Tampilkan postingan dengan label Kue Kering 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kue Kering 2016. Tampilkan semua postingan

Beef Cheese Stick Cookies


Kue kelima untuk kue lebaran. Walaupun kukisnya akan dimakan sebelum lebaran dan setelah mudik, saya masih semangat membuatnya.

Yang kali ini saya bikin adalah kukis asin dengan tambahan dendeng sapi. Pernah coba? Unik sih. Walau rasa dendengnya ga terlalu terasa. Dendeng sapi saya panggang dalam oven selama 5 menit tiap sisinya. Baru saya haluskan dengan chopper. Tapi dengan chopper ga bisa benar-benar halus. Masih ada potongan-potongan dendeng yang berukuran agak besar. Tak apalah, tetap saya masukkan ke dalam adonan.

Oh ya, cookies dengan tambahan basah seperti dendeng ini biasanya ga bisa disimpan lama. Maksimal tujuh hari. Kukis rentan jamuran walaupun proses memanggang sudah dilakukan dengan baik.

Yang bikin unik adalah kukis ini menggunakan tepung terigu protein tinggi dan sedang dengan perbandingan 1:1. Jadi tekstur kukis memang agak keras. Bukan tipikal kukis yang renyah dan lumer.

Kukis ini harusnya dipotong-potong. Tapi saya gunakan cutter persegi panjang karena saya ga pandai memotong kukis menggunakan pisau. Dendeng yang saling lengket ketika dicetak, saya potong dengan pisau.

Resep diambil dari bukunya Ny Liem - Stick Cookies

Bahan A:
250 gram tepung terigu protein tinggi
250 gram tepung terigu protein sedang
50 gram tepung maizena
1 sdt baking powder (saya ga pake)
100 gram dendeng sapi, panggang dan blender
50 gram keju parmesan (saya pakai cheddar)
50 gram keju edam, parut halus
75 gram mentega
75 gram margarin

Bahan B: *aduk hingga rata*
2 sdt kaldu bubuk
1 sdt vetsin (saya ga pake)
1 sdt garam
1 sdt merica
225 gram telur (4 butir ukuran sedang)

Cara Membuat:
- Kocok bahan A hingga setengah mengembang. (saya gunakan kecepatan 1 kocok sekitar 5 menit)
- Beri bahan B, kocok kembali sampai rata.
- Kemudian adonan digiling. Potong seukuran 0.5 cm × 7 cm. Angkat lalu susun di loyang yang telah dipoles margarin.
- Panggang dengan suhu 150 C selama kurleb 20 menit. Lalu turunkan suhu oven menjadi 100 C, panggang kembali selama kurleb 20 menit.

Chocolate Stick Cookies


Kue lebaran keempat saya untuk lebaran kali ini. Kue-kue yang saya bikin ini ga saya makan ketika lebaran. Tapi kita sekeluarga makannya sebelum lebaran dan setelah mudik. Selama lebaran ya kuenya dianggurin. Gayanya aja untuk kue lebaran, padahal kue-kuenya kita makan sebelum lebaran.

Kali ini saya bikin chocolate stick cookies gara-gara mau menghabiskan stok stik cokelat yang cukup lama saya simpan. Saya simpan di kulkas biar ga disemutin, ternyata ketika bungkusannya dibuka, cokelatnya saling nempel. Huhuhu.... akhirnya saya pisahkan cokelat yang saling menempel itu pelan-pelan dengan pisau. Akibat insiden cokelat stik menempel itu akhirnya cokelatnya ga terlalu mulus. Saya pakai aja apa adanya. Yang penting kepake lah si cokelat stik.

Base kukisnya memang tanpa gula halus untuk menetralisir rasa manis dari cokelatnya. Jadi rasa kukisnya ya tawar, karena memang tanpa gula. Baru kali ini nyobain bikin chocolate stick cookies pakai resep Ny. Liem. Ternyata enak ya. Kukisnya digigit langsung lumer.

