di rumah termasuk kelapa kering. Sebelum puasa, saya ada rencana mau buat Lamington Cake yang memang menggunakan kelapa kering, tapi sampe sekarang belum kesampean.

Ketika membuat Snow Ball Coconut Cookies, prosesnya cukup mudah dan tidak memakan waktu lama. Untuk satu resep saya membutuhkan waktu sekitar 2 jam mulai dari menimbang hingga proses pembakaran selesai. Dibakar pun tidak membutuhkan waktu lama. Snow Ball Coconut Cookies ini paling nikmat jika dimakan dalam keadaan hangat, ketika digigit ada coklat putih yang keluar dari cookiesnya. Ketika dalam keadaan dingin, coklat putihnya membeku dan menimbulkan sensasi tersendiri ketika digigit.

Resep saya ambil dari NCC Indonesia

Bahan A:
150 g mentega
75 g margarine
150 g gula halus
½ sdt garam
½ sdt vanili

Bahan B:
3 butir kuning telur

Bahan C:
300 g tepung terigu protein rendah
1 sdt baking powder
50 gr oatmeal, blender halus
40 g susu bubuk fullcream
50 g keju cheddar parut, dinginkan dalam lemari es

Bahan D:
200 g coklat putih, potong dadu kecil
Kelapa kering
Gula donat untuk taburan

Cara membuat:
- Kocok bahan A hingga mengembang. Masukkan bahan B, kocok lagi sebentar. Matikan mikser. Masukkan bahan C kecuali keju sambil diayak, lalu masukkan keju, aduk rata dengan pastry blender atau sendok kayu.
- Ambil satu bulatan kecil adonan (saya timbang 5 gram per buahnya), tipiskan di tangan, lalu masukkan potongan coklat putih, bulatkan lagi, gulingkan pada kelapa kering.
- Susun di atas loyang. Panggang hingga matang, dinginkan.
- Taburi dengan gula halus, simpan dalam wadah rapat yang kering.

Milo Doggie Cookies


Saya ketularan virus BKR. Huhuhuhu... Tahun ini memang diniatin mesti buat si doggie cookies, apapun yang terjadi lebaran mesti ada doggie cookies. Dan alhamdulilah kesampaian juga.

Resep aslinya dari Happy Home Baking. Saya menggunakan resep asli, tetapi buat saya kuenya kurang manis, mungkin mesti ditambah gula halus sekitar 50 gram (mungkin ya). Milo sendiri sebenarnya udah ada gulanya tapi belum cukup manis untuk membuat rasa manis pada kukisnya. Jadi lebih dominan rasa pahit coklat. Ketika memanggang tidak membutuhkan waktu lama. Jadi mesti sering dicek kalau tidak mau overbake.


Bahan :
180 gr butter, simpan di suhu ruang
80 gr milo
200 gr tepung terigu protein rendah atau terigu protein sedang
25 gr maizena
25 gr susu bubuk full cream
100 gr chocochips
meises secukupnya
koko krunch secukupnya

Cara Membuat :
- Panaskan oven 140'C, alasi dengan baking paper tanpa dioles (saya ga alasi baking paper dan ga dioles).
- Ayak terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan.
- Kocok butter, milo dan gula pasir halus dengan mixer kecepatan rendah. Jangan overbeat ya.
- Masukkan campuran terigu dan aduk rata menggunakan spatula.
- Timbang adonan seberat 10 gram (saya 7 gram), beri tiga buah chocochip di tengahnya kemudian bulatkan.
- Tambahkan dua koko kruch untuk telinga, meises untuk mata, dan chocochips untuk hidung.
- Panggang selama 25 menit hingga matang (tergantung oven masing-masing)
- Angkat dan dinginkan di atas rak kawat baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara.

Sagu Keju Trio

 
Sebenarnya saya kepengen bikin kue yang belum pernah saya buat sebelumnya untuk lebaran kali ini. Tapi dari awal puasa suami ngomongin sagu keju mulu, hampir tiap hari ngomongin sagu keju. Akhirnya saya mengalah, tadi malam saya buat juga si sagu keju dengan tampilan yang agak beda. Biasanya (hampir selalu) saya membuat sagu keju dilingkarin. Tapi untuk lebaran kali ini saya bikin yang berwarna warni.

Resep masih menggunakan resep sagu keju NCC yang sudah pernah saya posting sebelumnya. Spuit saya gunakan diva no 19, pas kecilnya kalo dispuitin tiga kuntum bunga gini.


Bahan:
300 gr tepung sagu (sagu tani)
2 lbr daun pandan
100 gr margarine
50 gr mentega
150 gr gula halus
1 btr kuning telur
100 gr keju edam
50 ml santan kental

Cara membuat:
- Sangrai tepung sagu dan daun pandan dengan api kecil hingga daun pandan kering. Angkat,dinginkan.
- Oven dipanaskan dengan api kecil (sekitar 160 C).
- Kocok margarine dan mentega hingga putih dan lembut masukkan gula, kocok rata, tambahkan kuning telur, kocok rata.
- Campur tepung sagu dan keju parut, tuang bertahap kedalam adonan mentega, aduk rata. Tambahkan santan, aduk lagi hingga rata.
- Bagi / timbang adonan menjadi 3 bagian. Beri warna pada adonan. Aduk rata. Lakukan hal yang sama pada adonan yang lain.
- Masukkan adonan kedalam plastik segitiga. Pake double untuk piping bagnya (plastik segitiga) plastik pertama untuk adonan, plastik kedua untuk spuit, plastik adonan ntar masuk ke plastik spuit.
- Spuit adonan di atas loyang yang tidak diolesi apapun.
- Oven hingga matang.

Tips agar sagu keju bagus dan tidak melebar ketika dipanggang:
- Menambahkan santan mesti hati-hati karena setiap merek tepung sagu berbeda kadar penyerapan cairannya. Jadi jangan menuangi santan sekaligus. Masukan sedikit, aduk rata. masukan sedikit lagi aduk rata. Lakukan hingga mencapai konsistensi yang diinginkan. Saya menggunakan sagu tani merek merbabu dan saya menggunakan santan hanya sekitar 30 ml saja (di resep harusnya 50 ml)
- Hati-hati dengan pemanggangan karena sagu keju tidak lama memanggangnya. Cara mengetes sagu keju sudah matang dengan melihat warna keju parut di dalam kue. Apabila kejunya sudah mulai kecoklatan, maka sagu keju sudah bisa dikeluarkan dari oven. Ketika menggunakan tambahan pewarna makanan seperti ini mesti lebih waspada karena jika pemanasan terlalu lama maka warna kue akan cenderung butek dan tidak cantik lagi.
 

Dark Choco Cookies


Ini adalah kue lebaran kedua yang saya buat untuk lebaran nanti. Sebenarnya saya ga terlalu suka kuker yang menggunakan gula palem, tapi karena referensi mba nina yang katanya kukis ini enak banget, saya pun akhirnya mencoba membuatnya untuk lebaran kali ini. Dan ternyata beneran enak, ga terlalu terasa gula arennya. Awalnya saya kira tekstur kukisnya bakalan chewy ternyata kukisnya garing lo.

Resep saya intip dari Mba Nina Agustina yang diambil dari buku "Cokelat - Kue Kering, Permen, Dessert & Cake

Bahan:
230 gr terigu protein rendah
150 gr DCC cincang kasar kecil2
185 gr mentega
1 sdt essens vanillla
1 telur
65 gr gula kastor
80 gr gula aren bubuk

Cara Membuat:
- Panaskan oven.
- Siapkan loyang kuker, oles permukaannya dengan margarin, sisihkan.
- Kocok mentega, essens, gula kastor dan gula aren bubuk hingga lembut.
- Tambahkan telur, kocok sebentar hingga rata.
- Masukkan terigu bergantian dengan DCC cincang, aduk rata menggunakan spatula kayu.
- Bentuk bulat adonan dengan 2 sendok teh, letakkan di atas loyang, beri jarak antara adonan 1 dengan yang lainnya karena adonan akan meleber. (saya timbang adonan seberat 5 gram, saya bulatkan, dan saya tata di loyang dengan jarak kurleb 2 cm tiap kukisnya).
- Panggang hingga matang selama kurleb 15-20 menit.
- Angkat, biarkan sebentar kemudian masukkan ke dalam wadah kedap udara.

Cheese Crackers


Nah.. ini adalah kuker pertama yang saya buat untuk lebaran kali ini. Biasanya saya selalu buat ketika 14 hari ramadhan, tapi berhubung saya masih ada kerjaan yang tertunda (saya belum ngoreksi berkas uas mahasiswa dan berkasnya juga baru diambil hari ini) jadi tadi malam saya mencoba untuk memulai bikin kukernya lebih awal, sebagai pemanasan aja dulu. Rencananya saya mau buat 6 kuker. Mudah-mudahan saja bisa terealiasi.

Kali ini saya membuat cheese crackers, memang untuk kuker lebaran kali ini saya niatin untuk membuat kuker yang belum pernah saya buat sebelumnya. Cheese crackers rasanya ya hampir sama dengan kastengel. Kata teman-teman sih rasanya mirip kuenya Ina Cookies, karena saya ga pernah makan kuenya Ina Cookies, jadi saya ga bisa ngebandingin sendiri. Kuenya enak banget, sangat ngeju, langsung hancur di dalam mulut dan sangat rapuh. Enak lah pokoknya. Cuma sayangnya ga terlalu tercium wangi butter. Mungkin kalau yang mau nyoba resep ini bisa menambahkan lebih banyak butter dan mengurangi margarinnya. Tapi dengan resep yang asli pun sebenarnya udah enak kok, percayalah...


Resep saya ambil dari file BKR. Resep ini diberikan ketika ada demo masak yang diselenggarakan oleh Unilever.

Bahan I :
50 gram butter
250 gram margarin
10 gr gula halus
4 kuning telur rebus

Bahan II :
350 gram terigu protein sedang
50 gram mashed potato (saya gunakan tepung kentang yang dikasi air panas)
150 gram keju edam parut

Cara Membuat :
- Kocok sampai lembut butter, margarin, dan gula halus. Kemudian tambahkan kuning telur rebus aduk rata dengan spatula.
- Masukkan tepung terigu protein sedang, mashed potato, dan keju edam parut, aduk rata dengan garpu.
- Simpan adonan dikulkas sambil ditutup plastik selama 30 menit. Keluarkan sebagian adonan, roll tipis dan potong atau cetak sesuai selera.
- Poles kuning telur dan taburi keju cheddar parut, oven sampai matang

Cheese Scones


Gara-gara kemaren pagi ngeliatin acara makan besar di trans 7, saya jadi keingat bahwa saya udah lama kepengen bikin scones juga. Kenal scones sih udah beberapa bulan yang lalu terus lama-kelamaan lupa dengan si scones. Nah.. gara-gara acara makan besar, saya jadi ingat lagi dengannya.

Scones sangat terkenal di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia. Scones bisa ditambahi apa aja. Bisa kismis, keju, karamel, buah kering, susu, kopi, kentang, kacang-kacangan, bawang, daging, labu, kurma, dll. Scones itu mirip seperti roti tapi tidak menggunakan ragi dan tidak mengembang seperti roti. Aslinya scone dibuat bulat sebesar piring kemudian dipotong-potong (bayangan saya seperti pizza yang bulat dan dipotong-potong). Tapi sekarang, scone sudah dibuat dengan ukuran yang lebih mungil untuk satu gigitan.

Pilihan saya jatuh kepada cheese scone karena di rumah saya doyan dengan keju-kejuan. Buatnya sangat gampang karena tidak butuh mixer dan juga waktu pengerjaan yang cepat. Rasanya mirip seperti kastengel tapi versi chewy, tidak garing seperti kue kering, tapi bagian atasnya garing (ketika kondisi hangat), ketika dalam keadaan dingin ketika digigit serasa ada rongga di bagian dalam scones. Kirana doyan banget dengan cheese scones. Saya bikin cheese scones ini tadi malam, satu resep dapat 3 loyang (sekitar 75 buah). Ketika udah selesai dipanggang, dalam keadaan hangat udah ludes 2 loyang. Jadi ketika nunggu loyang yang lain di dalam oven, kami makan scones yang baru selesai dipanggang.


Resep saya modifikasi dari Sajian Sedap

Bahan:
225 gram tepung terigu protein sedang
2 sendok teh baking powder
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
50 gram mentega tawar dingin, potong-potong
100 gram keju cheddar, parut kasar
1 butir telur, kocok rata
100 ml susu cair

Cara Membuat :
- Campur tepung terigu, baking powder, garam, dan merica bubuk. Aduk rata. Masukkan potongan mentega tawar dingin. Aduk sampai berbutir kasar.
- Tambahkan keju cheddar parut, aduk rata.
- Masukkan telur. Aduk rata. Tuang susu cair sedikit-sedikit susu sambil diaduk asal bergumpal.
- Pipihkan di loyang yang dioles margarin. Bentuk bulat dan pipihkan.
- Oven 20 menit dengan suhu 200 derajat Celsius sampai matang.

Nastart Daun


Kali ini nyobain bikin nastart. Kalau di rumah saya itu, yang namanya kuker lebih laris jika dibuat sekarang ketimbang dibuat untuk lebaran. Insya Allah nanti lebaran mau mudik ke tempat suami di bekasi, jadinya ntar untuk lebaran ga tau bakalan bikin nastart ato ga.

Niat awal pengen bikin black nastart yang sudah wara-wiri di facebook dan teman-teman blog saya. Akhirnya diurungkan karena saya malah semangat bikin nastart gulung yang biasa, bukan yang black. Nah.. ketika eksekusi ternyata sulit sekali membuat nastart gulung, yang susah itu ngegulungnya. Hampir tiap nastartnya pasti gulungannya pecah. Belum bisa mulus seperti teman-teman yang lain. Karena kecewa dengan hasilnya, akhirnya saya batalkan bikin nastart gulung. Saya buat dengan model daun aja. Bikin dengan motif daun relatif lebih mudah bagi saya ketimbang yang nastart gulung. Tingal dipulung bentuk lonjong terus dijepit dengan jepitan nastart yang seperti ini, jadi deh nastartnya.


Resep diambil dari buku Kue Kering karangan Yasaboga.

Bahan:
400 gr mentega tawar/margarine
5 btr kuning telur
100 gr gula kastor
2 sdm susu bubuk
500 gr tepung terigu
2 sdm tepung maizena
2 btr telur kocok untuk mengoles

Selai nanas:
1 bh nanas parut
150 gr gula pasir
10 cm kayu manis sebesar jari telunjuk, potong dua

Cara membuat:
- Untuk selai nanas: jerang nanas parut dan kayu manis sampai tidak berair , beri gula, aduk hingga kental. Angkat, dinginkan, bulatkan kurleb satu setengah cm, sisihkan.
- Kocok lembut gula dan mentega. Masukkan berturut-turut sambil diaduk rata: kuning telur, susu, maizena dan terigu. Pasang oven 150 derajat Celcius. Ambil kurleb 1 sdm adonan, tekan, isikan selai, bentuk kembali. Tata dalam loyang yang dioles margarin. Oleskan kocokan telur pada permukaan kue. Panggang kurleb 20 menit sampai matang.

Semprit Nenas


Lagi kepengen sekali makan kue semprit. Terakhir kali bikin kue semprit pas lebaran kemaren. Suami yang minta dibikinin. Dia bilang kangen dan lama ga makan kue semprit. Oke.. semprit masuk list, tapi belum tahu kapan bakalan dibuat. Soalnya sekarang bikin kuenya ya suka suka yang bikin mau bikin yang mana. Ketika kemas-kemas kamar, saya menemukan buku kue kering semprit, udah lama ga ngeliat buku itu, bahkan ga tahu bukunya ada dimana dan baru ingat kalo punya buku tersebut. Makanya langsung sumringah ketika ngeliatnya. Dibuka-buka halamannya, terus penasaran dengan semprit nenas dan semprit nangka. Cara buatnya sama, yang membedakannya hanya kripik yang dipake. Saya juga tertarik dengan semprit kacang polongnya. Variasi baru aja dari pada terus-terusan bikin sagu keju.

Ketika sedang olah raga pagi sambil berwisata kuliner di jogging track GOR Oevang Oeray, saya ketemu dengan yang jualan kripik buah. Di Pontianak, tidak mudah menemukan penjual kripik buah, palingan ketemu kripik buah kalo pas ada pameran aja. Nah, bapak yang jual kripik buah ada jual kripik nenas, tapi kripik nangkanya lagi habis, jadi saya belilah kripik nenasnya untuk uji coba kue semprit. Ternyata hasil jadinya enak lho, ada sensasi kriuk-kriuk ketika kita makannya. Mirip dengan tektur semprit keju tapi rasanya yang bikin beda.


Resep diambil dari buku Kue Kering Semprit oleh Koko Hidayat

Bahan:
450 gram tepng sagu kualitas baik, sangriai
1 sdt baking powder (saya ga pakai)
100 gram margarin
200 gram gula bubuk
2 kuning telur
200 gram santan kental
100 gram keripik nenas, haluskan

Cara Membuat:
- Ayak tepung sagu dengan baking powder menjadi satu, sisihkan.
- Kocok margarin dan gula bubuk hingga tercampur. Masukan kuning telur, kocok kembali hingga tercampur rata dan mengembang.
- Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diselingi dengan campuran tepung sagu, aduk perlahan hingga rata. Tambahkan kripik nenas yang sudah dihaluskan, aduk.
- Masukan adonan ke dalam kantong segitiga yang telah diberi mata spuit bintang, semprotkan adonan berbentuk bulat atau sesuai selera ke dalam loyang yang telah diolesi dengan margarin hingga rata.
- Panggang dalam oven dengan suhu 150 derajat C selama 25 menit hingga matang. Angkat dan dinginkan.
- Simpan ke dalam stoples kedap udara.

Catatan:
- Santan jangan dituang sekaligus, tuang sedikit-sedikit ke dalam adonan. Biasanya beda merek sagu beda juga kemampuan dari sagu untuk menyerap air. Kalau santan dituang sekaligus, bisa-bisa adonan akan lembek dan jelek ketika dispuit.
- Spuit yang saya gunakan yaitu spuit diva no 19, tapi ga harus pake diva, pake yang murahan juga bisa asal bentuknya ya mirip gitu. kalo pake spuit bintang biasanya kejunya bakalan nyangkut di spuitnya.
- Untuk tips menggunakan piping bag yang benar gunakan double untuk piping bag. Plastik pertama untuk adonan, plastik kedua untuk spuit, plastik adonan ntar masuk ke plastik spuit.
- Panggang kue semprit ini sebentar, jangan sampai bawah kue udah kuning, itu artinya kue udah overbake. Mesti sering-sering dicek ovennya ya. Kalau sudah matang bagian bawah semprit akan tetap berwarna putih.