Roti Kompyang


Alhamdulilah sudah mengerjakan pr, walaupun waktu pengumpulan masih lama tapi lega rasanya kalau pr sudah selesai. Saya khawatir kalau makin ditunda, malah makin banyak kesibukan yang datang. Kali ini pr-nya adalah Roti Kompyang. Ga pernah dengar kan? sama... saya juga baru kali ini dengar tentang roti kompyang. Roti komplang / kompyang adalah roti tradisional khas Tionghoa. Menurut sejarah roti ini dibuat khusus untuk bekal para tentara yang sedang berperang, sehingga teksturnya dibuat keras agar tidak mudah hancur saat dibawa di medan perang, dan bentuknya pipih serta memiliki lubang kecil dibagian tengahnya, ini ditujukan agar roti ini bisa dirangkai menyerupai kalung dan bisa dengan mudah dimakan dimana saja karena biasanya para tentara ajan mengalungkan roti ini dilehernya. Namun seiring dengan perkembangan zaman kini roti kompyang sudah banyak modifikasi, mulai dari bentuknya yang tidak berlubang, hingga variasi isiannya.

Saya coba bikin roti komyang tadi malam. Kebetulan kirana bobonya awal. Jadi saya punya banyak waktu untuk eksekusi si roti. Bahannya mudah, cara membuatnya juga mudah, tapi saya yang membuatnya yang ga punya bayangan apa-apa karena ga banyak referensi tentang si roti kompyang. Ketika bikin malah bingung ini roti mesti kalis apa ga, soalnya di deskripsi pr pun ga ada tentang mesti kalis ato ga. Tapi tetep aja coba diuleni sebentar walau ga kalis. Terus diprofing, timbang, bulatkan, bakar deh. Nah.. setelah roti selesai dibakar dengan semangat saya cobain rotinya. Ternyata beneran keras, kenyal, pokoknya susah digigit lah. Teksturnya mirip seperti roti baguette (baca: roti baget). Jadinya roti ini mesti dipotong dengan pisau kue, makannya pun dengan olesan atau dicelup ke susu atau cream susu. Tadi malam saya makan roti kompyangnya gitu aja. Nah.. tadi pagi saya coba nikmati dengan dicelup susu coklat.

 
Resep diambil dari Mba Lusmi di NCC Breadweek

Bahan:
Tepung terigu protein tinggi 250 gram
Ragi instan 4 gram
Garam 3 gram
Air 175 gram

Taburan & olesan:
Kuning telur 1 butir
Wijen putih secukupnya

Cara Membuat:
- Campur tepung terigu bersama ragi dan garam, aduk rata.
- Tuang air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tercampur rata. Diamkan selama 30 menit (tutup dengan plastik).
- Potong adonan seberat 50 – 100 gram, lalu bentuk bulat dan letakkan diatas loyang datar yang telah dioles margarin, lalu oles permukaan roti dengan kuning telur.
- Taburi permukaannya dengan wijen hingga rata.
- Panggang dalam oven suhu 160°C selama 30 menit hingga kecokelatan dan matang, angkat.
- Sajikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar