Gulai Silalab


Kali ini saya cobain sayur khas Sumatera Utara. Saya kurang tahu gulai silalab ini khas masyarakat batak atau melayunya. Tapi dari referensi yang saya baca, masyarakat batak itu lazim menggunakan bunga kecombrang sebagai masakannya. Bunga kecombrang bisa ditambahkan di sayur maupun di ikan. Karena Pontianak ga lazim menggunakan bunga kecombrang dan ga tahu mesti cari dimana, jadi gulai silalab yang saya bikin tanpa kecombrang dan takokak (terung pipit). Ayah kirana ga ngerti makan terung pipit, makanya tanpa terung pipit. Saya cuma menemukan lokio di Pasar Flamboyan. Lokio disebutnya bawang kecil atau bawang batak. Jadi untuk gulai silalab ini saya pakai lokio. Mudah-mudahan tanpa kecombrang dan takokak, namanya masih gulai silalab ya.

Resep saya ambil dari bukunya Yasaboga - Dapur Indonesia

Bahan:
150 gram daun singkong muda
50 gram rebon, cuci, tiriskan (saya pakai udang ebi, rendam, tiriskan)
100 gram tekokak / terung pipit, buang tangkainya (saya ga pakai)
3 buah kecombrang muda (saya ga pakai)
5 batang lokio
350 ml santan kental
1 liter santan encer
2 sdt garam
1/2 sdt gula merah / pasir

Cara Membuat:
- Dengan api sedang dan sambil diaduk, didihkan santan encer. Masukkan rebon, gula merah / pasir, dan garam, kecilkan api. Sambil tetap diaduk, masak sampai kuah santan sedap.
- Sementara itu, untuk mengatasi bau dan rasa pahit daun singkong: tumbuk kasar daun singkong bersama lokio, kecombrang, dan tekokak. Tuang segera ke kuah santan, aduk rata. Setelah itu baru tuangkan santan kental, aduk dan masak sampai seluruhnya matang. Angkat setelah mendidih dan matang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar