Ongol-Ongol Labu Kuning


Yuhuuu idfb ngadain challenge lagi nih. Ayuk ikut. Kali ini temanya labu kuning.

Labu kuning yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama pumpkin, berasal dari kata "pepon", yang berarti melon besar dalam bahasa Yunani. Labu kuning termasuk dalam keluarga cucurbit. 90% kandungan dari 1 buah labu kuning adalah air. Ternyata yang bisa dikonsumsi itu bukan hanya buah dari labu kuning saja tetapi juga biji dan bunganya. Labu kuning merupakan satu-satunya buah yang awet / tahan lama. Labu kuning akan awet asalkan disimpan di tempat yang bersih dan kering, serta tidak ada luka pada buahnya. Bila disimpan dalam waktu lama, kandungan air di dalamnya akan menurun sehingga beratnya akan terus berkurang sejalan dengan waktu.

Labu kuning itu ternyata kaya akan manfaat. Di dalam labu kuning terkandung vitamin A dan beta karoten, vitamin C, zat besi, kalium, niacin, dan selenium. Melihat kandungan gizinya, olahan dari labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, labu kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, arteroskierosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa mencegah kanker.

Di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tidak hanya dibuat makan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Labu kuning pernah digunakan sebagai obat untuk menghilangkan bercak pada kulit muka dan menyembuhkan gigitan ular berbisa. Dalam pengobatan tradisional, labu kuning dapat mengobati penyakit cacingan.

Labu kuning itu bisa divariasikan apa saja. Bisa pie, cake, kue lumpur, bingka, donat, keripik, kelepon, kue ku, sup, roti, pastel panggang, dan masih banyak yang lainnya. Diantara semua pilihan itu, saya pilih membuat ongol ongol. Belum pernah bikin ongol-ongol soalnya. Jadi ini adalah ongol ongol dengan labu kuning. Warna kuningnya asli dari labu kuning. Cakep kan?

Buat yang baru pertama kali mau membuat ongol-ongol, adonan yang dimasak akan sangat bergumpal. Tapi adonan tetap harus diaduk hingga berubah warna menjadi lebih bening dari warna semula dan lengket. Saran saya gunakan api kecil dan wajan tebal anti lengket biar adonan akan tetap bagus hasilnya. Adonan saya tuang ke wadah tupperware. Setelah dingin, keluarkan langsung ke loyang yang sudah diberi kelapa parut. Taburkan kelapa, baru potong-potong dengan pisau plastik. Intinya potong dikit, kasi kelapa, potong lagi, kasi kelapa lagi. Begitu seterusnya hingga semua terpotong. Memotong dengan cara ini, potongan akan lebih rapi dan tangan kita pun tidak akan kotor terkena lengketan adonan ongol-ongol.


Resep diambil dari bukunya Ummi Nuraini dan Badiatul M. Asti - Koleksi Hidangan Lezat Halalan Toyyiban. Saya bikin 1/2 resep hasilnya 1 wadah tupperware kotak ukuran 16 cm. Kurang lebih 42 potongan ukuran besar. Sudah cukup banyak kan?

Bahan:
500 gram labu kuning kukus, haluskan
750 ml air
325 gram gula merah, disisir (saya pakai gula pasir)
2 lembar daun pandan
500 ml santan dari 1 butir kelapa (untuk 1/2 resep saya pakai 180 ml santan instant + air matang hingga 250 ml)
325 gram tepung sagu tani
1/2 sdt garam

Bahan Taburan:
300 gram kelapa setengah tua dikupas lalu diparut kasar
1/4 sdt garam
2 lembar daun pandan

Cara Membuat:
- Kukus bahan taburan selama 15 menit. (saya kukus di dandang besar kelapa dan labu)
- Rebus gula merah sampai larut. Saring. (karena saya pakai gula putih jadi ga disaring, matikan saja kompornya)
- Tambahkan labu kuning, daun pandan, sagu, garam, dan santan. Aduk sampai meletup-letup. Angkat. (saya aduk rata semua bahan hingga tercampur rata, baru hidupkan api kompor, masak sambil diaduk terus)
- Sendokkan ongol-ongol di atas bahan taburan. Gulingkan sampai tertutup rata. (saya cetak di wadah plastik, baru dipotong)

2 komentar:

  1. ongol2 suka, labu kuning jg suka, apalagi ongol2 labu kuning pasti suka bangettt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir ya Mba Inev.

      Hapus