Resep diambil dari bukunya Ny. Liem - 100 resep kue kering

Bahan I:
200 gram mentega
100 gram margarin
1 sdt emplex (saya ga pake)
2 kuning telur
1 putih telur
2 sdm rum bakar (saya ga pake)
1/2 sdt vanili (saya ga pake)

Bahan II:
40 gram susu bubuk
450 gram tepung terigu protein sedang

Bahan III:
300 gram cokelat stik, potong 2 bagian (saya potong 3 bagian mengikuti ukuran dasar kukisnya)

Bahan IV: *campur dan saring* (saya ga pake)
5 kuning telur
1 sdm air
1/2 sdt minyak sayur
2 tetes pewarna kuning telur

Cara Membuat:
- Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan putih.
- Masukkan bahan II sedikit demi sedikit, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata.
- Ambil adonan, giling adonan dengan ketebalan 5 mm, potong-potong sebesar ukuran cokelat stik.
- Letakkan cokelat stik, beri sisa adonan di atasnya. Letakkan dan susun di dalam loyang yang telah diolesi dengan sedikit margarin hingga rata.
- Olesi permukaannya dengan bahan IV hingga rata.
- Panggang ke dalam oven dengan suhu 150 C selama 15 menit, kecilkan api menjadi 100 C lalu panggang kembali selama 15 menit hingga matang dan kering.
- Angkat dan dinginkan. Simpan ke dalam stoples kedap udara.

Pindakoekjes


Edisi kue lebaran ketiga saya. Saya bikin pindakoekjes.

Pindakoekjes atau kue pinda atau kue kacang merupakan kue jadul warisan belanda. Di belanda sendiri juga mengenal pindakoekjes lo. Pinda sendiri artinya adalah kacang dan koekjes artinya kukis. Buat pecinta kacang, wajib coba kukis ini. Saya bukan pecinta kacang, saya ga doyan biskuit atau cokelat yang ada kacangnya. Tapi pindakoekjes bisa saya terima dengan sangat baik, enak banget....

Untuk selai kacang, wajib menggunakan selai kacang yang bagus ya. Karena rasa dari selai kacang mempengaruhi rasa keseluruhan kukis. Semakin enak selai kacang, maka akan semakin enak rasa kukisnya.

Kali ini mau cerita tentang pisau pastry yang digunakan ketika membuat kukis. Pisau pastry berfungsi untuk mempercepat adonan tepung dan mentega tercampur rata. Kalau menggunakan spatula, ga semua adonan bisa tercampur rata. Di bagian bawah wadah kadang masih ada tepung yang tertinggal. Karena mengaduk kukis dengan banyak mentega ga boleh lama dan ga boleh menggunakan tangan, jadi saya rekomendasikan menggunakan pisau pastry dan spatula. Tangan kiri menekan pisau pastry, tangan kanan mengaduk bagian bawah wadah dengan spatula. Dengan cara seperti ini, mengaduk kukis menjadi jauh lebih mudah dan mentega ga akan lumer terkena panas tangan.

Resep saya ambil dari bukunya Nyonya Rumah - 1200 Resep Masakan & Kue Legendaris

Bahan:
250 gram tepung terigu
100 gram mentega (saya gunakan 75 gram mentega dan 25 gram margarin)
100 gram gula
50 gram pindakaas (selai kacang)
1 butir telur ayam
Sedikit telur kocokan (saya pakai putih telur)
1/2 sdt baking powder (saya ga pake)
50 gram kacang tanah, sangrai, buang kulitnya, belah dua (saya belah empat)

Cara Membuat:
- Mentega, pindakaas, telur, dan gula dicampur menjadi satu. (saya aduk menggunakan whisk)
- Masukkan tepung terigu yang sudah dicampur baking powder, aduk rata sampai menjadi adonan dapat dipulung. Jika kurang lemas tambahi sedikit air atau susu. (saya ga tambahi air lagi)
- Giling tipis di kertas roti, cetak bulat-bulat, olesi dengan kocokan telur, hiasi atasnya dengan beberapa butir kacang, letakkan di loyang yang sudah diolesi mentega, lalu panggang.

Kue Cum-cum Abon


Kukis kedua saya untuk lebaran tahun ini.

Salah satu hidangan lebaran kali ini adalah kue cum-cum atau yang lebih dikenal dengan nama pastry horn. Umumnya kue cum-cum kan berukuran besar untuk diisi vla atau ragut. Nah, kue cum-cum yang ini versi kue keringnya. Sebenarnya tengahnya bisa diisi apa saja. Ga harus abon. Diiisi coklat cair atau selai juga oke. Sempat galau antara mau diisi abon atau coklat cair. Tapi pas mikir mau taruh cum-cumnya dimana ketika bekuin coklatnya dan ga ketemu jawabannya. Akhirnya saya putuskan untuk diisi abon saja, biar praktis, dan kalau lempem pun cum-cum bisa dipanggang kembali.

Untuk cumcumnya saya ga bikin sendiri. Pada waktu awal ramadhan, saya beli di pasar juadah di Masjid Mujahidin. Satu kemasannya 45 ribu udah banyak banget isinya, sekitar 500 gram kali ya. Nah.. kemaren saya ke pasar juadah lagi, ternyata ibunya udah ga jualan lagi. Huhuhu....

Jadi cum-cum tinggal diisi dengan abon. Kemudian saya panggang sebentar di oven sekitar 15 menit supaya kue cum-cumnya jadi lebih garing. Jadi untuk kali ini ga ada resep ya..... Kalau ada yang mau bikin mungkin bisa pake resep pastel mini kali ya, mirip kan ya...

Strawberry and Blueberry Cookies


Hai hai semua....

Lama ya saya ga posting makanan atau kue-kue. Saya masih belum bisa bagi waktu. Masak sih tetap, baking udah ga sempat. Mau posting masakan kok ya juga ga sempat. Huhuhu.... Postingan kali ini pun disempat-sempatin posting sambil jaga toko.

Balik lagi ke kukis pertama saya untuk lebaran. Kali ini saya bikin kukis yang ditengahnya saya mix antara stoberi dan bluberi. Kukis ini menggunakan perbandingan tepung custard 1:1 dengan tepung terigu. Tekstur kukis jadinya lembut dan rapuh. Matengnya pun ga akan terlalu mateng bagian bawah kukis. Jadi mesti sering-sering cek ya.

Oh iya, saya mau cerita. Kali ini saya pakai oven baru. Masih setia dengan oven tangkring mickey mouse. Oven lama udah bolong-bolong karena karatan, udah lama dipakenya sekitar 6 tahunan, jadi memang mesti lem biru. Nah.. saya mau infokan tips jika menggunakan oven tangkring untuk pertama kalinya. Jadi satu hari sebelum digunakan, cuci oven dengan sabun hingga bersih dan semua debu hilang, keringkan. Panaskan oven dengan pintu terbuka hingga semua asap dan bau besinya hilang. Oven dipanaskan kurang lebih 15-20 menit. Matikan api kompor. Biarkan. Selang beberapa jam kemudian, oven dipanaskan lagi tetap dengan pintu terbuka. Dan lakukan hal yang sama sekali lagi. Total dipanaskan sebanyak 3 kali. Dan oven sudah siap untuk digunakan seperti biasa.

Kalau mau coba untuk membuatnya, pastikan selai paletta yang ditaruh di tengah kukis dalam keadaan rapi. Ketika dipanggang, selai paletta tidak akan melebar. Jadi biar cantik, pastikan selai dirapikan menggunakan tusuk gigi hingga ke ujung bagian. Setelah dipanggang pun, selai akan lengket dan saling menempel. Jadi ketika disusun di dalam toples, pastikan tiap susunnya dilapis dengan plastik.

Resep saya ambil dari resep yang ada di belakang kemasan cetakan nastart sin lian kode 200 yang saya gunakan.

Bahan:
125 gram mentega (saya gunakan 1:1 antara mentega dan margarin)
60 gram gula halus
1 kuning telur
100 gram tepung terigu serbaguna
100 gram tepung custard
30 gram tepung maizena
1/4 sdt vanila ekstak (saya ga pake)
Selai nenas secukupnya (saya gunakan selai stoberi dan bluberi paletta)

Cara Membuat:
- Kocok mentega, gula halus, kuning telur, dan vanila hingga lembut.
- Tambahkan tepung terigu, tepung custard, dan tepung maizena. Aduk rata.
- Giling adonan setebal 7 mm. Cetak dengan cetakan.
- Letakkan di atas loyang yang sudah dipoles margarin, taruh selai nenas.
- Panggang di suhu 170 C selama 15 menit dan kuning keemasan.

Curry Biscuits


Ngekukis jadul lagi. Masih coba-coba resepnya Ibu Nila Chandra. Kali ini uji coba membuat curry biscuits atau kukis kari.

Baru kali ini saya cobain ngekukis dengan tambahan bubuk kari. Ternyata ketika dipanggang harum sekali aroma karinya. Walau setelah matang dan kukis dingin, aroma kari tersamarkan, kukis menjadi lebih mirip kukis keju daripada kukis kari. Wajar sih, karena memang ada tambahan keju parut. Untuk camilan, tentu saja kukis ini oke banget.

Coba-coba ngefoto kukis yang ga lazim. Lokasi ada di pintu rumah. Karena pintu rumah saya ga umum memiliki dua daun pintu dan juga dua buah gembok di depannya serasa bukan rumah tapi toko. Terus cat pintu-nya mulai berkelupasan berasa rustic gitu (padahal bukan rustic tapi karena memang selama 15 tahun ga pernah dicat ulang dan tiap hari motor keluar masuk dari teras ke dalam rumah jadinya kesengol dan mengelupaslah cat-nya). Saya coba-coba memadukan pintu rumah dengan kukis. Bagaimana kelihatannya? Masikah ala-ala seperti ini disebut food photography?

Resep diambil dari bukunya Joyce Aswan - Kue Kering Ala Nila Chandra.

Bahan:
100 gram mentega / margarin (disarankan full mentega atau setengah bagian mentega dan setengah bagian margarin, jangan full margarin)
1 butir telur ayam
50 gram keju parut
185 gram tepung terigu *
1/2 sdt baking powder (saya ga pake) *
1/2 sdt garam *
1/4 sdt kari bubuk *campur dan ayak

Cara Membuat:
- Kocok mentega / margarin dan telur hingga halus. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit dan keju. Aduk rata.
- Giling adonan setebal 3 mm, cetak bentuk sesuai selera.
- Letakkan potongan adonan dalam loyang yang telah diolesi mentega / margarin. Panggang dengan api sedang (180 C) selama 25 menit hingga matang, angkat. Simpan dalam wadah tertutup setelah dingin.

Kue Kenari


Ngekukis lagi... Jangan bosan ya dengan postingan kukis saya.

Kali ini saya coba bikin kue kenari. Kukis kenari lebih tepatnya. Kukis ini kukis jadul katanya. Kalau soal rasa, mirip dengan Janhagel yang dulu pernah saya buat. Metodenya pun sama, dipotong-potong ketika kukis sudah matang.

Karena saya ga pandai motong kukis yang sudah matang, pasti deh retak-retak. Jadi saya cetak kukis ketika masih adonan mentah. Adonan sebenarnya masih bisa dicetak, cuma memang agak lembut. Jadi saya kulkasin adonan sekitar 2 jam-an, baru mulai saya cetak.

Eh iya, kukis jadul itu gayanya memang sederhana seperti ini. Kukis yang cuma ditabur gula atau dikasi kacang atau kismis atau sukade. Simple banget kan ya. Ga terlalu heboh dengan kukis modern yang lagi ngehits seperti sekarang ini.

Resep saya ambil dari bukunya Dapur Anissa - 100 Resep Kue Kering Klasik Populer Indonesia

Bahan:
1 kuning telur
150 gram mentega
100 gram gula halus
175 gram tepung terigu
75 gram kenari yang telah dicincang (saya gunakan kenari ga banyak, iris memanjang)
75 gram gula pasir, untuk taburan (saya pake ga sampai 75 gram)

Cara Membuat:
- Campur mentega dan gula hingga lembut. Masukkan kuning telur, aduk rata dengan tangan. Masukkan tepung terigu yang sudah diayak, aduk dengan spatula hingga rata.
- Tempatkan dan tipiskan adonan langsung pada loyang. Olesi kuning telur, taburi kenari dan gula pasir. Panggang dalam oven dengan suhu 160 C hingga matang dan kering. (saya cetak adonan ketika masih mentah baru dipanggang)
- Keluarkan lalu potong-potong persegi panjang langsung pada loyang tersebut. (saya skip bagian ini)

Fransch Zandkoekjes


Ahaa bikin kukis lagi. Kali ini nyobain kukis jadul yang bernama fransch zandkoekjes. Katanya kukis ini merupakan salah satu kukis warisan Belanda dulu, kelihatan sih dari namanya yang ada "koekjes"nya. Walau saya ga yakin di Belanda sono kenal dengan kukis ini. Hehehe...

Sebenarnya resep kukis ini merupakan base dari kukis dasar. Bisa diaplikasikan dengan bentuk cutter apapun. Mau yang mold atau polos pun bisa. Karena kukis ini polosan, tanpa ada hiasan apapun, jadi saya menggunakan cutter yang ada moldnya sebagai pemanis.

Karena kukis ini merupakan kukis yang menggunakan mentega cukup banyak, jadi lebih baik jika menggunakan mentega yang cenderung lebih harum daripada margarin. Atau kalau mau lebih ekonomis dicampur antara mentega dan margarin juga bisa. Jika menggunakan full margarin, rasa dari kukisnya bakalan datar doang, kurang ngigit.

Eh ya, mug enamel yang ada di belakang itu hadiah giveaway dari kedai kelana lho. Terima kasih banyak ya Mba Yulia. Saya dapet 2 pcs untuk warna ini, tapi yang dipoto baru satu. Ada 2 mug enamel lagi yang belum difoto. Tunggu tayangnya ya.

Resep saya ambil dari bukunya Dapur Anissa - 100 Resep Kue Kering Klasik Populer Indonesia

Bahan:
1 kuning telur
150 gram mentega
100 gram gula halus
225 gram tepung terigu
1/2 sdt vanili bubuk
1/2 sdt baking powder (saya ga pake)

Cara Membuat:
- Campur mentega dan gula halus hingga lembut. Masukan kuning telur, aduk rata dengan tangan. Masukan tepung terigu yang sudah di ayak bersama vanili dan baking powder, aduk rata dengan spatula hingga rata. (saya campur mentega dan gula halus dengan whisk)
- Giling tipis adonan dengan kayu giling. Cetak dengan loyang sesuai selera. Susun dalam loyang. Lalu panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat celcius hingga matang dan kering.

Cheese Plaits


Bikin kukis lagiii.

Kali ini cobain kukis keju yang lain lagi. Di rumah saya itu pecinta keju, jadi kukis yang ada kejunya pasti lebih laris ketimbang kukis yang lainnya. Eh ya, entah kenapa atau apa cuma perasaan saya kali ya, kalo makan kukis di hari-hari biasa itu berasa sekali nikmatnya ketimbang pas lebaran. Jadi sekali bikin kukis paling lama 2 hari pasti ludes. Kalau kue lebaran bisa sampai ketemu lebaran Idul Adha itu ngabisinnya.

Kali ini saya cobain cheese plaits, resep jadul dari Nila Chandra. Pakai kuning telur yang banyak. Enak sih, tapi ga enak di kantong kan ya. Untung untuk nyemirnya ga pake kuning telur lagi. Eh ya, kukis ini pake tepung custard. Masih ga ngeh saya fungsi tepung custard di dalam adonan kukis itu buat apa. Saya cuma tahunya custard itu untuk vla dan puding doang. Nah.. di resep ini tepung custard dijadikan tambahan tepung. Hmm fungsinya mirip seperti penggunaan maizena untuk kukis kali ya. *saya yang sotoy*

Resep diambil dari bukunya Joyce Aswan - Kue Kering Ala Nila Chandra. Saya bikin 2 resep hasilnya ga banyak. Kurang lebih 70 pcs saja, itupun bulatannya kecil-kecil.

Bahan:
90 gram mentega / margarine
3 kuning telur, kocok sebentar (untuk 2 resep saya gunakan 3 kuning telur saja, telur lagi mahal)
2 sdm air
¼ sdt tepung custard
125 gram keju parmesan, parut (saya gunakan cheddar)
175 gram tepung terigu *campur, ayak
½ sdt baking powder *(saya ga pake)

Untuk olesan:
1 putih telur, kocok sebentar *campur kocok sebentar
Merica bubuk secukupnya *
Garam secukupnya *

Cara Membuat:
- Kocok mentega / margarine hingga putih. Tambahkan kuning telur, air, dan tepung custard, kocok terus hingga halus. Masukkan 80 gram keju dan campuran tepung, aduk rata dan uleni hingga kalis.
- Cetak adonan dengan cetakan bulat. Letakkan potongan tersebut di loyang yang telah dialasi mentega / margarin. (saya alas dengan baking paper, ga perlu oles apapun)
- Oleskan campuran putih telur kocok ke atas potongan adonan yang telah dicetak, taburi dengan sisa keju parut. Panggang dengan api sedang (180 C) selama kurleb 25 menit hingga matang, angkat. Simpan dalam wadah tertutup setelah dingin.

Onion Garlic Twist


Mari bikin kukis... Kali ini cobain resepnya Nila Chandra. Masih kenal dengan Nila Chandra? Nila Chandra adalah seorang pakar boga yang sangat kondang pada tahun 80-an sampai 90-an. Di masanya, beliau merupakan seorang pengajar kursus masak dan bikin kue dengan nama "Kursus Masak Nila Chandra" yang pada saat itu masih sedikit jumlahnya. Beliau pakar untuk cake, kue-kue kecil, kue kering, dan masakan Indonesia Populer.

Ketika Nila Chandra masih aktif, beliau belum membuat buku resep. Ketika beliau meninggal di tahun 2000 pada usia 71 tahun, atas kecintaan terhadap Ibunda, putrinya Joyce Aswan berusaha mengumpulkan resep-resep Nila Chandra menjadi sebuah buku. Sebagian besar resep di bukunya itu adalah resep yang pernah diajarkan oleh Nila Chandra ketika beliau mengadakan kursus masak.

Walau bukunya terbitan tahun 2000 tetapi mau cari buku resepnya Nila Chandra di toko buku itu sudah langka. Makanya ketika ada yang menghibahkan ke saya buku resepnya Nila Chandra, berasa dapat harta karun. Saya pecinta buku resep. Walaupun zaman sudah canggih, dengan sentuhan ujung jari pun bisa mendapat akses resep apapun, tetapi saya tetap mengkolekasi cukup banyak buku resep, dan masih akan tetap mengkolesinya. Walaupun memiliki banyak buku resep, tetapi saya belum punya satu pun buku resepnya Nila Chandra. Karena buku resepnya udah lama kali ya, jadinya jarang ada toko buku yang masih menjualnya. Jadi, ketika dihibahkan, Alhamdulilah banget.

Nah dalam rangka uji coba resep-resep jadulnya Nila Chandra, saya coba bikin ya. Kali ini saya coba kukis onion garlic twist dulu. Lucu deh kukisnya, Diplintir gitu. Kirana suka sekali. Aroma bawang putih sangat menggoda, berpadu dengan aroma butter yang khas, jadinya mantep banget. Sayangnya karena saya halusin bawang putihnya pake blender dimana bawangnya ga terlalu halus, masih ada kasarnya jadinya adonan kue keringnya ada yang bergerindil. Saran saya jika ada bubuk bawang putih, lebih baik menggunakan bubuk bawang putih saja, bakal lebih mulus adonannya.

Resep diambil dari bukunya Joyce Aswan - Kue Kering Ala Nila Chandra. Satu resep cuma jadi 24 pcs. Saya bikin sampai 2 batch karena ya satu batch pasti ga akan sampai satu hari udah ludes duluan. Oh ya, aslinya di atas kue disemir dengan kuning telur. Dan saya lupa! Ingetnya udah selesai dipanggang pas liat kuenya kok pucat ya, rupanya saya lupa olesin kuning telur. Ya sudahlah ya, biarkan saja, toh kuenya juga udah mateng.

Bahan:
90 gram mentega / margarin
3 siung bawang putih, haluskan
3 kuning telur, kocok sebentar
2 sdt air
185 gram tepung terigu *campur, ayak
1/2 sdt baking powder *
1/2 sdt garam *
1 kuning telur, kocok sebentar

Cara Membuat:
- Kocok mentega / margarin hingga halus, masukkan bawang putih halus, kuning telur kocok, dan air. Kocok kembali hingga rata.
- Masukkan tepung terigu yang sudah diayak, uleni hingga kalis. Giling adonan setebal 0.3 cm, potong-potong 1x10 cm. Pilin / puntir potongan adonan, letakkan dalam loyang yang telah diolesi mentega / margarin.
- Olesi permukaan potongan adonan dengan kocokan kuning telur. Panggang dengan api sedang selama 25 menit hingga matang. Angkat, simpan dalam wadah tertutup setelah dingin.